One Thousand School Ghost Stories

One Thousand School Ghost Stories
Bab 21. Masalah baru



Sesi kelas awal tidak terlalu berat karena cuma perkenalan dari jadwal mata pelajaran dan segala organisasi kelas.


Selain beberapa kali temanku teriak karena wajah mengerikan muncul di Handphone tidak ada hal lain yang terjadi. Paling tidak sampai jam istirahat.


Saat bel berbunyi aku dipanggil ke ruang guru yang langsung membuatku mendapat firasat tidak enak.


Di ruang guru duduk 3 orang yang menurutku anak kelas 1 yang baru "Bapak memanggil saya?"


Guru menatap ke arahku "Iya Aldi, bisa bantu sedikit" Aku menatap ke tiga orang itu, yang satu seperti gejala buta.


Yang satu tidak sadarkan diri dengan mata yang terbuka, dan yang terakhir satu-satunya siswi meringkuk menutupi wajahnya.


"Bisa jelaskan dulu ada apa pak?" Kalau yang buta aku harap tidak sulit, masalahnya yang tidak sadar dan siswi itu yang aku tidak tahu gejalanya.


"Mereka anak kelas 1 SMA IPA, apa ini saja sudah cukup?" Guru menjawab seadanya saja.


"Tentu saja tidak. Setan disana tidak kalah banyak dengan gedung SMA IPS. Paling tidak beritahu jam terakhir mereka sebelum seperti ini dan tempat terakhir mereka"


Apa di lantai dasar? Tempat kelas 1 berada, kalau begitu kenapa dia bisa bertemu dengan perempuan tanpa mata di lab kimia yang berada dilantai 3?


Atau guru gendut? Seingatku setan itu tidak berkeliaran di gedung SMA IPA. Masalahnya yang 2 lagi aku tidak tahu setan macam apa.


Setelah mengobrol cukup lama aku dapat sedikit informasinya. Untuk yang tidak sadarkan diri, Dia ditemukan didepan ruang komputer sedangkan yang wanita ditemukan di ruang kelas 2 didalam lemari sedang menangis.


Sedangkan yang buta jatuh dari tangga.


Anehnya kenapa tidak ada yang sadar sampai jadi masalah. Untungnya tidak ada masalah di gedung IPS. Pak Guru cuma bisa memijat kepalanya sambil memikirkan masalah ini.


"Kalau bisa Aldi selesaikan hari ini juga. Kalau ini tersebar bisa-bisa sekolah berhenti menerima murid baru dan mereka bisa terancam nyawanya"


"Untuk yang buta, dia cukup datang aja saat malam minimal jam 7. Masalahnya 2 lainnya aku tidak tahu soal ini, waktu aku masih kelas 1 gak pernah ada masalah seperti ini"


Guru cuma bisa menghela nafas saja "begitu ya. Bahkan kamu juga tidak bisa menyelesaikannya ya"


Aku memperhatikan mereka "sulit karena harus mencari informasinya dulu, untuk yang tidak sadarkan diri ini aku bisa menebaknya. Bagaimana di kelas apa dia tetap seperti ini?"


Sekolah terkutuk yang mementingkan nilai membuat murid tidak bisa belajar dikelas sama sekali? Pasti tidak mungkin kan


"Karena proses belajar mengajar belum dimulai, aku tidak tahu bisa atau tidak dia ikut kelas. Tapi setelah ditemukan perilakunya kaku seperti robot. Kembali ke kelas diam saja saat istirahat serta mengikuti perkataan guru. Jadi mudah dibawa kesini tapi ya seperti ini tidak bisa diajak bicara" Guru menjawab sambil menatap anak yang tidak sadarkan diri.


Ruang komputer ya, berarti aku harus kesana.


Setan diruang komputer ada 5 tapi yang bisa menyebabkan ini ada 2.


Satu game terkutuk dan yang satunya penculik jiwa. Aku harap yang kedua saja sih, untuk yang penculik jiwa cukup mencari jiwa yang disembunyikan setan pencuri itu saja.


Tidak dibatasi waktu bisa siang atau malam, kalau malam akan lebih susah saja. Tapi setan pencuri jiwa itu akan menukar jiwa yang dicuri dengan setan itu.


