One Thousand School Ghost Stories

One Thousand School Ghost Stories
Bab 4 Petak umpet mematikan



Alvin memperhatikan ku "Baguslah sisa 2 orang lagi. Kita harus mencari ke 2 orang yang tersisa dulu"


Alvin mengacuhkan ku, "Hei.. Aku minta penjelasan disini! Kalau aku tidak tahu apa-apa, aku tidak mau kerja sama."


"Akan ku jelaskan nanti" Alvin mengatakan itu sambil pergi ke kelas lain dan membuka pintunya.


Alvin menutup pintu ketiga dengan kesal "Di lantai 1" Setelah mengatakan itu Alvin berlari ketangga


Tiba-tiba langit langsung gelap dan sudah malam hari "Terlambat. BERKUMPUL!!" Alvin berteriak membuat kami terkejut


Tapi kami tetap berkumpul "Dengar, selanjutnya kita akan bermain game dengan setan itu. Di game itu setiap orang harus memasuki 1 kelas diantara ketujuh kelas. Tidak boleh ada lebih dari 1 orang didalam kelas, kalau tidak dia akan muncul disana, selain itu jangan bersuara. Dari yang kudengar setan ini bisu dan buta selama kalian tidak bersuara kalian tidak akan ketahuan


Masalahnya setan itu bisa mendengar suara nafas dan detak jantung kalian."


Aku mengangkat tangan "Kalau salah satu dari kami tertangkap?" "Kita harus bertahan 7 jam. Jika berhasil bertahan kita akan selamat dan kembali ke sekolah. Tapi kalau tertangkap tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi"


Kami menelan ludah. Sumpah setelah berhasil selamat aku akan memaksa untuk pindah sekolah meskipun aku harus hidup di jalanan.


Terlalu berat untuk bermain dengan nyawaku sebagai taruhannya. Suara teriakan dari lantai satu mengejutkan kami semua.


Alvin berlari lebih dulu kebawah, aku menyusulnya. Aku terdiam memperhatikan apa yang ada di lorong itu.


Guru dengan kemeja putih berdarah memegang parang di tangan kanan. Dan.... Omong kosong dengan bisu dan buta.


Setan itu tidak punya kepala. Setan itu menarik kaki anak yang tertangkap, bukan salah satu dari kita


Berarti 2 anak yang tersisa itu "Mundur.... Sudah terlambat untuk melarikan diri dari sini. JANGAN SAMPAI TERTANGKAP!!"


Alvin berlari lagi kelantai 2, aku yang masih bingung apa yang terjadi dikejutkan teriakan anak itu.


"Jangan... Kumohon jangan... Tidakkkk..." Aku langsung berbalik pergi saat parang setan itu mengayun kearah anak itu.


Aku sudah mulai lari saat suara anak itu hilang. Aku berlari di lorong, tidak mungkin ke lantai 2 pasti ketiga kelas itu sudah ditempati Alvin dan kedua orang yang bersamanya.


Aku harus bersembunyi di empat kelas di lantai 1. Dari empat kelas, satu pasti diisi orang terakhir.


Jika aku salah menempati kelas bersama dia pasti akan celaka.


Aku berhenti saat melihat setan itu di depanku tidak jauh dari tangga. Kenapa bisa dia ada di...


Jangan-jangan lorong ini berbentuk lingkaran yang saling menyatu.


Jika aku terus lari ke depan, aku akan tiba di belakang setan itu. Tubuh setan itu mulai berputar ke arahku.


Aku langsung masuk ke kelas di sampingku dan bersembunyi di bawah meja. Tenang... Aku harus tenang.


Jika setan itu bisa mendengar semuanya dengan mudah berarti bersembunyi tidak bergerak adalah hal yang mustahil.


Aku memperhatikan kelas ini yang berbentuk persegi. Jika aku bersembunyi di barisan terdekat dengan pintu keluar, Kemungkinan ketahuan setan itu meningkat tinggi. Jadi aku harus bersembunyi di barisan terjauh dari pintu masuk.


