Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Delapan belas



Hari ini Tania sudah boleh pulang.


"Tania papah ada kerjaan yang mendadak di Singapura, jadi mau gak mau Mamah ikut nemenin papah, kamu gak papa kan sendirian di rumah?" Tanya Anggun.


"iya gak papa mah lagian Tania udah sembuh juga, kan ada pembantu juga jadi Tania gak sendirian, mamah berapa lama disana"


"kira kira 1 minggu sayang" sambar Andi.


"ohh"


"ya udah papa sama mamah berangkat dulu kamu hati hati di rumah, kalok ada apa apa hubungi papa ya" sambung Andi.


"santai aja kali pah Tania bisa jaga diri kok, masak seorang Tania diragukan sih" ucap Tania Pd.


"iya iya putri papah emang hebat"


Andi dan Anggun pun berangkat menuju Bandara.


*************************************


"sayangg" teriak Tania menghampiri Varel yang habis memarkirkan mobilnya itu di parkiran sekolah.


"ehh yang kamu kok sekolah sih"


"aku males di rumah yang gak ada mamah sama papah"


"mama sama papah kemana?"


"ke Singapura ada urusan"


"ohh yaudah yuk ke kelas"


Tania dan Varel pun bersama sama menuju kelas.


Sesampainya di kelas Tania di sambut oleh teman temannya itu.


"Taniaa welcome back" celetuk Bela.


"dihh lebay lo Bel" ejek Tania.


"apasih Tan, makasih kek gue udah nyambut lo nih" kesal Bela


"iya iya makasih ya Belbel ku sayang"


"apaan dah belbel" celetuk Citra tertawa.


"resek lo Cit" kesal Bela.


"ehh ya kok gue gak lihat si Lampir ya tadi sama gengnya" tanya Tania.


"yee lo gak tahu ya, si lampir mah udah di keluarin dari sekolah, dan keluarganya juga bangkrut" celetuk Reza.


Tania pun melihat Varel, Varel hanya tersenyum menatap Tania. Tania yakin pasti Varel yang sudah membuka semua kedok Clara.


"elahh kenapa udah di keluarin sih, belum juga sempet gue tonjok tu orang" kesal Tania.


"gayaan amat lo Tan, tar masuk rumah sakit lagi lo" ejek Risky.


"dihhh kalok dia gak main kroyok ma gue terus kepala gue gak di timpuk pakek balok, udah gue hajar tu anak" Tania.


"jadi lo ditimpuk sama si lampir itu?" tanya Cintia.


Tania hanya mengangguk saja.


"gue kira lo di dorong terus kepleset deh" celetuk citra.


"gayaan amat lo Tan" ejek Candra.


"Cin minggat lo gue mau duduk sama Tania" usir Varel.


"elahh modus banget lo Var" kesal Cintia.


"sini yang duduk ma aku" ajak Reza.


Jadi lah mereka semua duduk dengan pasangan masing masing mumpung guru yang ngajar juga belum dateng.


Varel menopang dagunya diatas meja dan terus melihat Tania. Tania yang dilihat pun menjadi salah tingkah.


"kamu ngapain liat aku kayak gitu" tanya Tania.


"kamu cantik"


"dasar gombal" celetuk Tania menvubit lengan Varel.


"bener deh yang, ehh ada sesuatuh tuh di kening kamu" celetuk Varel kemudian.


"ada apa" tanya Tania sambil mengusap ngusap keningnya.


Varel pun mendekatkan wajahnya ke Tania dan cuupp, Varel mengecup lama kening Tania.


"yang kamu ngerjain aku ya?" tanya Tania menatap Varel tajam.


"hehe maap yang" ucap Varel cengengesan.


"uhuk uhuk" suara batuk Risky yang sengaja dibuat buat.


"duhhh kalok udah kasmaran dunia serasa milik berdua ya" celetuk Bela.


"inget tempat woy ini kelas, main nyosor aja lagi si Varel" Candra.


Varel tak menghiraukan ledekan teman temannya padahal Tania sedang menahan malu sekarang.


*************************************


"duh suntuk banget gue di rumahh" umpat Tania.


"ohh gue ke rumah Varel aja kali ya" sambung nya lagi.


Tania pun bergegas ke rumah Varel. sesampainya disana Tania langsung memencet bel rumah Varel.


"ehh non Tania" sapa bik Asih.


"Varel nya ada bik?"


"ada non Den Varel nya ada di ruang tamu, ayo masuk"


Tania pun masuk saat ia hendak pergi ke ruang Tamu, ia dikejutkan oleh seorang gadis yang sedang duduk di sofa bersama Varel yang sedang merangkulnya sambil tertawa.


"Varel?" ucap Tania yang sudah emosi.


Varel yang mendengar suara Tania pun langsung melepaskan rangkulannya pada gadis itu.


"sayang ini--" belum selesai Varel bicara Tania sudah berlari ke luar dengan perasaan sakit.


"ehh sayangg kamu mau kemana" teriak Varel yang hendak menyusul Tania.


Dann,,,,,,,,,,,,