Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Empat puluh enam



Varel langsung mendudukan Tania di sofa ruangannya dan mengambil kita p3k untuk mengobati luka Tania.


"yang sini aku obatin" ucap Varel


"udah ga papa aku bisa sendiri"


"udah jangan bandel sini"


Tania pun membiarkan Varel mengobati luka di kepalanya.


"mulai sekarang kamu jadi sekretaris pribadi aku aja yang, aku gak mau lagi ada kejadian kayak tadi" perintah Varel yang sudah selesai mengobati luka di kepala Tania.


"loh gak bisa gitu dong yang, aku gak mau"


"gak ada penolakan disini aku Ceo nya"


"iya iya" ucap Tania berdecak sebal.


"terus ruangan aku di mana?" tanya Tania.


"nanti aku suruh Raka siapin meja kamu disini"


Raka adalah tangan kanan Varel di perusahaannya.


"loh kok disini?"


"ya biar kamu terus ada disamping aku"


"itu mah modus kamunya aja"


"yaudah ini buku tentang jadwal aku, sekarang jadwal aku apa?" tanya Varel pada Tania setelah memberikan buku jadwalnya.


Tania pun membacakan jadwal Varel hari ini tidak terlalu padat sih.


***********


Jam pulang pun tiba semua karyawan bergegas pulang termasuk Tania yang masih menunggu Varel diruangannya karena masih menandatangani beberapa berkas.


"udah selesai, yuk pulang" ajak Varel pada Tania yang duduk di sofa.


"yaudah yuk"


"eh iya sayang, mampir sebentar ke rumah yuk mama udah kangen banget sama kamu" ajak Varel.


"yaudah yuk aku juga kangen banget sama Mama Nia"


Akhirnya Varel dan Tania pergi ke Mansion keluarha Sanjaya.


******


"mamah liat nih aku bawa siapa" teriak Varel saat sudah sampai di Mansionnya.


"duh Toa banget sih kamu Var" ucap Nia yang baru datang dari dapur.


"ehh ada calon mantu mama yang cantik sini sayang duduk dulu" lanjutnya kemudian.


"iya mah" ucap Tania.


"giliran anaknya aja gak disuruh duduk" kesal Varel pada mamanya itu.


"udah kamu gak usah manja" ucap Nia.


"yaudah Varel mau mandi dulu gerah" ucapnya langsung naik ke kamarnya.


"sayang kamu apa kabar?"


"baik mah, maaf ya Tania jarang main ke sini"


"iya ga papa, oh ya Varel udah lamar kamu belum?" tanya Nia.


"ehh.. belum sih ma" ucap Tania.


"duh si Varel itu kelamaan, mamah kan pengen cepet cepet punya cucu" ucap Nia.


Tania yang mendengarnya jadi malu, belum apa apa juga Mamahnya udah pengen punya cucu.


"widih lagi ngomong apaan nih" celetuk Varel tiba tiba datang dengan rambut yang masih basah karena baru selesai mandi.


"kamu kelamaan Var, kapan sih lamar Tanianya kan mama pengen cepet cepet punya cucu" ucap Nia pada anaknya itu.


"secepatnya ma" ucap Varel.


"yaudah kalok gitu Tania pamit pulang ya mah" pamit Tania.


"loh gak makan malam dulu disini sayang" ucap Nia.


"lain kali aja mah, kasian mama sendirian di rumah soalnya papah masih di luar kota"


"oh yaudah, titip salam sama mama kamu ya, kamu anter Tania sana Var"


"iya mah emang Varel mau anterin Tania kok" ucap Varel.


Varel pun mengantar Tania ke Mansion keluarga Kusuma.


"makasi sayang, gak mampir dulu?" tanya Tania saat sudah sampai di mansionnya.


"lain kali aja deh udah malem juga, oh ya sayang besok malam aku jemput ya kamu dandan yang cantik aku mau ajak kamu jalan" ucap Varel.


"mau kemana?"


"rahasia dong besok juga kamu tau, yaudah aku mau pulang ya bye sayang" ucap Varel.


"iya kamu hati hati"


Varel pun langsung melajukan mobilnya keluar dari mansion keluarya Kusuma.


________________________________________


Hari ini Varel berencana akan melamar Tania. Ia sudah mempersiapkan semuanya tinggal sekarang ia menjemput kekasihnya itu.


"ehh Varel masuk dulu nak, Tania masih di kamarnya paling bentar lagi selesai" ucap Anggun saat melihat Varel yang datang.


"iya mah"


Tak lama kemudian Tania pun turun, ia melihat Varel sudah datang.


"sayang" ucap Tania.


Varel yang melihat Tania malam ini sangat cantik pun masih bengong. Tania yang melihat Varel menatapnya pun malu.


"ehh udah.. yaudah yuk" ajak Varel kemudian.


"mah kami pamit dulu ya" ucap keduanya.


Sesampainya disebuah Restaurant yang mewah Varel pun menggandeng Tania untuk di ajak masuk tidak lupa ia menyuruh Tania untuk menutup matanya karena ia akan memberikan Tania surprise. Varel sudah membooking Restaurant itu.


"yang kok pakek tutup mata segala sih" ucap Tania.


"udah kamu ikut aja" ucap Varel langsung menuntun Tania masuk ke dalam restaurant.


"udah sekarang kamu boleh buka mata kamu"


Tania pun membuka matanya perlahan, dan ia pun terkejut.


"sayang ini--?"


Hallo guys minta like sama komentar nya yaa, kalok masih ada typo nya maaf ya, happy reading all:);)