
Aku menemui kepala sekolah yang memang masih ada di kantornya, kepala sekolah sedang merapikan berkas dan bersiap untuk pulang.
Begitu aku membuka pintu setelah mengetuknya, kepala sekolah melihat ke arahku..
"Kenapa kamu kesini? Aldi, ada kutukan atau masalah?"
"Ya, ada yang ingin saya tanyakan soal kutukan di sekolah ini"
Kepala sekolah duduk dan mempersilahkan aku untuk duduk di sofa.
"Kutukan sekolah ini? Yang mana? Kan banyak kutukan yang mengikat sekolah ini"
"Yang paling utama, kutukan yang mengikat guru dan murid disekolah agar tidak pergi kesekolah lain, dan juga kutukan yang akan menghapus ingatan setelah lulus dari sekolah ini."
"Kalau soal itu aku tidak tahu apapun" Mendengar jawaban kepala sekolah membuatku bingung.
"Bapak tidak tahu apapun? Bukanya bapak kepala sekolah?"
Kepala sekolah menghela nafas
"Meski aku menjabat sebagai kepala sekolah, bukan berarti aku tahu semua tentang sekolah ini kan? Baru 10 tahun aku jadi kepala sekolah disini. Bahkan aku sendiri tidak tahu kapan sekolah ini dibangun."
Aku terdiam, itu benar juga. Dari yang kutemukan sekolah ini berdiri lebih dari 20 tahun lalu, tapi sudah ada jauh lebih lama.
Bahkan ada peta dan denah sekolah yang sudah terlampau tua bahkan lebih tua dari umur ibuku.
Tapi lucunya tidak ada buku atau dokumen soal sekolah ini sama sekali. Aku sudah sering ke ruang kepala sekolah untuk mencari tahu soal ini.
Terutama tentang ribuan cerita hantu disini. Yang jelas kalau itu semua nyata akan perlu puluhan tahun untuk terkumpul sebanyak itu.
Tapi anehnya tidak pernah ada berita soal sekolah ini dari dulu. Bahkan aku tidak tahu sekolah ini ada sampai ibu memasukkan aku kesini.
Tidak ada informasi apapun tentang sekolah ini dari internet dan sekolah ini tidak menyebarkan selebaran untuk menerima murid.
Seperti sekolah ini sengaja menutup diri dari masyarakat dan anehnya setiap tahun pasti ada keluarga murid yang kesini untuk mendaftar.
Meski banyak murid disini yang sukses karena prestasi dan sekolah ini dinilai dengan tingkat A.
Tapi sekolah ini tidak melakukan apapun untuk mengiklankan sekolah ini.
Seolah-olah semua orang tua murid disini datang karena diundang atau sudah direncanakan untuk kesini.
"Apa bapak tidak pernah berpikir kalau sekolah ini benar-benar aneh. Maksudku memang sih sekolah ini aneh tapi rasanya seperti tidak berada didunia yang sama. Kalau dipikirkan hampir tidak ada orang asing yang kesini, tapi kalau ada mereka tidak menemukan semua setan yang berkeliaran seolah-olah mereka tidak melihatnya. Dari satu hal ini saja sudah aneh."
Kepala sekolah merapikan semua berkasnya dan memasukkannya kedalam tas, "Kalau soal asal mula maupun kutukan sekolah ini aku tidak tahu apa-apa bahkan Almarhum kepala sekolah yang dulu juga tidak tahu."
Kalau kepala sekolah tidak tahu terus maksud foto kepala sekolah yang ditunjukin sama setan perpustakaan itu apa dong?
"Terus kamu ga pulang? Ga kasian sama temenmu yang terikat dikelas?" Perkataan kepala sekolah membuatku teringat dengan Rizal.
Aku melihat jam yang sudah menunjukkan jam setengah 6.
"Kalau begitu saya pamit ya pak. Terima kasih atas waktunya".
"Ya, hati-hati dijalan" kata kepala sekolah.
Aku keluar dari ruang kepala sekolah dan pulang kerumah. Hari-hari berikutnya cukup sibuk bagiku.
Aku kesekolah dan belajar dikelas dengan konsterasi penuh. Di kelas yang dipenuhi teriakan karena dikejutkan setan disitu.
Saat istirahat seluruh murid dikelasku menghabiskan waktu dengan maksimal tanpa membicarakan apapun soal pelajaran.
Saat pulang sekolah aku menghabiskan waktu satu jam mencari informasi soal kutukan disekolah.
Tidak perduli berapa kali aku tanya pada setan perpustakaan jawabannya selalu foto kepala sekolah meninggalkan pertanyaan yang membuatku bingung.
