
Setelah 1 minggu mereka melaksanakan ulangan akhir semester, liburan semester pun akan datang.
"kuyy kita liburan" celetuk Risky
Varel dkk dan Tania dkk sedang nongkrong di salah satu cafe dekat sekolah setelah selesai ulangan yang terakhir.
"kemana nih enaknya liburan?" tanya Candra.
"gimana kalo kita ke Bali aja, bokap gue punya villa disana jadi kita bisa tinggal disana" usul Cintia.
"ehh boleh juga tuh ke Bali kan seru" celetuk Bela.
"papa mertua punya Villa disana yang?" Reza.
"gayaan amat lo za belum juga diakuin mantu sama bokapnya Cintia" ledek Risky.
"sirik aja lo"
"Var, Tan lo berdua napa diem dah?" tanya Citra.
"gue kemana juga oke oke aja, yang penting gak diem di rumah suntuk gue" celetuk Tania.
"liburannya di rumah aku aja yang" Varel.
"modus amat lo Var bilang aja lo mau ***** grep Tania ya" celetuk Candra.
"pala lo ***** *****, gue gak gitu ya kalok belum sah main ***** ***** aja" sombong Varel.
Mereka hanya menatap Varel malas.
"jadi sepakat nih kita ke Bali?" tanya Cintia.
"oke sepakat" jawab mereka semua.
"kita berangkat lusa aja ya" lanjut Cintia.
"oke pakek jet pribadi keluarga gue aja" lanjut Tania.
"boleh juga tuh biar gak rame di pesawat" celetuk Cintia kemudian.
Mereka pun sepakat akan berlibur ke Bali selama 1 minggu.
*************************************
"mah Tanianya di rumah?" tanya Varel pada Anggun.
Varel kini tengah berada di rumah Tania, setelah pulang dari Cafe tadi dia langsung bersiap siap untuk berkunjung ke rumah Tunangannya itu.
"ehh Varel, Tania ke kamarnya tadi susulin sana" suruh Anggun.
"yaudah Varel keatas ya ma mau liat Tania"
"cklek" suara pintu kamar mandi terbuka, Varel bengong melihat Tania keluar dari kamar mandi yang hanya berbalut handuk, dan menampilkan paha putih mulusnya.
"Varel kamu ngapain kesini?" tanya Tania yang sudah gugup karena dia hanya memakai handuk saja.
"habisnya aku udah ketok pintu berkali kali gak ada yang bukak ya aku masuk aja"
"yaudah kamu keluar dulu sana aku mau pakek baju dulu.
"aku disini aja ya yang" celetuk Varel yang langsung menatap Varel tajam.
"yaudah iya aku keluar deh, ehh dandan yang cantik ya aku mau ajak kamu keluar, jangan cantik cantik amat tapi nanti laki laki hidung belang natap kamu lagi aku gak rela ya yang" ucap Varel panjang lebar kamu keluar dari kamar Tania.
Tania hanga geleng geleng kepala melihat sifat posesif Varel, tapi dia senang juga karena Varel benar benar takut kehilangan dia.
Kini Tania dan Varel tengah berada di taman tepi Danau melihat bintang yang menyala di langit.
"sayang" celetuk Varel.
"hmmm" Tania.
"disini tempat aku nembak kamu dulu kamu inget gak?"
"inget lah yang"
"kamu janji ya jangan pernah tinggalin aku" Varel. (mulai nih bucinnya Varel)
"enggak akan yang, kamu kenapa sih kok tiba tiba ngomong kayak gitu?"
"aku takut kehilangan kamu aja"
Tania tersenyum dan langsung memeluk Varel.
"aku gak akan pergi kalok kamu gak bikin aku kecewa aja yang" kata Tania yang masih berada dalam pelukan Varel.
"aku janji gak akan bikin kamu kecewa yang tenang aja" ucap Varel menarik hidung Tania.
Lalu Varel meraih dagu Tania dan mendekatkan wajah nya dann Varel langsung mencium Tania, Tania yang terbuai pun membalas ciuman Varel. Dan terjadilah ciuman panas diantara mereka.
Varel yang melihat Tania kehabisan napas pun melepas pagutannya.
"ihh aku gak bisa napas yang" kesal Tania.
"tapi kamu suka kan" goda Varel.
"apa sih kamu" ucap Tania menahan Malu.
Mereka masih enggan beranjak dari tempat itu sampai kemudian hari sudah semakin malam, mereka pun pulang.
Jika ada typo dan partnya kurang menarik maaf yaaa, karena author baru belajar bikin novel, tapi author akan berusaha buat partnya lebih menarik. Minta like sama komentnya yaa makasih:):)