One Thousand School Ghost Stories

One Thousand School Ghost Stories
Bab 16 Melepas kutukan Rizal (1)



Sekolah berlangsung seperti biasa, belajar biasa, diteror seperti biasanya tapi setelah bel pulang sekolah.


Aku dan Rizal masih tetap disekolah. Aku memutuskan hal ini, menuntun Rizal yang buta selama disekolah itu menyebalkan.


Karena jika melewati tempat yang notabennya ada penunggunya. Yang kena aku bukannya dia, bahkan setan perpustakaan mengusirku kalau aku membawa Rizal.


Masalahnya adalah setan yang mengutuk Rizal ini. Ada 2 jenis setan yang akan mengutuk orang membuatnya buta.


Wanita tanpa mata atau Guru olahraga. Keduanya akan mengutuk orang yang melihatnya.


Tapi cara mengatasi kutukannya berbeda, dilihat dari cara penyelesaiannya Wanita tanpa mata adalah yang termuda.


Cukup mencari kedua mata wanita itu didalam lab biologi pada malam hari di sebuah ruangan dengan ribuan mata.


Tapi yang kedua sulitnya bukan main. Untuk melepas kutukan dari guru olahraga perlu mencari 10 wanita dan 3 pria yang merupakan korban dari guru itu.


Setelah mendapatkan saksi dari mereka dan guru itu, setelah itu bertahan dari serangan guru tersebut sambil terus membacakan perbuatannya dan juga penderitaan korbannya.


Tidak perduli apa yang terjadi, pembacaan laporan itu tidak boleh sampai berhenti sama sekali.


Karena itu aku menanyakan pada Rizal dimana dia kena kutukan itu. Jawaban yang Rizal berikan adalah di gudang dokumen di ruang guru.


Ini jelas kutukan guru olahraga. Kutukan wanita tanpa mata hanya didapatkan di lantai 2 di ujung lorong yang berseberangan dengan lab biologi yang sekarang dikunci.


Untuk itu aku pergi ke perpustakaan yang untungnya selama Rizal duduk diam aku tidak akan diusir.


Bukan itu saja, setan perpustakaan memberikanku beberapa dokumen yang berhubungan dengan kejadian ini.


Dan aku menemukannya tragedi itu disebut 7 bulan dan 13 tragedi pada 7 jam. Ada 10 wanita yang meninggal semuanya merupakan korban kekerasan dan pemerkosaan.


Dan juga 3 pria yang meninggal sebagai korban pembunuhan. Aku mencari tahu sedikit dan aku terkejut saat mengetahui informasi yang berbeda dari yang kutahu.


Aku menatap setan perpustakaan "Kamu juga korbannya kan?" Suara petir terdengar menggelegar


Bersama dengan suara pintu perpustakaan yang didobrak terbuka "Sial. RIZAL SEMBUNYI!!! Kumohon bantu aku".


Setan perpustakaan cuma menunjukkan buku dan menempelkan telapak tangannya ke buku itu. Dalam sekejap buku itu memiliki telapak darah.


Meski begitu buku itu kembali bersih. Apa aku harus mencari sebuah buku? Tiba-tiba setan gendut besar muncul di punggung setan perpustakaan.


Aku sempat melihat setan perpustakaan gemetar, tangan-tangan raksasa muncul dari rak yang langsung menyerang setan gendut itu.


Dengan sekali hempasan tangannya, semua tangan itu hancur. Setan gendut itu menyeret setan perpustakaan ke sebuah ruangan.


Setan perpustakaan terus meronta tapi tidak bisa melakukan apapun. Dan keduanya hilang didalam ruangan itu.


Aku cuma punya waktu sedikit. Inilah alasannya kenapa ini sulit. Kupikir cuma perlu mencari setan yang jadi korban saja.


Tapi ternyata aku juga perlu mencari buktinya dan tentu saja dikejar dia juga. Kalau gagal aku akan buta dan bisu selama disekolah.


Aku langsung mencari buku di sudut-sudut perpustakaan. Tidak mungkin kejadian kriminal itu dilakukan di depan perpustakaan.


Suara pintu yang didobrak terdengar lagi. Setan gendut itu keluar dan melihat ke arahku, setan itu bergerak cepat ke arahku.


