One Thousand School Ghost Stories

One Thousand School Ghost Stories
Bab 6 Diantara rak buku



Sudah lebih dari 2 bulan aku sekolah disini. Aku terus mencari berbagai cerita horor disekolah ini agar aku tidak bertemu dengan mereka lagi.


Sudah muak aku melihat setan disekolah ini. Selain aku, banyak murid sekelasku yang juga mengalami hal yang sama.


Bahkan dalam 2 bulan ini ada 4 orang yang memilih tidak masuk kelas. Ya meski mereka cuma bertahan seminggu.


Alasannya adalah penjaga sekolah tepatnya setannya. Menurut Rizal dan beberapa guru yang sempat aku tanya, Setan penjaga sekolah berbanding terbalik dengan penjaga sekolah yang selalu ada digerbang.


Dia yang akan selalu menjemput murid yang memiliki absen Alpha 5 kali berturut-turut.


Keempat temanku yang pernah bertemu dia.


Yang 3 perempuan dan mereka cuma tidak masuk 5 kali sebelum kapok. Yang satu lagi memang terkenal bandel di sekolahnya yang dulu.


Tapi sekarang.... Jadi kutu buku, dia selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan. Bahkan sampai pernah menginap disana.


Itulah yang membuatku bingung, bagaimana dia berani menginap di sekolah berhantu yang meski siang saja sudah mengerikan.


"Aldi!!" Suara ibu guru membangunkan aku dari lamunanku "Iya bu" "Tolong bawakan buku yang tadi dipinjem di perpustakaan ya. Berdua tuh sama Deon" Aku menatap kumpulan buku paket ukuran tebal.


Dan buku lainnya disitu "Iya bu" Bersamaan dengan bel istirahat aku dan Deon membawa buku-buku itu ke perpustakaan.


"Deon aku mau tanya soal setan penjaga sekolah itu. Gimana rupanya?" "Aku gak mau bahas" Deon menjawab sekenanya bahkan tidak berbalik ke arahku untuk menjawab.


"Mumpung belum sampe perpus nih. Aku mau tahu dia kayak gimana?" Menurutku setan yang ini sangat berperan penting dalam kutukan sekolah ini.


Pertama dia yang menjemput anak-anak yang tidak masuk 5 hari berturut-turut berarti kemungkinan setan ini juga yang akan membunuh anak yang keluar dari sekolah.


Deon mengabaikan aku dan mempercepat langkahnya. Aku berlari dan menghalangi jalannya.


"Aku mau tahu dan kamu harus beritahu dulu"


Deon menatapku dengan garang. Nyaliku langsung ciut.


Bagaimanapun dia itu anak terbesar dikelas, selain itu di sekolahnya dulu suka berantem dibandingkan denganku yang selalu menyendiri sudah jelas perbedaannya.


"Minggir!!! Aku gak mau berantem disekolah"


Secara refleks aku menyingkir dan Deon langsung masuk ke perpustakaan.


"Aku telat!!!!" Perpustakaan. Adalah tempat paling horor kedua setelah toilet. Di perpustakaan ada 2 peraturan mutlak.


Tidak boleh bicara kecuali hal penting, dan harus selalu mengembalikan buku yang dipinjam.


Karena itu aku tidak bisa bicara dengan Deon di perpustakaan atau aku akan diteror lagi. Yang paling menyebalkan adalah penjaga perpustakaannya.


Setiap anak yang datang kesana wajib meminjam buku yang merupakan hal mengerikan nantinya.


Aku masuk kedalam perpustakaan. Berbeda dengan kelas yang panas disini dingin, suasananya enak bahkan untuk tidur.


Kalau bukan tempat ini horor aku pasti sering dateng. Aku menghampiri penjaga perpustakaan


Erna dia ini anak kelas 3. Aku dengar gak ada yang mau mencalonkan diri untuk jadi penjaga perpustakaan.


"Mbak.. Mau balikin buku" Erna menatap ke arahku, "Balikin aja ke tempatnya".


Erna tersenyum ke arahku dan aku merinding.


Aku berjalan sambil membawa tumpukan buku. Di antara rak aku sempat melihat jari sebelum hilang.


