One Thousand School Ghost Stories

One Thousand School Ghost Stories
Bab 13 Setan-setan kecil dan menggangu



Selain beberapa setan mengerikan yang ada diberbagai tempat disekolah ini, ada puluhan setan lainnya yang tidak kalah menyebalkan.


Yaa.. benar - benar menyebalkan. Daripada menakutkan mereka adalah setan yang membuat jengkel.


Bahkan di kelas ini ada 5 dari mereka.


Yang pertama dan paling menyebalkan Setan kabinet. Setan ini selalu berada di lemari, dan korbannya selalu guru.


Sehingga ada 2 tradisi baru di sekolah ini. Yang pertama jika guru pengalaman, dan membutuhkan barang di lemari guru selalu menyuruh murid baris depan untuk mengambilnya terutama laki-laki.


Dan yang kedua adalah lelucon saat guru baru membuka lemari. Kemunculan setan itu tidak menentu sehingga sulit dihindari.


Bahkan meski kita cuma membuka pintu dan tidak berada di depan lemarinya sekalipun belum pasti bisa menipu dia.


"Aldi!!" "HAH?! Guru memanggil?" Aku menelan ludah. Oh ya ada lanjutan dari tradisi pertama. Jika guru gak suka sama suatu murid mereka akan jadi korban untuk membuka lemari.


"Ambilin spidol yang baru di lemari, sekalian tintanya mau ibu isi. Yang ini Udah habis"


Salah satu guru yang aku gak tahu kenapa benci sama aku adalah guru satu ini.


Bu Siska "Bu emang harus banget aku ya?"


"Ibu maunya kamu. Udah cepet ambil banyak banget alesannya"


Dasar guru menyebalkan. Oh ya kalian pasti bertanya kenapa tidak diletakkan diatas meja saja atau tempat kecil yang bisa diletakkan dimeja.


Setan itu nanti akan kuceritakan. Sekarang aku berada di bagian ujung kiri depan kelas dimana ada lemari disini.


Aku langsung membuka lemari dan menghela nafas. Tidak ada untung sekali, kesimpulanku terlalu cepat.


Karena tiba-tiba 4 tangan muncul memegang kepalaku dan muncul 4 kepala orang yang berteriak didepan mukaku.


Aku sampai terpelanting kebelakang karena berusaha melepaskan diri. Setan itu sudah hilang dari dalam lemari.


Dasar setan sialan!!!! Aku menendang lemari dan ditertawakan satu kelas bahkan bu Siska juga tertawa.


Aku kembali ketempat dudukku dan menyadari hp ku diatas meja beserta buku dan alat tulisnya hilang.


"Rizal.... Kamu tahu kemana semua benda diatas mejaku bisa hilang?" Rizal menatap bingung ke arahku.


"Memang ada benda disitu?" Aku menatap teman kelas lainku yang secara serempak menggelengkan kepala.


Ahh... Lagi-lagi setan satu ini adalah setan yang ingin kutangkap dan kuhajar sumpah...


Setan ini disebut setan kolong meja, disekolah ini meletakkan sesuatu di kolong meja akan membuat setan ini marah.


Tapi..... Meletakkan sesuatu diatas meja akan membuat setan ini menyembunyikannya. Aku sudah pernah melihat wujud setan ini waktu kelas di malam hari (Lihat kembali ke bab 9).


Biasanya jika mengacuhkannya benda yang diatas meja akan kembali jika kita meminjam benda serupa dari orang lain.


Tetapi hpku juga hilang... Arghhh... Menyebalkan, aku duduk di bangku ku dan menghela nafas "mungkin nanti di kembaliin Aldi".


"Aku gak yakin soal itu Rizal" Aku membungkukan badanku ke kolong meja memeriksa disana sambil bersiap kena Jumpscare.


Aku serius biasanya "Arghhh...." Aku terpelanting dan kepalaku mengenai meja dibelakangku.


"Sakit setan sialan!!! Keluar kamu!!" Waktu aku memeriksa kolong meja muka setan itu yang setengah muncul dan kedua tangannya menarik kepalaku.


Setelah membebaskan diri kepalaku mengenai meja dibelakangku.


Aku mengacuhkan barang-barang diatas meja yang sudah kembali. Sakit sekali sumpah.


Kelas kembali berlangsung dan kami mencatat materi yang ditulis di papan tulis.


Nah itulah setan berikutnya, si perusak tulisan.


