
Sekarang usia kehamilan Tania sudah menginjak bulan ke 9 yang artinya ia akan segera lahiran.
Begitupun Cintia Bela dan Citra yang tengah hamil sekarang Cintia yang usia kandungannya baru masuk 7 bulan, Citra 6 bulan dan Bela baru 4 bulan.
Dan sekarang para bumil itu tengah berkumpul di rumah Tania dan Varel begitupun para suami mereka.
"bentar lagi lo lahiran yan Tan" celetuk Cintia.
"iya nih gue jadi gak sabar liat Varel junior" ucap Reza.
"iya nih bentar lagi Tania mau lahiran gue udah gak sabar juga mau lahiran" celetuk Bela.
"ya sabar kali yang usia kandungan kamu aja masih 4 bulan" ucap Risky.
"bener tuh Bel gue juga gak sabar nunggu anak lo lahir pasti somplaknya mirip Risky" ledek Varel.
"ga papa somplak yang penting ganteng" ucap Risky.
"jijay gue dengernya" ledek Candra.
"lo gimana Cit kandungan lo sehat kan?" tanya Tania.
"sehat Tan, oh ya anak lo jenis kelaminnya apa?" tanya Citra.
"kalok gue sih gak mastiin karena gue pengennya nanti kejutan aja apa yang di kasi cewek atau cowok yang penting sehat" ucap Tania.
"kalok gue sih cowok gak tau juga nanti pas keluarnya apa" celetuk Cintia.
"nanti kalok anak gue cewek dan anak lo cowok Za gue jodohin anak gue sama anak lo" ucap Candra.
"woy bambang anak belum lahir aja mau lo jodohin" ucap Risky.
"nama gue Candra bukan Bambang, kang sate yang biasanya keliling di komplek gue baru namanya bambang, ngapa minat sate lo tar gue beliin" ceroscos Candra.
"sa see lu somad" ledek Risky.
"udah mau jadi bapak aja kalian masih suka ribut" ledek Varel.
"kayak lo gak gitu aja" ucap Reza.
Varel hanya nyengir kuda.
"awhh" ucap Tania memegang perutnya.
"kamu kenapa yang" panik Varel.
"perut aku sakit yang aku gak kuat" Tania.
"kayaknya Tania mau lahiran deh cepet bawa ke rumah sakit" titah Cintia.
"Za tolong siapin mobil" suruh Varel pada Reza.
"ok ok"
Varel pun langsung membawa Tania ke rumah sakit begitupun teman temannya yang ikut ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Tania langsung di bawa ke ruang bersalin.
"sayang kamu pasti bisa kamu kuat" ucap Varel pada Tania yang mendampingi proses persalinan Tania.
"ayoo bu dorong terus sedikit lagi" ucap dokter yang membantu Tania.
"awhhh sakit Var sakitt" ucap Tania.
"tenang sayang kamu pasti bisa aku ada disini"
Dann....
"owekk owekk owekk" bayi Tania berhasil keluar.
Varel pun terharu melihat putranya yang baru saja lahir dan dia pun menggendongnya.
"lihat yang anak kita ganteng banget, makasih ya mama udah lahirin anak seganteng papa" ucap Varel seraya memperlihatkannya pada Tania.
Tania yang masih lemah pun hanya tersenyum haru.
Tania pun kini sudah di pindahkan ke ruang rawat.
"wihh ganteng banget deh Varel junior" celetuk Bela yang melihat Varel junior sedang di beri asi oleh Tania.
"iya lucu banget jadi gak sabar gue punya baby juga" celetuk Citra.
"ini mah mirip Varel banget" ucap Reza.
"iya ini Varel versi bocah" celetuk Risky.
"ya iya lah mirip gue kan anak gue, gue yang buat" ucap Varel songong.
"elahh bambang sa aee" ucap Candra.
Tak lama kemudian Orang tua Varel dan Tania pun datang, karena setelah seleaai Tania melahirkan tadi Varel baru ingat mengabari mama papa nya begitupun mertuanya.
"cucu mama mana Var?"' tanya Nia.
"iya Var cucu sama anak mama baik baik aja kan?" tanya Anggun kemudian.
"iya mah tuh liat mereka baik baik aja kan" ucap Varel.
"wahh cucu oma ganteng banget mirip papanya" ucap Nia.
"iya kamu ganteng banget sayang" ucap Anggun.
"makasih oma" ucap Tania menirukan suara anak kecil.
"kamu baik baik aja kan sayang?" tanya Nia pada Tania.
"iya mah aku baik baik aja"
"syukur lah kalau gitu" ucap Anggun.
"siapa namanya cucu papa Var?" tanya Nando.
"iya Var kamu sudah kasi nama belum?" lanjut Andi.
"iya Tan siapa namanya kita jadi penasaran nih" celetuk Cintia.
"aku udah siapin nama, namanya Kenzo Putra Sanjaya" ucap Varel.
"gimana yang kamu setuju gak?" tanya Varel pada Tania..
"iya aku setuju yang" ucap
******
Setelah Tania 3 hari di rawat di rumah sakit ia sudah di perbolehkan pulang.
"sayang kamu istirahat dulu ya di kamar biar aku yang jagain baby Ken dulu" ucap Varel pada Tania.
"iya yang, mama istirahat dulu ya gantengnya mama, kamu sama papa dulu ya" ucap Tania mencium gemas putranya itu.
Tania pun istirahat ke kamarnya karena ia juga masih sedikit lemas.
"anak papa ganteng banget sih" ucap Varel yang menatap putranya itu.
Di like sama di komen ya readers, maaf kalau masih ada typonya happy reading all :)