Masalahnya kepala sekolah tidak akan muncul jika hanya aku sendiri yang berada di sekolah. Tapi mengajak yang lain juga membutuhkan keberanian.
Lagipula resikonya besar kejadian saat insiden gudang masih teringat dikepalaku. Kalau bukan karena bantuan setan perpustakaan kita benar-benar akan hancur secara mental.
Meski luka separah apapun selama disekolah kita tidak akan mati. Tapi ingatan rasa sakitnya akan terus terbayang tanpa henti.
Selain itu ada satu masalah lagi. Bagaimana caranya berkomunikasi? Disekolah ini hanya 2 setan yang bisa bicara Killer teacher dan setan besar yang dulu menyeret aku ke Nightmare class.
Bahkan mereka saja tidak bicara sesuka hati semua seolah-olah sudah diprogram. Hari ini adalah hari dimana aku yang terikat dikelas.
Sambil menunggu semua orang pergi aku memikirkan beberapa hal. Setiap setan disini memiliki kisah horornya masing-masing.
Entah kenapa aku bingung bagaimana kisah horor sebanyak itu tersebar disekolah ini dan tidak ada satupun kejadian disekolah ini.
Padahal jika ada satu saja tersebar aku yakin bisa bertahan selama 1 dekade penuh. Banyak juga kisah yang sangat mengerikan sampai aku sendiri meragukannya kalau itu sempat terjadi.
Badanku bisa bergerak jam menunjukkan jam 6 kurang sedikit. Di jam ini setan belum menggila, aku masih bisa keluar dari sekolah dengan aman.
Tapi aku ingin melakukan sesuatu dulu, karena yang harus kucari setan kepala sekolah. Mungkin jika aku menunggu diruang kepala sekolah aku bisa mendapatkan petunjuk.
Aku langsung turun kebawah dan menuju ruang kepala sekolah. Aku mengambil kunci ditasku, aku sempat meminjamnya saat istirahat.
Membuka kunci pintu dan masuk keruang kepala sekolah. Aku duduk disofa sambil melihat kearah handphone.
Jam 6 sudah tiba tidak ada tanda-tanda apapun disini. Jam 7 suara terdengar dari berbagai benda didalam ruang kepala sekolah.
Jam di ruang kepala sekolah berhenti bergerak saat di jam 7. Suara perempuan terdengar di lemari.
Aku membukanya dan melihat kepala perempuan, tangannya dan kaki dari betis kebawah menempel di lemari.
Tubuhnya seperti menyatu dengan lemari. Melihat ini aku kembali menutup lemari, aku cuma penasaran aja sih.
Di hp sudah jam 8 dan memang sepertinya hantu kepala sekolah tidak muncul. Aku bersiap untuk kembali pulang.
Saat aku membuka pintu gumpalan daging dengan kepala sebesar manusia muncul didepan pintu.
Karena dari dekat aku bisa melihat ternyata kepala manusia itu tidak hanya memiliki satu wajah. Salah melainkan semua gumpalan daging itu wajah.
Ada beberapa yang aku kenal sebagai Almarhum kepala sekolah disini.
Semua mata di kepala itu menatap ke arahku dan benda itu bergerak ke arahku.
Aku mundur memasuki ruang kepala sekolah diikuti benda itu. Benda itu malah menaiki dinding dan menempel di langit-langit sambil menatap ke arahku.
Kenapa aku malah diam? Aku punya urusan dengannya kan?
"Karena bapak kepala sekolah, pasti tahu tentang sekolah ini kan? Aku ingin melepas kutukan sekolah ini, bisa beri aku petunjuk?"
Benda itu bergetar dan jatuh dari langit-langit. Ukurannya tiba-tiba membesar dan makin banyak wajah yang muncul disana.
Saking besarnya sampai setinggi ruang kepala sekolah. Dan aku menyesal menanyakan hal ini, karena dia menutupi seluruh pintu keluar.
Wajah dibagian bawah membuka mulutnya diikuti semua wajah bagian depan. Hal mengerikan terjadi seluruh wajah itu menyatu dan mulutnya jadi sangat lebar dan besar.
Sehingga aku bisa masuk kedalam sana. Tempat yang gelap gulita "Apa aku harus masuk?"
Tidak ada tanggapan, tapi sepertinya aku memang harus kesana. Masalahnya apa aku bisa tetap hidup saat kesana?
Karena aku tidak bisa kembali bukanya lebih baik jika nekat saja? Aku memasuki mulut raksasa itu dan terus berjalan tanpa melihat kebelakang.
Dan seluruh tempat seketika gelap gulita....
#ada yang punya korek gak?😁... wait yaa readers