
"kenapa emang nya serah gue dong"
"karna gue--" Varel menggantung kalimatnya.
"gue apaan kalok ga jelas gue pergi aja dah" kesal Tania.
"gue suka sama lo Tan" jujur Varel.
Tania pun kaget atas ungkapan Varel.
"meskipun kita sering berantem, adu mulut, tapi lama kelamaan gue ada rasa sama lo Tan, setiap gue liat lo deket sama Rafael entah kenapa gue gak suka liatnya gue cemburu Tan, Gue cemburu liat lo tadi di tembak sama Rafael, maafin gue ya yang sering ledek ledek lo, karna dengan cara itu menurut gue, gue lebih bisa deket sama lo, jadi lo mau gak jadi pacar gue?" ucap Varel panjang lebar.
Tania hanya dia dia masih terkejut atas ungkapan Varel. "duh gue jawab apa ni yaa, sebenarnya sih gue juga suka sama lo Var tapi gue malu" gumam Tania dalam hati.
"kalok lo gak bisa jawab sekarang gak papa kok, gue bisa tunggu kapan lo mau jawab" ucap Varel seraya beranjak dari bangku taman.
"gue juga suka sama lo" ucap Tania kemudian sambil menunduk menahan malu.
Varel pun langsung menoleh lalu tersenyum melihat Tania yang menunduk.
"jadi kita resmi pacaran ya sekarang" tanya Varel.
Tania pun mengangguk. Varel langsung memeluk Tania, membuat Tania terkejut.
"tapi hubungan kita dirahasian aja ya dulu kita biasa biasa aja di sekolah" ucap Tania kemudian.
"kamu malu pacaran sama aku Tan?"
"enggak bukan gitu, aku gak mau aja di kroyok sama fans gila kamu"
"kalok mereka tau kamu milik aku, mereka gak akan berani ngapa ngapain kamu" kilah Varel.
"ya aku gak mau aja gitu boleh ya" Tania memelas.
"iya ga papa kalok itu yang buat kamu nyaman" ucap Varel tersenyum.
"ya udah yuk balik ke sekolah" lanjut Varel.
"ayuk"
Duan insan yang sudah menjadi sepasang kekasih itu pun kembali ke sekolah.
**************
"eh kalian kemana aja" ucap Citra yang melihat Tania dan Varel baru masuk kelas setelah lama menghilang tadi.
"gak kemana mana" bohong Tania.
"wiiihh kalian pada ngapain dua duan gini" ucap Tania heran, melihat Risky yang duduk bersama Bela dan Cintia yang duduk bersama Reza, kalok Citra sih nempel mulu ke Candra.
"yee orang kita pada udah jadian kok" celetuk Risky.
"lo kapan jadian ma Varel nya Tan" tanya Bela.
Tania pun tidak menghiraukan pertanyaan Bela, dia duduk di bangkunya dan senyum senyum sendiri.
"elahh gue dikacangin" kesal Bela.
"ehh kesambet apaan dah lo Tan senyam senyum sendiri" ngeri Cintia.
"serah lo dah"
Varel yang melihat Tania senyum senyum sendiri pun ikut tersenyum.
Bel pulang pun berbunyi waktunya para siswa pulang.
"aku anter pulang ya" ajak Varel menghampiri Tania, mumpung Tania lagi jalan sendiri.
"aku bawa mobil" Tania.
"ohh yaudah aku kawal dari belakang aja ya"
"ehh gak usah kamu pulang aja lagian rumah kita gak searah kasian kamu" tolak Tania sambil tersenyum.
"ohh oke kamu hati hati ya sayang" celetuk Varel tersenyum dan langsung menjalankan motornya.
Tania yang terkejut dipanggil dengan sebutan Sayang pun blushing, mukaknya merah macam tomat.
*************************************
"ehh anak cantik nya mama udah pulang, ngapain tuh senyum senyum sendiri kayak nya lagi ada yang bahagia nih" ledek mama Anggun.
"apa sihh maa" kilah Tania langsung memeluk mamanya.
"kenapa sayang?"
"pasti kamu habis di tembak sama calon mantu mama ya" lanjut mama Anggun.
"ih apaan sih ma" jawab Tania yang mukaknya sudah merah menahan malu, lalu langsung ngibrit pergi ke kamarnya.
Mama Anggun hanya tersenyum melihat tingakah putrinya itu.
Sementara di tempat lain.
"Mamah" teriak Varel memanggil mamanya.
"ada apa sih Var teriak teriak gitu" tanya Mama Nia.
Varel pun tersenyum.
"kamu kenapa Var"
"mahh aku udah nyatain perasaan aku sama Tania mah" ucap Varel jujur.
"terus dia nerima kamu nggak?"
"dia nerima Varel mah" jawab Varel.
"yaudah semoga kamu bahagia sama Tania ya nak, nanti ajak dong Tania nya main kesini"
"iya mah nanti Varel ajak Tania kesini"
"yaudah sana mandi baru istirahat"
"iya ma" jawab Varel sambil mencium pipi mamanya.