Aku langsung melompat ke depan dan menghindari tangkapan setan itu.


Setan itu memiliki 2 skill gerakan Flash dan Blink. Flash adalah gerakan cepat ke depan tanpa bisa berhenti


Sedangkan Blink adalah telerpotasi kebelakang target yang kumaksud adalah aku. Cara menghindari kedua ini adalah melompat menghindar.


Ya kalau aku tertangkap aku akan mengalami kutukan juga. Intinya aku berputar-putar sambil mencari buku yang dimaksud setan perpustakaan.


Setelah beberapa menit aku berhasil menemukan buku itu. Buku itu mengeluarkan darah dan di cover buku itu ada telapak tangan berdarah.


Aku membawa bukunya dan lari keluar dari perpustakaan. Setan itu muncul dibelakang punggungku dan memukul punggungku dengan sesuatu membuatku jatuh ke depan dan kesulitan berjalan.


Setan itu malah tertawa seram seperti menikmati penderitaanku. Dengan keadaan seperti ini, aku mencari kelas yang salah satu muridnya jadi korban dia juga.


Begitu aku masuk ke kelas yang kutuju, yang isinya semuanya setan perempuan. Aku mencarinya ada 1 persamaan dengan semua setan wanita yang jadi korban setan ini.


Semuanya memiliki ciri tangan berdarah. Aku menemukannya, setan siswi SMA dengan kepala yang berdarah dan 8 tangan merah yang keluar dari punggungnya menutupi bagian depan tubuhnya sementara tangan setan itu menutupi dadanya.


Setan gendut itu sudah didalam kelas dan menatap ke arahku. Padahal aku masih di pintu kelas.


Tapi setan itu malah menuju ke setan siswi itu.


Setan itu belum menunjukkan buktinya lagi, aku berlari kesetan itu tapi sudah terlambat karena setan gendut itu sudah menangkap tangan setan wanita itu.


8 tangan darah di punggung setan itu menyerang setan gendut tapi hanya ditepis olehnya.


Setan siswi itu meronta. Jika aku tidak dapat petunjuknya semuanya akan susah, aku mengambil kursi dan kulemparkan kearah setan gendut itu.


Kursi itu hancur saat menghantam kepala setan gendut itu membuatnya melepas setan siswi itu dan menatap ke arahku.


Setan siswi itu berlari keluar kelas sambil memperagakan sesuatu ke arahku. Tangannya menggambarkan persegi, kemudian ditempelkan ditelinga, dan dia menunjuk ke lemari sebelum pergi keluar kelas.


Setan gendut itu malah mengejar setan siswi yang pergi keluar kelas. Aku langsung ke lemari di bagian depan kelas yang ternyata dipenuhi dengan handphone jenis lama, beberapa kertas dan buku.


Aku mencari-cari diantara handphone itu dan menemukan handphone nokia versi lama dengan tombol yang dipenuhi darah.


Aku merasa ini dia. Aku keluar kelas dan setan gendut itu kembali muncul mengejarku. Aku berlari kearah gudang olahraga, tidak sengaja aku melihat kearah gerbang dan melihat 2 bayangan yang bukan setan ada digerbang.


Apa itu manusia? Aku tidak punya waktu untuk ini. Aku terus berlari mengabaikan apapun itu yang ada digerbang.


Aku sampai di gudang olahraga, aku mencari ditumpukan kardus dan diantara rak. Aku menemukannya setan di gudang olahraga.


Setan ini merupakan siswi SMA dengan mata yang mengeluarkan air mata darah dan baju yang merupakan tangan-tangan berdarah.


Melihat ke arahku, setan itu menarik bajuku dan menunjuk ke sembarang tempat. Setan gendut muncul dan memukulku sampai ke seberang ruangan.


Dan menarik setan siswi itu. Tangan-tangan darah setan siswi itu tidak bisa menghentikannya sama sekali.


Aku mencari di beberapa tempat yang tertutupi sesuatu dan menemukan baju seragam yang robek bagian depan dan diwarnai dengan darah.


Aku berbalik dan melempar setan gendut itu dengan raket badminton sebelum berlari keluar dari sana. Malam masih panjang dan aku masih harus bermain disini.


#malam guys.... Maaf baru bisa up😁🙏🏻