
3 Bulan kemudian...
"hoeekk hoekk" Tania muntah muntah dari baru bangun tadi ia sudah beberapa kali bulak balik ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.
Varel yang melihat istrinya muntah muntah pun khawatir.
"sayang kita periksa ke dokter ya aku takut kamu kenapa napa" ucap Varel.
"enggak deh yang, aku ga papa palingan cuma masuk angin, kamu siap siap gih ke kantor aku buatin kamu sarapan dulu"
"enggak aku gak usah ke kantor aja, aku takut kamu kenapa napa"
"udah aku ga papa sana kamu siap siap"
Memang semenjak Tania menikah dengan Varel ia berhenti bekerja dan memilih menjadi ibu rumah tangga dan mereka kini tinggal di sebuah mansion yang memang sengaja di beli Varel untuk keluarga kecilnya nanti.
"yaudah deh" ucap Varel kemudian dan langsung siap siap untuk ke kantor.
Tania pun langsung menyiapkan sarapan, memang Tania ingin sendiri yang mengrus urusan dapur, pembatunya hanya bertugas membersihkan mansionnya.
Setelah selesai sarapan Varel pun akan berangkat ke kantor.
"beneran ga papa aku tinggal nih yang, atau kita ke rumah sakit aja yuk kamu pucet gitu"
"udah ga papa sayang, aku baik baik aja nanti istirahat aja sembuh, udah kamu berangkat sana"
"iya udah deh" ucap Varel langsung mencium kening Tania dan masuk ke mobilnya untuk bergegas ke kantor.
Tania pun sedang beristirahat di kamarnya baru ia akan memejamkan matanya para sahabat kesayangannya pun datang siapa lagi kalau bukan Cintia Bela dan Citra.
Setelah satu bulan Tania dan Varel menikah, kemudian menyusul Reza dan Cintia, kemudian Citra dan Candra, dan satu minggu yang lalu Bela dan Risky juga melangsungkan pernikahan.
"tania sayang, eh lo kenapa sakit?" ucap Cintia dan yang lainnya menghampiri Tania ke kamar.
"iya nih gue mual mual mulu dari tadi" ucap Tania.
"udah minum obat?" tanya Citra.
Tania hanya mengangguk.
"jangan jangan--?" Belum sempat Bela melanjutkan kata katanya Tania sudah berlari ke kamar mandi dan lagi lagi memuntahkan isi perutnya.
"Tan beneran lo ga papa?" tanya Cintia khawatir.
Belum sempat Tania menjawabnya ia sudah ambruk dan pingsan.
"Tania" teriak Bela.
"duh gimana nih Tania pakek pingsan lagi" celetuk Cintia.
"ya cepet angkat bawa ke rumah sakit lah kalian berdua ini kelamaan mikir" ucap Citra.
Mereka pun membawa Tania ke rumah sakit dan mengabari Varel bahawa Tania pingsan. Varel yang mendengar kabar bahwa istrinya pingsan pun langsung bergegas ke rumah sakit ia sangat khawatir dengan keadaan Tania.
Sesampainya di rumah sakit Varel langsung pergi ke ruangan Tania di periksa.
"Istri saya kenapa dok?" tanya Varel khawatir.
"tenang kali Var Tania ga kenapa napa kok" ucap Cintia yang masih ada di sana begitupun juga Bela dan Citra.
"begini pak, istri bapak sedang hamil dan usia kandungannya baru 3 minggu, jadi wajar ia mengalami mual mual di trimester pertama" jelas dokter.
Varel yang mendengar Tania hamil pun bahagia, berarti ia akan segera jadi papa.
"selamat ya Var" ucap Citra.
"iya Var bentar lagi jadi bapak lo" ucap Bela.
"iya makasi ya kalian bertiga udah bawa Tania ke rumah sakit"
"iya santai aja kalo kita kan sahabatnya" ucap Cintia.
Tak lama kemudian Tania pun sadar.
"sayang aku sakit apa?" tanya nya.
"kamu gak kenapa napa kok dan disini ada calon anak kita" ucap Varel mengusap perut Tania yang masih rata itu.
"maksud kamu aku hamil yang?"
"iya sayang kamu hamil baru 3 minggu" jelas Varel.
Tania yang mendengarnya pun merasa bahagia, karena ia sedang mengandung buah cintanya dengan Varel.
"selamat ya calon mama dan papa muda" ucap Cintia Bela dan Citra.
"iya makasi kalian kapan dong?" goda Tania.
"tunggu waktunya aja lah kapan di kasinya kita juga gak tahu" ucap Bela.
Tania sudah di perbolehkan pulang dan sudah diberikan vitamin penguat kandungan.
*********
"sayang kamu makan ya, kamu kan muntah muntah aja dari tadi" ucap Varel membawa makanan kesukaan Tania.
Tania hanya menganggu, dan Varel langsung menyuapi istrinya itu, baru satu suapan Tania makan ia kemali memuntahkannya.
"yang kamu ga papa?"'
"jauhin makanan itu Var aku gak suka" ucap Tania.
"ini kan makanan kesukaan kamu yang"
"enggak aku gak suka" tolak Tania.
Varel pun langsung membawa kembali makanannya ke dapur, ia mengerti pasti ini akibat hormon kehamilan Tania.
"ya udah sekarang kamu mau makan apa?" tanya Varel yang sudah kembali lagi ke kamarnya.
"enggak pengen makan, aku pengennya di peluk kamu" ucap Tania manja.
Varel pun tersenyum dan langsung memeluk Tania, ia sangat senang kalau Tania sangat mania dengannya.
Hai guys jangan lupa di like dan di koment ya happy reading all:):)