
Aku mengambil bukunya "terima kasih" Setan itu langsung menghilang. Aku berbalik kearah Erna.
"Baik-baik... kamu boleh keluar" Erna mengangkat tangannya sambil menyingkir. Aku kembali ke kelas dengan buku itu.
Aku kembali ke kelas saat kelas sudah dimulai. Aku langsung duduk dan mengikuti pelajaran, meski pelajaran sedang berlangsung aku tidak bisa fokus.
"Aldi kamu kenapa dari tadi gak memperhatikan?" Aku terperanjat kaget mendengar suara guru.
"Gak itu" guru mendekatiku "Apa yang kamu pegang? Sini ibu mau lihat" tau-tau saja bu guru sudah didepan mejaku.
"Ahh.. Ini buku dari perpus" Bu guru sempat terkejut dan tersentak, tapi tetap mengambilnya.
"Kalau ada apa-apa nanti tinggal dikembalikan"
Aku tidak bisa berkata-kata mendengar perkataan guruku itu "Buku ini... Beneran dari perpustakaan?"
Guru itu bertanya padaku "y...a... sih dari sana"
Aku gak salah kan? Aku dapetnya dari perpustakaan, meski dikasih oleh setan perpustakaan.
"Harusnya buku ini ada diruang arsip. Tapi karena tahunnya udah lebih dari 10 tahunan, harusnya udah hancur. Mujur banget bisa nemu buku ini di perpustakaan. Untuk sementara buku ini ibu pegang dulu, nanti setelah pulang ambil di kantor ya".
Bu guru dengan cepat membawa buku itu saat aku masih memproses apa yang harus kulakukan.
Bahkan dikasih waktu berpikir saja tidak. Pelajaran berlangsung lama sampai membuatku ingin cepat memutar jarum jam saja biar bel pulang terdengar.
"Aldi buku yang diambil bu Siska itu... Buku apa?" Rizal sepertinya sudah berjuang keras untuk tidak bertanya dari tadi.
"Itu buku yang dikasih setan perpustakaan. Aku aja baru mau baca dengan teliti" Rizal terkejut "Dari setan perpustakaan? Kok kamu bisa berhubungan dengan dia sih?"
"Aku juga enggak tahu" Setelah bel pulang sekolah aku ke ruang guru mencari bu Siska. Tapi saat aku sampai disana bu Siska tidak ada. Masalahnya buku itu juga dibawa.
Aku hanya duduk menunggu di ruang guru saja.
"Jadi Aldi, sebenarnya itu buku apa? Bu Siska sudah ngasih tahu bahkan sampai nanya ke Erna tentang buku itu. Katanya Erna buku itu dari..."
Bu Endang tidak melanjutkannya tapi aku tahu maksudnya bagaimanapun Erna ada disana saat setan perpustakaan memberikan buku itu.
"Ya. Itu benar buku itu dari dia, semua itu karena aku terkena kutukan cermin" Bu Endang menatapku dengan wajah bingung.
"Apa hubungannya kutukan cermin dengan data siswa?" Bu Endang menanyakan itu dengan raut wajah yang bingung.
"Aku juga tidak tahu... Buku itu udah diambil bu Siska sebelum aku sempat memeriksa buku itu"
Aku dan bu Endang diam, apa tidak ada cara mencaritahunya ya?
"Mungkin cuma bisa bertanya pada kepala sekolah saja ya" Bu Endang juga setuju usulanku.
Aku dan Bu Endang pergi ke kantor kepala sekolah setelah mengetuk pintu kami diizinkan masuk.
Didalam ternyata ada bu Siska yang sedang bersiap pergi dari situ. "Aldi bukunya sama pak kepala sekolah ya... Ibu permisi dulu"
Bu Siska pergi keluar kantor "Aldi darimana kamu dapat buku ini?" Kepala sekolah bertanya sambil menatap buku itu.
"Kayaknya bapak sudah tahu darimana buku itu? Kalau mau jujur aku juga tidak tahu darimana".
Pak kepala sekolah mengangguk memaklumi hal itu "cuma dia doang sih yang tahu soal ini. Tapi ada apa sampai dia yang tahu semua rahasia sekolah ini memberikan buku ini padamu?"
Aku menceritakan soal yang terjadi padaku kepada kepala sekolah "Ini masalah yang cukup serius Aldi. Cermin terkutuk itu sudah lama ada dari dulu. Masalahnya sulit memastikan kebenarannya, soalnya dulu itu sering dijadikan alasan untuk tidak ke sekolah".
