
Setelah kelulusan para murid kelas 12 tiba, kami bersiap menghadapi ujian akhir semester 2 yang juga merupakan ujian kenaikan kelas.
Jujur saja perkataan Tasya masih terngiang-ngiang di kepalaku. Mengenai akan lupanya kita setelah lulus dari sekolah ini.
Karena hal itu, aku jadi menyelidiki banyak hal termasuk kutukan dan setan yang menyebabkan hal itu.
Sayangnya aku tidak berhasil menemukan apapun, sempat aku bertanya pada setan di perpustakaan sepertinya dia juga tidak tahu apapun.
Selain itu aku jadi hampir setiap hari berada di sekolah sampai malam dengan alasan belajar bersama.
Untungnya guru dan teman-temanku siap membantuku soal itu. Selain urusan penyelidikan aku juga harus menyelesaikan berbagai kutukan yang mengenai siswa malang di sekolah.
Bahkan sampai hari ujian kenaikan kelas tiba aku tidak mendapat petunjuk apapun soal itu. Tapi aku dapat menebak setannya.
Itu adalah setan yang sama yang mengutuk semua murid dan guru untuk tidak pindah dari sekolah atau mengeluarkan murid dari sekolah.
Aku sempat menghubungi Tasya lagi setelah beberapa hari selesainya acara kelulusannya. Aku bergerak cepat karena Tasya akan kuliah di luar kota.
Dan benar saja Tasya hampir tidak mengenaliku hanya merasa aku sempat dekat dengannya saja.
Karena memang aku hanya dekat dengan Tasya hanya soal urusan setan saja. Bahkan Tasya sempat bertanya apa hubunganku dengannya?
Soalnya jelas sekali kalau aku jauh lebih dekat daripada adik kelas ke kakak kelas. Aku hanya mengatakan kalau kita teman yang sering membantu saat ada masalah.
Ujian kenaikan kelas dimulai dan perlakuan pengawas lebih parah daripada ujian semester 1 dan ujian tengah semester.
Saat kami datang ke dalam kelas soal ujian sudah ada di meja guru membuat kami yang sudah datang merasa harus mengerjakan soal sebelum setan guru datang.
Dan tentu saja itu semua sia-sia. Setan guru langsung muncul di meja guru dan menusuk tangan yang berusaha mengambil soal ujian lebih dulu.
Memaksa kami menunggu semua siswa yang belum datang untuk masuk kelas dulu. Setelah semua siswa datang ujian baru dimulai.
Kertas soal dan jawaban yang ada di meja guru langsung muncul di meja semua siswa dan kami semua mulai mengerjakannya.
Yang lebih menyebalkan, ujiannya terus berlangsung tanpa istirahat. Karena semua soal ujian dan lembar jawaban ada di kolong meja guru.
Membuat kami ujian tanpa henti, tanpa istirahat hal itu membuat kami pulang lebih cepat daripada yang lainnya.
Dan seolah belum cukup soal masalah tadi. Keesokan harinya pengawas yang seharusnya mengawas meninggalkan soal ujian untuk 2 hari di kelas.
Memaksa kami untuk maraton lagi di hari itu. Aku sampai mengadu ke bu Siska soal hal ini, dan mendapatkan berita yang sangat mengejutkan.
Ternyata yang mengambil soal adalah setan guru itu sendiri dan dari awal tidak ada pengawas yang masih manusia untuk kelas 2 A.
Jujur saja itu.... Menakutkan untungnya ini ujian terakhir di kelas itu. Semua guru juga berpendapat kalau setan guru lebih kejam kepada guru daripada murid.
Karena itu sudah jadi tradisi umum untuk membiarkan kelas 2 tanpa pengawas untuk setiap ujian.
Kalau begini aku tidak bisa marah atau protes kan? Berkat hal itu hanya memakan waktu 3 hari semua ujian selesai.
Aku serius 3 hari berbeda dengan hari kedua. Hari ketiga benar-benar jadi neraka sesungguhnya.
Setan guru itu langsung menyegel kelas saat kita masuk ke kelas. Memaksa kita mengerjakan soal ujian tanpa tahu waktu.
Semua masih baik-baik saja sampai mata pelajaran ketiga, setelah itu kami mulai depresi di mata pelajaran kelima.