Itulah penjaga perpustakaan... Selain Erna dilarang ada yang berisik disini. Karena itu Erna memiliki kuasa penuh di perpustakaan.


Diantar rak itu ada perempuan dengan baju seragamnya yang berlumuran darah dan menutup matanya


Itulah setannya.. Aku berjalan perlahan mencari rak kategori buku ini sambil mencari Deon. Dan benar saja dia sudah membaca buku di sudut


Aku meletakkan buku ini dan menyadari kalau perpustakaan ini cukup ramai. Ada beberapa anak perempuan disini juga anak laki-laki yang bisa dihitung dengan tangan.


Pasti karena kelas kosong. Kelasku belum pernah dapat pelajaran kosong sih, tapi sudah tradisi di sekolah ini untuk memasukan murid yang memiliki jam pelajaran kosong ke perpustakaan.


Aku tahu sih alasannya ya. Cuma gimana ya?


Aku menatap kerah Deon tidak mungkin menyeretnya mengingat ukuran tubuhnya.


Dan aku tidak bisa bicara juga disini. Ya sudah aku terpaksa menyerah saja, aku pergi ke pintu keluar yang sudah ditunggu oleh Erna.


Ahh... Sialan, aku tidak bisa bicara jadi cuma berusaha menariknya untuk minggir


"Kenapa sih? Ngomong aja lah"


Aku mematung nih anak memang sengaja apa gimana sih "Masuk bawa buku masa keluar ga bawa buku sih. Nih kebetulan aku megang buku, kamu bawa ya".


Yang dipegang buku kumpulan soal UN aku masih kelas satu tau. Dan aku gak ada niat buat minjem buku dari perpustakaan terkutuk ini.


Suara teriakan terdengar dari kumpulan anak-anak "Ahh... Kelabang" Siswi itu berteriak histeris dan anak disekitarnya berusaha menenangkannya.


Tapi sudah terlambat setan itu muncul didepan muka anak itu dan memegangi kepala anak itu.


Dalam sekejap anak itu hilang dari sana.


Melihat sosok setan itu para siswi langsung berteriak panik. Dari balik rak buku keluar tangan-tangan besar yang berwarna merah menepuk semua siswi yang berteriak tadi.


Dan mereka hilang. Sejujurnya aku ingin pergi dari sini sekarang juga. Tapi Erna pura-pura tidak tahu dan tetap diam disitu.


Menyebalkan... Aku berbalik, mending mencari sendiri buku untuk aku pinjam daripada mengambil buku di tangan Erna.


Aku membawa buku yang menurutku bisa kunikmati daripada buku yang bikin sakit kepala ditangan Erna.


Erna menerima buku itu menandatanganinya di bagian belakang buku "Jangan lupa dikembalikan ya".


Erna masih tersenyum. Aku nya yang tidak, aku keluar dari perpustakaan dan melihat para siswi yang tadi jadi korban setan ada didepan perpustakaan.


Keadaan mereka mengenaskan, beberapa masih tampak menangis beberapa hanya shock terdiam.


Setan itu memang mengerikan sih, apalagi kalau tertangkap. Akan dibawa kedalam mimpi buruk sebelum dilempar keluar perpustakaan seperti mereka ini.


Ada beberapa versi cerita tentang siswi berdarah di perpustakaan. Tapi yang paling menarik adalah dulunya anak itu merupakan penjaga perpustakaan.


Bisa dibilang cuma dia yang ada disana karena dia suka menyendiri. Biasanya dia disana untuk membaca buku atau merawatnya.


Mengingat perpustakaan merupakan tempat yang dibenci semua siswa karena buku.


Beberapa anak nakal mulai tertarik ke perpustakaan karena selalu sepi.


Apalagi yang menjaga cuma siswi itu. Tidak beberapa lama kemudian siswi itu ditemukan meninggal di perpustakaan.


Pelakunya para anak nakal itu. Menurut cerita mereka memukul siswi itu karena selalu menggangu mereka, begitu siswi itu pendarahan mereka pergi dan membiarkan siswi itu meninggal kehabisan darah di perpustakaan itu.


Daripada ceritanya, setannya justru lebih seram menurutku...


#ditunggu kelanjutannya yaa guys.....😉