Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Enam belas



Hari ini Hari yang membosankan bagi Tania dkk, karena akan mendapat pelajaran sejarah yang membuat ngantuk.


"ehh guys kita jamkos nih buk Ami lagi gak sekolah" celetuk Risky yang tiba tiba datang dengan Varel, Reza, dan Candra.


"serius yang?" tanya Bela.


"iya sayangkuu" ucap Risky


"lebay lo ky" ejek Reza.


"sirik aja lo, liat tuh Cin pacar lo" adu Risky


"dih lebay lo" ejek Cintia kemudian.


"tuh pacar gue aja bilang lo lebay" ledek Reza


"resek lo bedua, yangg liat tuh sahabat kamu" rengek Risky manja.


"udah deh yang gak usah lebay" kilah Bela


Mereka pun semua mentertawakan Risky.


"dihhh tau gitu gue bolos aja tadi" celetuk Tania.


"gak boleh bolos mulu yang" celetuk Varel langsung duduk di samping Tania dan merangkulnya.


"udah tobat kamu yang, biasanya juga sering bolos" kata Tania


"aku insyap yang"


"gayaan amat lo Var pakek insyap segalak" ledek Reza


"kalok sampek seorang bad boy bernama Varel insyaf, bisa jadi berita hot trending topik nih" ejek Candra.


"resek lo Can" kesal Varel.


Dan mereka pun semua tertawa dan kembali mengobrol mumpung jam kosong.


Bel istirahat pun berbunyi Varel dkk dan Tania dkk hendak ke kantin.


"ehh kalian duluan aja ke kantin gue mau ke toilet bentar" Tania.


"perlu dianter yang" tanya Varel.


"gak usah kamu duluan aja yang" tolak Tania.


Tania pun bergegas ke toilet karna dia udah kebelet.


"uhh lega gue" celetuknya.


Saat Tania hendak keluar dari kamar mandi dia di dorong oleh Clara sehingga dia terjatuh.


"ehh maksud lo apa" teriak Tania.


"jangan deketin Varel, Varel punya gue" bentak Clara yang langsung menjambak Tania.


Tania yang tidak terima pun memelintir tangan Clara, Clara pun meringis kesakitan.


"ehh lampir selama ini gue gak pernah ya berbuat lebih sama lo, tapi lo udah kelewatan sama gue"


dan "plakkkk" Tania menampar keras pipi Clara.


Tania sebenarnya bisa saja menghajar habis Clara karena dia bisa karate, tapi niatnya dia urungkan karena bisa ia dikeluarkan dari sekolah meskipun dia tidak salah.


"guys bantuin gue dong kok malah bengong" teriak Clara pada Rania dan Maya yang sedari tadi hanya bengong.


Rania dan Mata pun memegangi kedua tangan Tania. Tania pun berontak dan langsung menampar pipi Rania dan Maya sehingga sudut bibir mereka berdarah.


Clara yang amat kesal melihat Tanai pun memukul kepala Tania dengan balok yang ia temukan di dekat tong sampah.


brukkk Tania pingsan dengan kepalanya yang berdarah.


Clara yang panik pun langsung lari bersama teman temannya takut ketahuan.


Sementara di kantin.


"duh Tania lama amat dah ngapain aja tu orang di kamar mandi" celetuk Citra.


"lo susul gih cit" suruh Varel.


Citra pun pergi menyusul Tania, sampai di kamar mandi, Citra terkejut melihat Tania yang sudah pingsan dengan kepalanya yang mengeluarkan darah.


"Tan, tania lo kenapa" panik Citra yang sudah menangis.


Citra pun lari ke kantin untuk memberitahu teman temannya.


"lohh Cit lo ngapa dah kok lari larian gini, lagi latihan marathon lo" Canda Risky


"kamu kenapa beb?" tanya Candra.


"Tania mana Cit?" tanya Varel kemudian.


"iya kok lo gak sama Tania" sambung Cintia.


"itu Tania emmm anuu" jawab Citra gugup.


"Tania kenapa Cit?" tanya Bela


"Tania pingsan di kamar mandi"


Varel yang mendengarnya pun langsung lari ke kamar mandi begitupun para temannya.


Orang orang yang melihat mereka lari larian itu heran bertanya tanya.


Sesampainga mereka di kamar mandi.....


"sayang" teriak Varel melihat Tania pingsan dengan kepala berdarah.


Varel langsung menggendong Tania untuk dibawa ke rumah sakit yang di ikuti oleh teman temannya.


*********


"suter,, suster tolongin pacar saya, cepet lama banget gue hancurin juga nih rumah sakit" teriak Varel saking paniknya.


Para suster pun membawa Tania ke ugd untuk segera ditangani.


"Var lo yang tenang Tania pasti baik baik aja" ucap Reza menenangkan Varel.


"siapa yang berani lukain Tania gue bales tu orang" amarah Varel.


Tak lama kemudian Mama dan Papa Tania datang.


"Var Tania kenapa" tanya Anggun yang sudah menangis.


"maaf ma ini salah Varel, Varel gak bisa jagain Tania" ucap Varel lirih.


"enggak ini bukan salah kamu, kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri" ucap Anggun.


"siapa yang sudah membuat Tania seperti ini Var, tidak mungkin Tania tidak bisa melawannya pasti dia di kroyok" ucap Andi


"Varel akan segera cari tahu pah, Varel akan hancurin orang itu" Kata Varel penuh emosi.


"baiklah segera cari tahu"


Setelah lama kemudian dokter keluar dari ugd.