One Thousand School Ghost Stories

One Thousand School Ghost Stories
Bab. 27 Berita mengejutkan



Aku memegangi pipi kiriku yang terus mengalirkan darah sambil menatap setan guru berbadan besar itu.


Setan itu mengangkat kepala setan siswa yang kurus kering, melemparnya kedalam gudang dan membanting pintunya.


Hal mengejutkan terjadi, pintu yang sudah tidak memiliki gagang. Kembali memiliki gagang dan langsung terkunci.


Setan guru itu melihatku sekilas dan berjalan pergi sebelum tiba-tiba hilang "Aldi keadaanmu parah" Pak Kris langsung panik melihat wajah dan lenganku.


"Kita ke perpustakaan dulu. Kita harus mengurus Ani, aku pikir dia pasti kelaparan".


"Kamu harus dirawat dulu" Deni berkata melihat keadaanku.


"Nanti juga sembuh, yang penting Ani dulu".


"Tapi gimana caranya kita melewati para setan itu?" Pak Arnold menatap khawatir ke arahku juga.


"Tenang saja, setan perpustakaan akan menolong nanti. Yang penting di perpustakaan diam saja, biar aku saja yang berbicara".


Kami kembali ke luar di depan lorong sudah menunggu setan perpustakaan. Begitu melihat kami, tangan merah raksasa menutupi kami semua.


Saat tangan itu terbuka kami sudah di perpustakaan. Lukaku sudah hilang begitu juga bekas darah di bajuku seolah-olah tidak pernah ada.


Aku membantu Deni membawa Ani ke salah satu meja, aku sudah menyiapkan makanan dan minuman disana.


Begitu mencium bau makanan dan air. Ani langsung memakannya dengan cepat, tidak perduli meski harus tersedak.


Di perpustakaan tidak ada yang berani bersuara, hanya terdengar suara tangan Ani saja. Setelah itu kami semua keluar dari sekolah dan kembali kerumah masing-masing.


Hari berlalu dengan cepat, hari pengambilan raport sudah tiba bersamaan dengan libur sekolah.


Tidak ada wajah yang muram setelah hari ini berakhir, semuanya cerah termasuk aku. Tidak bertemu dengan setan selama 2 minggu merupakan hal yang luar biasa.


Aku dan keluarga memutuskan untuk berlibur merayakan hari ini dan nilaiku yang luar biasa.


Aku merayakan liburanku dengan senang hati tanpa memikirkan apapun.


Sampai semester kedua tiba. Saat aku masuk ke kelas aku terkejut melihat setan yang muncul di sampingku.


Masih aja aku kaget sama hal beginian. Kembali ke tempat duduk dan duduk disitu, setelah menunggu beberapa menit.


Bel masuk berbunyi dan bu Siska muncul.


"Selamat siang semuanya, ibu harap kabar kalian baik-baik saja selama liburan ini. Bakal ada berita mengejutkan dari anak kelas 1 yang mungkin bakal membuat seluruh sekolah gempar"


Berita mengejutkan? "Berita apa bu?" Rizal sudah lebih dulu bertanya "Ini ada hubungannya juga dengan Aldi" Bu Siska menjawab sambil melihat ke arahku.


"Aku?!" Ada hubungan apa aku dengan berita itu? Ini aja hari pertamaku memulai sekolah di semester kedua.


Yang baru kulakukan hari ini hanya masuk kelas dan duduk saja "Iya, kamu ingat anak kelas 1 bernama Ani?"


Pertanyaan bu Siska membuatku sedikit terkejut dan tidak menduganya "Kenapa sama Ani bu?"


Jawaban yang diberikan bu Siska membuat satu kelas atau mungkin sebentar lagi satu sekolah membeku.


"Ani dia pindah sekolah" Apa Ani tidak waras? Aku kan sudah memperingatkannya soal itu


Bagaimana jika hal buruk terjadi.


Suara Rizal memecah kesunyian "Apa sekolah memberi izin soal itu?" Pertanyaan Rizal membuatku menatap kearahnya.


Rasanya seperti mendengar 'Apa kalau mau pindah nanti sekolah akan memberikan izin?'