Baris kedua dan ketiga masih berbahaya. Jika dia terlalu cepat aku hanya bisa mati ditangannya.


Aku langsung berlari ke bawah meja pertama barisan terjauh dari pintu masuk. Pintu didobrak kencang,


Aku hampir berteriak kalau tidak ku tutup mulutku. Setan itu berjalan perlahan ke arahku, benar ke arahku.


Dari awal ini bukan petak umpet melainkan kejar-kejaran. Ahhh... menyebalkan, aku harus apa?


Aku berjalan jongkok diantara meja dan kursi.


Setan itu tetap berjalan santai, dan dia sudah sampai di barisan terdepan.


Aku sudah sampai di baris ketiga. Aku terus berjalan tanpa melihat kebelakang, sampai aku tiba di barisan terakhir.


Setan itu sudah di baris ketiga sedangkan aku kelima. Aku tidak percaya diri untuk lari begitu saja.


Bagaimanapun dia itu setan. Jika dia sangat cepat bukanya aku akan tamat? Menyebrang diam-diam juga sulit.


Aku berada di ujung dan bersiap menyeberang ke baris di depanku. Rencanaku kalau ini berhasil aku cukup terus menyeberang sampai di baris terdekat dengan pintu.


Dengan lewat bawah meja sampai ke depan pintu dan langsung keluar. Aku mengingat pelajaran penjaskes, cuma itu yang bisa kulakukan.


Roll depan... Aku melompat dan roll depan ke bawah meja, aku kaget sampai hampir berteriak


Karena setan itu menghantam dinding diujung barisan.


Tubuhnya menghadap ke arahku. Aku langsung bergerak dibawah meja menuju ke barisan terdepan.


Kali ini aku bergerak secepat mungkin sampai ke baris terdepan. Hanya saja setan itu sudah di baris ketiga.


Aku bersiap roll depan lagi ke seberang. Tapi setan itu tiba-tiba muncul ditengah-tengah dan hampir menangkapku.


Aku kembali bergerak ke baris belakang. Setan itu pintar!!! Jika aku langsung ke seberang, pasti akan tertangkap.


Aku bergerak lagi kebelakang... Tadinya aku ingin bergerak membentuk ular tapi setan itu sepertinya tahu rencanaku.


Aku kembali ke barisan terujung dan mengawasi setan itu yang bergerak ke arahku. Aku kepikiran satu ide. Masalahnya kalau tertangkap selesai sudah.


Begitu setan itu sudah dekat aku langsung bergerak ke barisan paling depan. Roll ke barisan selanjutnya, dan terus menyeberang tidak perduli berapa kali setan itu hampir menangkapku. Aku langsung keluar dari kelas dan masuk ke kelas lainnya.


7 jam bermain seperti ini? Aku akan mati terkena serangan jantung duluan. Ada suara dipojokan kelas.


Yang ternyata merupakan anak perempuan. Siswa ketujuh kalau ada 2 anak di satu kelas berarti..


Aku jatuh terduduk melihat setan itu sudah dibelakang punggung anak perempuan itu.


Anak itu melihatku dan menyadari sesuatu dibelakangnya dan menoleh.


Aku berlari keluar kelas bersama dengan teriakannya. Aku masuk ke kelas lain dan menunggu di barisan terjauh dari pintu.


Setan itu muncul di pintu masuk. Apa cara yang sama akan berhasil? Sepertinya kali ini aku akan tamat


Setan itu masuk kedalam dan langsung berjalan ke arahku. Aku langsung ke baris belakang dan langsung menyeberang, tapi aku menabrak sesuatu.


Tangan setan itu menangkap leherku dan menekannya kebawah. Aku cuma bisa melihat keatas ke arah parangnya yang menusuk ke arahku..


dan semuanya langsung gelap. Aku menghirup nafas dalam-dalam menyadari kalau aku ada didalam kelas.


Sejak kapan aku ketiduran? Seingatku aku kesini mau ambil HP dan aku ketemu Alvin dan 3 orang dilantai 2.


Setelah itu aku tidak ingat apa-apa. Apa yang terjadi?


#penasaran ga??😁😁