Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Empat puluh dua



Sekarang adalah Hari keberangkatan Varel ke London semua sahabatnya mengantar Varel ke Bandra begitupun juga Tania yang terus menempel sedari tadi dengan Varel.


"udah kali Tan, gak usah nempel mulu si Varel mau berangkat tuh" celetuk Cintia.


"jangan gini dong sayang ntar aku gak tega lagi ninggalin kamu" ucap Varel pada Tania.


"inget ya Var jangan lupain gue" ucap Reza.


Varel pun tersenyum dan langsung memeluk Reza. Begitupun dengan Risky dan Candra yang ikut berpelukan.


"jangan macem macem lo disana Var" celetuk Bela.


"cepet cepet pulang Var tar Tania keburu di ambil orang" goda Citra.


"Berani ambil Tania gue ambil balik" ucap Varel.


"yaudah aku berangkat ya sayang, aku pasti bakalan rindu banget sama kamu" ucap Varel mencium kening Tania lama, dan mencium bibir Tania kilas.


"udah drama nya tar ketinggalan pesawat lagi lo" celetuk Risky.


"iya Var lo hati hati ya" ucap Candra kemudian.


Varel pun pergi ke pesawat setelah berpamitan dengan teman temannya itu, Sementara Tania masih mematung melihat pesawat Yang dinaiki Varel sudah mengudara.


"udah kali Tan gak usah sedih sedih gitu" hibur Cintia.


Tania pun tersenyum dan mereka semua pun meninggalkan Bandara.


*************************************


Kini Tania berkuliah di Universitas terbaik di indonesia, ia mencari jurusan management bisnis begitu juga Cintia, Bela Dan Citra mereka semua satu jurusan dengan Tania.


Begitu juga Reza, Risky, dan Candra, kuliah di tempat para pacar mereka, mencari jurusan yang sama karena meraka akan melanjutkan perusahaan keluarga mereka.


"Tan udah setahun nih ditinggal Varel, gak ada niatan cari yang baru?" tanya Risky pada Tania.


Mereka kini sedang berada di kantin kampus,


Cintia yang semakin hari semakin lengket dengan Reza, Bela juga nempel mulu sama Risky dan Citra pun sama semakin lengeket dengan Candra. Membuat Tania kesal karena biasanya dia kadang di acuhkan oleh temannya itu.


"ya enggaklah gue cuman cintanya sama Varel" ucap Tania ketus.


________________________________________


Dua tahun sudah berlalu, Tania kini hendak menyelesaikan kuliahnya, sekarang ia akan magang di salah satu perusahaan baru yang sudah berkembang pesat itu, namanya V Company, itu adalah saran dari kampusnya untuk magang di sana.


Meskipun Keluarga punya perusahaan yang besar tapi ia tidak mau magang di perusahaan papahnya, karena ia ingin mandiri.


Cintia, Bela dan Citra juga magang di perusahaan itu, mereka ber 4 selalu bersama sama.


*******


Sekarang adalah hari pertama Tania magang di perusahaan V Company.


"siall pakek telat lagi gue" ucap Tania buru buru masuk ke gedung perusahaan, karena ia sudah telat.


Sampai sampai ia menabrak sesorang dan membuat berkas berkas yang dibawa orang itu berantakan.


Tania pun segera membantu memungutnya.


"maaf maaf saya tidak sengaja" ucap Tania langsung menyerahkan berkas itu tanpa melihat orang yang ia tabrak.


Sampai di perusahaan Tania langsung kena semprot managernya.


"maaf mbak saya terjebak macet tadi" kilah Tania.


"ya sudah kembali ke meja mu" ucap Karin.


"baik mbak" jawab Tania sopan, meski kesel dengan sifat Karun yang sok sok an itu.


"ehh Tania ngapa terlambat lo?" tanya Bela yang sudah berada di meja kerjanya bersama Cintia dan Citra.


"kesiangan gue" ucap Tania.


"mimpiin Varel mulu sih lo" ledek Cintia.


"ehh katanya Ceo perusahaan ini udah balik dari London, katanya sih ganteng" celetuk Citra tiba tiba.


"inget Candra Cit" ledek Tania.


Baru Tania hendak duduk ia kembali di panggil.


"Tania kamu disuruh ke ruangan Ceo sekarang" ucap Karin pada Tania.


"ada apa ya mbk pak Ceo manggil saya?"


"saya juga gak tau"


"hayoo Tan awas di pecat lo gara gara terlambat" ledek Bela


"sialan lo" kesal Tania langsung pergi ke ruangan ceo yang berada di lantai paling atas di lantai 30.


Sampai di depan pintu ruang Ceo Tania gugup.


"bukak gak yaa, duh kan gue parnoan gini jadinya" gumam Tania.


Tok tok tok


"masuk" jawab seseorang di dalam.


Tania pun masuk dengan gugup ia membayangkan apa yang akan terjadi nanti.


Saat Tania masuk terlihatlah seorang pria duduk di kursi kebesarannya yang membelakangi Tania.


"permisi pak, ada apa ya bapak manggil saya?" tanya Tania.


"kamu tau apa kesalahan kamu?" tanya nya agak membentak.


"maaf pak saya terlambat di hari pertama saya magang, saya janji tidak akan mengulanginya lagi" jujur Tania.


"elah pakek ngebentak lagi ni orang dasar bos galak" gumam Tania meskipun pelan tapi bisa didengar oleh bosnya itu.


"kamu bilang saya apa tadi?" tanya nya lagi.


"ehh enggak pak, bapak baik hati dan tidak sombong" kilah Tania.


Pria itu masih belum melihat Tania ia tetap membelakangi Tania.


"buset ni Ceo dingin banget dah" batin Tania.


Pak Ceo pun memutar kursinya dan menghadap ke arah Tania.


"kamu--?" Ucap Tania terputus.


Hai guyss minta like sama koment nya ya, happy reading all:)