Aku paham sih soal itu. Jika ada alasan yang bagus untuk tidak ke sekolah siapa yang mau membuangnya.
"Melihat buku ini mengingatkanku pada tragedi saat itu". Tragedi? Kepala sekolah melihat isi buku sambil mengatakan hal itu.
"Tragedi macam apa itu?" Kepala sekolah menunjukkan halaman yang dia baca. Di halaman itu tertulis data siswa kelas 11.
Foto yang kepala sekolah tunjukkan merupakan foto dari siswi perempuan berdarah campuran.
"Siswi ini hilang saat jam pelajaran, waktu itu siswi ini pergi ke toilet untuk bercermin dan membersihkan diri. Setelah itu dia tidak pernah muncul lagi. Petunjuk yang ditinggalkannya cuma cermin dan darah".
Kalau ini sekolah normal, mungkin kasus itu cukup menakutiku. Tapi ini sekolah terkutuk, hal normal disini adalah keanehan.
"Bisa saja ulah hantu dan setan kan? Lagipula di sekolah ini hal seperti itu sudah biasa"
Kepala sekolah hanya bisa menghela nafas
"Inilah titik pentingnya. Kutukan dari cermin itu bersumber darinya, cuma dia satu-satunya yang memiliki hubungan dengan cermin"
Aku memikirkan sesuatu "jadi kalau aku berhasil menemukan cermin itu, kutukan yang di tubuhku akan hilang?"
Kepala sekolah mengangguk "Itu benar. Masalahnya, kamu harus mencarinya dimalam hari".
Aku mematung "malam??? Serius harus malam hari?" Kepala sekolah menutup bukunya
"Semua siswa yang mati sebelum lulus terikat dengan sekolah ini dan harus hadir pada malam hari. Termasuk siswi ini, jadi kamu harus menemukan cermin itu pada malam hari juga."
Aku merinding membayangkan di sekolah saat malam hari itu sangat mengerikan. Tapi mengingat saat itu harusnya aku bisa melaluinya kan?
Setelah sedikit membicarakan siswi itu kepala sekolah pergi dari sekolahan ini. Aku mencatat beberapa hal yang harus kulakukan.
Pertama, ke daerah didekat toilet karena kemungkinan cermin itu ada disana. Kedua berhati-hati pada setiap setan dan berusaha melarikan diri.
Yang kedua agak aneh menurutku, seingatku memang setannya banyak hanya saja mereka tidak menggangu sama sekali.
Aku menunggu didalam perpustakaan, karena aku merasa lebih aman saja disana daripada diluar.
Langit sudah gelap, aku mengecek handphoneku dan melihat jam, sudah jam 7.
Aku mengambil nafas dalam-dalam dan mengintip keluar.
Gelap. Tidak ada satupun lampu yang menyala, suasana juga dingin dan mencekam. Juga tidak ada apapun yang terlihat disini.
Perpustakaan dan toilet tidak begitu jauh. Jadi harusnya aku bisa kesana, aku mulai berjalan perlahan kesana.
Saat melewati kelas lampu menyala merah menampilkan belasan setan murid yang menatap ke arahku.
Aku merinding tapi tetap melanjutkannya. Lantai mendadak jadi lengket dan aku tidak mau mengetahui alasannya.
Toilet sudah dekat dan aku melupakan satu hal setan disana yang sekarang berdiri di ujung lorong mengarah ke toilet.
Tiba-tiba setan yang menyerupai wanita gendut itu menghilang dan muncul di depanku. Tangannya yang besar mencengkeram kepalaku dan membantingku ketanah.
Aku memegang tangan itu berusaha melepaskannya. Tiba-tiba tanah tempatku berbalik hilang, dan aku menggantung hanya memegang tangan wanita itu.
Setan itu melemparku dan aku terjatuh. Tubuhku menghantam pintu toilet, aku tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.
Setan itu muncul tidak jauh dariku, setan itu berjalan ke arahku. Sepertinya dia punya dendam padaku.
Badanku sakit dan aku tidak bisa bergerak, tanpa sengaja aku melihat kaca di sampingku dimana ada wanita berkulit pucat menatap ke arahku.
Aku kembali memperhatikan setan itu yang mulai mendekat, tapi wanita yang kulihat dikaca muncul didepan mataku menatap ke arahku dengan tajam dengan matanya yang jernih seperti kaca.
Semua sekitarku kabur dan aku berada didalam ruangan serba kaca sampai ke langit-langitnya dan juga lantainya.
Dimana aku....???
#hayoooo.....dimana dia?😁