Setelah mata pelajaran ketujuh kami semua lemas, lelah dan lapar setelah itu setan guru mulai berkeliling dan memeriksa kertas jawaban secara langsung.
Memaksa yang belum mengganti soal ujian untuk mengerjakan lebih cepat. Setelah ujian hari itu selesai kami langsung memenuhi kantin padahal saat itu sudah sangat sore.
Berkat itu seluruh teman sekelasku berhenti ke sekolah keesokan harinya. Hanya aku yang hadir disekolah. Yang lucu hal itu malah membuatku dipertanyakan oleh guru disana.
Ya bagaimanapun ujian kenaikan kelas untuk kelasku sudah selesai jadi ngapain aku ke sekolah?
Karena udah di sekolah aku jadi menghabiskan waktu di perpustakaan. Karena aku malas untuk pulang lagi, dan takut dimarahi ibuku saat kembali pulang.
Ya meski begitu keesokan harinya aku tetap dirumah tidak berangkat ke sekolah membuatku dimarahi ibuku hari itu.
Ibuku tidak perduli meski aku bilang ujiannya sudah selesai bahkan sampai ibuku menelpon Bu Siska sebagai wali kelasku untuk mendapat jawaban.
Akhirnya setelah dibenarkan oleh bu Siska aku akhirnya dibiarkan malas-malasan dirumah disisa minggu itu yang mana cuma tersisa besok saja.
Harusnya kemarin aku pulang saja dari sekolah setelah tahu temanku tidak ada yang masuk. Minggu depannya hasil ujian dibagikan yang hasilnya mengejutkan nilai kami semua turun.
Meski masih diatas KKM tapi hampir menyentuh KKM menyedihkan sekali. Untungnya gak ada yang terseret kedalam Nightmare class.
Tapi melihat nilai kita bu Siska sampai shock sebenarnya. Apalagi kami yang menerimanya malah lebih Shock .
Untungnya nilai Raport kita bisa terbilang bagus, jadi orang tua masing-masing gak ada yang marah.
Dan berulang kali memuji sistem pendidikan di sekolah ini. Rasanya aku sampai ingin berteriak 'lebih baik jika kalian saja yang coba sekolah disini biar merasakan bagaimana pendidikan disini'.
Sayangnya aku tidak bisa menyuarakan soal itu karena ibuku ada diantara mereka. Akhirnya hari libur tiba dan aku tetap dirumah.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu hal, bayangan yang terlihat seperti manusia yang ada digerbang sekolah tahun lalu.
Pikiran itu terlintas di kepalaku karena setan di sekolah tidak ada yang keluar dari sekolah kecuali dalam misi tertentu.
Aku bahkan tidak sempat memastikan apa dia itu manusia atau setan. Hal itu membuatku penasaran dan aku langsung pergi ke sekolah setelah jam 6 sore.
Hal aneh terjadi meski jam 6 langit belum gelap sekali tapi daerah disekitar sekolah sangat gelap seperti tengah malam.
Begitu aku mendekati sekolah, seluruh sekolah bersinar merah dan ada seseorang didepan gerbang sekolah.
Memisahkan dia dan setan didalam sekolah. Semua setan di sekolah juga berada digerbang dan tangan mereka mengulur keluar gerbang sekolah seperti berusaha menggapai orang itu.
Dari Sini tidak terlihat jelas orang itu hanya terlihat bajunya yang serba hitam dan rambutnya yang putih.
Orang itu mengayunkan tangannya dan semua setan di sekolah seperti pergi dari gerbang. Tiba-tiba raksasa hitam terlihat didalam sekolah yang tingginya bahkan lebih besar dari sekolah itu sendiri. Kepalanya sampai tidak terlihat dan dia membawa keris besar yang lebih tinggi dari tiang listrik dan juga lebih besar daripada rumah.
Raksasa itu menancapkan keris itu di sekolah tapi letaknya tidak jelas. Setelah itu raksasa itu berubah jadi asap dan keris itu hilang begitu saja.
Sinar merah yang memenuhi sekolah mulai meredup dan pria itu berjalan pergi sambil mengucapkan "3 kelulusan lagi dan semuanya siap" Hal itu membuatku takut lebih takut daripada para setan yang ada disekolah itu.
#apa arti 3 kelulusan?? Apa 3th lagi?? Sabar yaa.....😁