Ada kutukan dan setan disini, jika izin itu diberikan dengan mudah hanya perlu 1 tahun kurang sebelum sekolah ini ditutup.


"Tentu saja tidak. Jika bukan wali Ani yang memaksa untuk pindah dari sekolah bahkan menggunakan media, tidak mungkin kami membiarkan satupun murid keluar dari sekolah ini."


Jawaban bu Siska terdengar egois tapi itu hal normal disini, ada kutukan yang mempengaruhi guru juga. Mereka sama seperti kita yang juga takut akan hasilnya nanti.


Tapi meski begitu, berita itu membuat seluruh kelas jadi canggung dan tidak nyaman. Mereka semua sudah lama merasa tidak suka pada sekolah ini.


Apalagi aku yang selalu terlibat kutukan dan setan tanpa henti. Meski begitu aku tidak mau mencoba keaslian kutukan itu dengan tubuhku dan keluargaku.


Hari berlangsung cepat dan damai. Hampir tidak ada masalah apapun disekolah setelah seminggu sejak berita kepindahan Ani.


Semuanya berlangsung damai, seperti para murid dan guru menjauhi semua hal mengerikan disekolah secara bersamaan.


Begitu juga para setan itu, meski begitu sekolah dalam suasana aneh seperti menunggu sesuatu yang buruk.


Dan hari itu terjadi berita mengejutkan lainnya rumah salah satu guru kebakaran dan guru itu koma dirumah sakit.


Bersamaan dengan itu terjadinya berita kepala sekolah kecelakaan yang langsung membuat keadaan jadi buruk.


Sepulang sekolah per kelas akan bergantian menjenguk guru dan kepala sekolah yang berada di rumah sakit yang sama.


Dari situ ada beberapa informasi aneh yang didapat dari keluarga kepala sekolah dan guru.


Seperti rumah guru yang terjadi ledakan pada gas yang belum digunakan.


Padahal gas itu belum dipasang, dan kecelakaan di mobil yang dinaiki kepala sekolah yang menabrak mobil lain.


Anehnya mobil lain itu menghilang setelah menabrak mobil yang dinaiki kepala sekolah.


Untungnya supir dari mobil itu mendapat asuransi.


Karena kecelakaan itu berasal dari pihak yang menabrak. Soalnya supir mematuhi aturan. Bahkan kesaksian dari supir saja sudah aneh.


Jadi kepala sekolah menaiki mobil yang dipesan melalui aplikasi, tidak ada masalah selama berkendara meski waktu itu malam hari.


Jalanan Pun sepi, tapi tiba-tiba ada mobil yang melawan arus dan langsung muncul tidak jauh didepan mobil yang dinaiki kepala sekolah.


Karena cekatannya supir, mobil itu hanya menabrak sedikit dan menyerempet mobil itu.


Tapi yang tertabrak adalah tempat dimana kepala sekolah duduk disamping supir.


Membuat kepala sekolah pendarahan dalam dan patah kaki karena terjepit meski Air bag juga berfungsi cedera yang dialami kepala sekolah cukup parah.


Seolah belum cukup keesokan harinya ada satu kabar lainnya, Ani mengalami kecelakaan dan tubuhnya dinyatakan menghilang.


Menurut saksi, ibu Ani menjemput Ani dengan motor, entah kenapa motor yang dinaiki ibu Ani dan juga Ani masuk kedalam sungai.


Ibu Ani ditemukan meninggal karena kecelakaan itu tapi tubuh Ani tidak ditemukan sama sekali.


Hal ini membuat semua murid disekolah meyakini satu hal. Kutukan itu nyata, dan itu membuat murid yang berniat mengikuti jejak Ani pindah sekolah langsung mengurungkan niatnya.


Keesokan harinya sekolah libur dan kami melayat guru yang rumahnya terbakar sebelumnya.


Guru itu dinyatakan meninggal dunia setelah 20 jam lebih koma, setelah proses pemakaman sekolah berjalan seperti biasa dengan suasana jadi lebih mengerikan lagi.


#semoga Ani selamat yaa guys ....