"Bu itu benar materinya bu?" Suara Nabila membuat bu Siska melihat tulisan yang ditulisnya.


Aku ingin menceritakan tulisan itu tapi sungguh memalukan. Aku hanya bisa menahan tertawa, tulisan itu menceritakan betapa kesepiannya kehidupan perempuan single.


"Ahhh... Setan menyebalkan" Bu Siska menghapus tulisan itu dan kembali menulis lagi.


Tentu saja tidak bagi guru yang menulis di- "Aldi" "Hah? Kenapa Bu guru?" Bu Siska tersenyum.


"Nih kamu tulis di papan tulis" "Aku lagi?" "Habisnya kamu ngetawain ibu di belakang"


Ya aku ralat setan itu juga menyebalkan bagiku.


Berulang kali aku menulis ulang karena setan ini benar-benar menyebalkan. Berikutnya ada


"Kyaaa...." suara teriakan itu terjadi bersamaan dengan hp yang menghantam dinding di bagian depan.


Hampir mengenaiku "DEA berapa kali ibu bilang jangan main hp di kelas?" Bu Siska aja frustasi soal itu.


Ya itu setan keempat. Pengawas kelas, jika jam pelajaran berlangsung siapapun yang main hp di kelas itulah yang akan terjadi padanya.


"Maaf bu habis hp Dea bunyi" aku cuma bisa menepuk jidat aja deh dikelas ini.


Dan setan terakhir Murid tanpa wujud.


Di kelas ini ada 16 bangku untuk siswa dan satunya kosong (Ada yang familiar?) Bangku itu bukan tanpa alasan tepatnya sih tidak ada alasannya.


Karena kelas ini meski disediakan bangku dan meja yang sama jumlahnya dengan siswa di kelas ini.


Bangku dan meja itu selalu muncul dan bergabung dengan kelas ini. Berbeda dengan keempat setan lain yang mudah untuk bertemu dengan mereka.


Setan yang itu sangat jarang menggangu kecuali ada orang yang dengan sengaja duduk disitu.


Yang duduk disana akan histeris sepanjang hari ya meski sekarang tidak ada yang mau mencobanya.


Katanya jika melihat setan itu dari bawah meja akan terlihat wujudnya. Aku tidak tahu siapa yang menye-


"Aduh!!!" "Aldi kamu kebiasaan bengong waktu dikelas. Bukanya nyatet nanti kamu lanjut nulis lagi nih".


Bu Siska itu ada dendam apa sih sama aku?


"Bu saya capek habis nulis dipapan tulis. Masa harus nulis lagi di buku?"


Bu Siska mengabaikan protesku "Itu deritamu. Pokoknya nanti bakal ibu periksa yang gak nulis pelajaran ibu gak bakal selesai"


Seluruh kelas langsung histeris. Itulah sikap semena-mena guru yang merupakan mata pelajaran terakhir menjelang istirahat dan pulang sekolah.


Dengan terpaksa aku menulis di buku "Aldi ambilin penghapusnya tadi!" Ya tadi aku dilempar dengan penghapus papan tulis.


"Zal kamu lihat penghapusnya ga?" Dan sekarang penghapus itu hilang. Aku gak mau ketemu setan kolong meja lagi.


Aku mencari sampai di kolong bangku ku, tanpa sengaja aku melihat setan di bangku ke 16 dan dia pernah kulihat di kelas malam.


Setan itu wanita dengan tali tambang yang mengikat dilehernya tanpa kaki dan tangan.


Ternyata dia juga ada ya di kelas siang.


Aku mengambil penghapus itu yang ada di kolong meja Rizal dan memberikannya pada bu Siska.


"Nih tulis lagi" aku menatap bu Siska jengkel "Bu saya belum nulis nih catatan itu. Masa udah harus kuhapus?"


"Yasudah cepetan nulis. Nanti gak istirahat loh"


Bu siska hanya tersenyum padaku dan aku semakin kesal melihat jam yang 10 menit lagi istirahat.


"Arghhh... Rizal tulisin nanti" "Siap Aldi" Setelah mendengar jawaban Rizal aku menghapus tulisan di papan tulis dan kembali menulis berulang kali. Akhirnya kelas kita tidak istirahat karena pelajaran Bu Siska. Memang menyebalkan..


#sabar yaa Aldi 😁


تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ*


*_Taqabbalallaahu Minna wa Minkum_*


*Mohon dimaafkan atas salah dan khilaf 🙏🏻💕