Harusnya tidak akan seperti ini.


Nah masalahnya yang siswi ini "Yang perempuan bagaimana? Aku harus tahu dulu masalahnya baru bisa memikirkan ide menyelesaikannya"


Setelah berbicara cukup lama akhirnya siswi itu mengangkat kepalanya. Aku kaget melihatnya, rasanya seperti aku tidak bertemu orang melainkan setan.


Wajah siswi itu hancur seperti meleleh bahkan bibirnya sebelah terkelupas hanya memperlihatkan giginya saja.


"Astaga wajahmu kenapa?" Pak Guru panik melihat wajah siswi itu. Bagaimana tidak, wajahnya jadi seperti itu saat disekolah.


"Untungnya aku sudah tahu akar masalah ini. Mungkin bisa cepat diselesaikan" Pak guru menatap ke arahku.


Tapi ini kan cuma sementara, hanya disekolah saja dia seperti ini. Pelaku dari ini adalah pencuri kecantikan.


Ada ceritanya soal itu. Dulu ada siswi paling cantik disekolah ini, sampai banyak siswa yang suka sama dia.


Meski begitu sifatnya tidak seindah wajahnya dia terkenal sombong dan angkuh, suatu hari ada siswi pindahan yang lebih cantik, pintar dan baik daripada dia.


Membuat siswi ini iri karena itu dia berniat mencelakai siswi itu dengan cairan di ruang kimia.


Tapi sialnya cairan itu malah mengenai wajahnya merusak wajahnya dan membunuhnya seketika.


Setan ini akan mencari siswi yang berparas cantik dan mengambil wajahnya untuk bersekolah saat malam hari.


Cara untuk menyelesaikannya tidak susah cukup mencari setan yang memiliki rupa sama seperti siswi ini dan biarkan siswi ini bersama setan itu pada malam hari di satu ruangan.


Otomatis wajahnya kembali tertukar lagi. Masalah yang membuatku pusing adalah yang tidak sadarkan diri ini.


Aku yakin ini karena game terkutuk. Game ini akan terbuka di komputer ke 7 di ruang komputer.


Mereka yang melihat game ini akan terkurung didalam game yang mengharuskan mereka menyelesaikan game itu untuk lolos.


Meski sama seperti kutukan yang lain dimana kutukan ini akan lepas setelah keluar dari sekolah.


Menderita didalam game itu akan membuat mental orang yang terperangkap akan hancur


Setelah membicarakan soal ini kepada guru.


Aku pergi keruang komputer. Semua komputer dalam keadaan mati tidak ada yang menyala.


Inilah yang merepotkan..


Aku mencabut listrik utama yang menghubungkan semua stop kontak untuk setiap komputer.


Satu komputer menyala, sejujurnya sulit menemukan komputer mana yang ada game itu.


Soalnya game itu tidak bisa dicari sebagai software.


Meski berhasil ketemu komputernya, game itu tidak akan bisa ditemukan atau dibuka. Karena memang tidak ada.


Hanya satu caranya untuk menemukan game itu. Memastikan semua komputer tidak bisa menyala semua


Komputer yang langsung menyalalah dimana game itu dibuka. Aku berjalan ke komputer ketujuh jika dihitung dari belakang.


Kalau dari depan ini yang keempat. Di monitor ada tampilan game pixel dengan latar berdarah dengan tipe tembak-tembakan third person.


Tempatnya seperti labirin dimana yang dilihat dari atas. Aku duduk di kursi sambil memperhatikan monitor.


Karakter game mati dan kembali dari awal lagi.


Awalnya terlihat seperti game biasa, tapi setelah pelurunya habis. Karakter didalam game cuma bisa berlari sampai menemui jalan buntu dan dimakan monster disana.


Kalau diperhatikan sepertinya mekanis reload atau isi pelurunya yang bermasalah ya. Mengingat ini sekolah berarti ada hubungan dengan pelajaran kan?


Sudah cukup melihatnya saatnya menolong anak itu. Aku menyentuh monitor, dan tentakel darah keluar dari monitor mengikat tanganku dan menarikku kedalam layar...


#bagaimana nasib Aldi?? Stay tune yaa guys... 😉