
Berkat apa yang kulihat saat liburan kenaikan kelas. Aku jadi tidak menikmati liburan malah memikirkan soal raksasa dan pria tua itu.
Dan tidak terasa hari ini hari aku naik ke kelas 3 dan juga setahun terakhir aku berada di sekolah ini.
Jika aku tidak bisa memecahkan kutukan di sekolah ini ,semua ingatan soal setan dan kutukan disekolah ini akan hilang seperti tidak pernah ada.
Jujur saja aku sebenarnya khawatir soal ini seperti bagaimana keadaan pada guru yang mengajar disana.
Berbeda dengan kami yang bisa lulus dari sekolah, guru kan hanya bisa berhenti bagaimana jika mereka berhenti dan kutukannya aktif.
Meski begitu aku juga cemas jika aku meninggal akan kembali ke sekolah itu sebagai setan.
Pokoknya bagaimanapun aku memikirkannya, kutukan ini benar-benar membuatku cemas untuk setan dikelas ini.
Yang pertama ada penjaga keamanan kelas setan ini yang menyerupai siswa laki-laki berbadan besar dengan tangan lebih besar lagi.
Setan ini akan menghalangi murid yang telat masuk kelas saat bel berbunyi juga menghalangi murid untuk keluar kelas kecuali bersama guru.
Yang kedua penjaga kebersihan kelas, setan ini berupa siswi memakai kaca mata yang akan muncul setiap setelah istirahat dan memaksa seluruh murid dikelas membersihkan kelas jika kelas kotor.
Yang ketiga ada setan aneh yang akan menahan satu anak sampai seluruh murid disekolah pergi.
Yang keempat wajah setan ini yang merupakan paling sering muncul setiap ada murid yang kehilangan konsentrasi atau tidak memperhatikan kelas, akan muncul wajah entah dari dinding, langit-langit bahkan meja yang akan mengejutkan murid itu sendiri.
Semua setan itu menurut Tasya benar-benar menggangu sampai memaksa kelas selalu dalam keadaan tegang.
Aku masuk kedalam kelas sebelum bel berbunyi, kelas sudah ramai aku termasuk anak yang terlambat.
Begitu bel masuk berbunyi setan muncul di dekat pintu masuk. Setan itu memiliki badan yang besar dan tangannya lebih besar daripada badannya, dia berdiri diam disitu.
Salah satu temanku ingin masuk kelas dan terkejut melihat setan itu didepan pintu.
Setan itu langsung memukul temanku sehingga dia tidak bisa masuk ke kelas.
Melihat hal itu kami sendiri tidak bisa melakukan apapun hanya bisa berduka untuk anak itu.
Tidak menunggu lama guru muncul dan melihat anak itu duduk dilorong kelas "Kamu kenapa? Gak bisa masuk?"
Aku tidak bisa mendengar obrolan guru dan murid itu lebih lanjut.
Akhirnya murid itu ditinggalkan dan guru masuk ke kelas.
Saat masukpun guru terkejut melihat setan yang ada didepan pintu masuk. Akhirnya guru menghadap kami dan menghela nafas.
"Masih saja aku gak biasa sama setan itu. Untung kelas ini aku wali kelas sampai kalian lulus"
Guru itu adalah guru bahasa Indonesia kami Pak Agus, jujur aja aku sendiri gak terlalu mikirin pak Agus ini dan jarang berinteraksi diluar jam pelajaran berbeda dengan guru lain.
Alasannya karena Pak Agus hampir gak pernah berurusan sama setan dan kutukan. Dia hafal sama semua pantangan disekolah dan setiap kelas.
Karena itu aku jarang berinteraksi lebih dengan pak Agus.
Hari pertama dimulai dari pembentukan organisasi kelas, daftar piket, jadwal pelajaran beberapa wejengan dari pak Agus.
Istirahat akhirnya sampai di daftar buku pelajaran yang harus dibeli nantinya. Akhirnya bel pulang berbunyi seluruh anak kelas langsung berdiri dan keluar bersama guru.
Meninggalkan aku yang tidak bisa bergerak. Tangan-tangan dan rantai hitam mengikat tubuhku dan suara nafas terdengar dari belakang telingaku.
Jadi aku lagi nih yang kena pertama kali. Menyebalkan untungnya aku ada rencana untuk ke perpustakaan habis ini.
Karena setan ini hanya melepas orang yang terikat saat sekolah sudah tidak ada orang satupun.
Kalau bukan aku yang kena bakal jadi masalah nih. Duduk dalam keadaan terikat tanpa bisa melakukan apapun lebih berat daripada perkiraanku.
Yang bisa kulakukan cuma melihat cahaya matahari yang masuk dari jendela semakin redup dan akhirnya gelap.
Sebenarnya siapa sih yang masih ada disekolah sampai jam segini? Aku tidak bisa lihat hp lagi.
Entah berapa menit setelahnya tepatnya setelah kelas penuh dengan setan.
Aku baru bisa bergerak, tanpa menunggu lebih lama aku langsung mengambil tas dan berlari keluar. Setan yang ada dikelas tidak diam saja.
Beberapa mencakar dan menerkam kearahku meninggalkan banyak luka pada badanku. Aku terus berlari meski di tangga.
Yang hasilnya aku jatuh dari tangga karena di tarik kakiku oleh setan di tangga. Aku jatuh sampai lantai 1 meski badanku sakit aku tetap berlari kearah perpustakaan.
Padahal sebentar lagi sampai tapi hancur sudah harapanku saat setan gendut menabrak tubuhku ke dinding kelas sebelah.
Badanku sakit semua, Setan gendut berdiri dihadapanku dengan baju olahraga yang kekecilan dan memegang kayu.
"Kita ketemu lagi.. Ahh... Bisa lupakan dendam masa lalu? Itukan udah 2 tahun lalu" Kata-kataku diabaikan dan kepalaku dipukul menggunakan kayu yang dipegangnya ke dinding.
Bukan cuma sekali melainkan berkali-kali mataku sampai buta sebelah karena pukulan itu.
Apa aku akan mati disini? Semuanya merah, tangan dan kakiku sudah dipatahkan oleh setan guru itu.
Tiba-tiba puluhan tangan darah mengikat tubuh setan guru, tangan darah lainnya muncul dan mencengkram tubuh setan guru.
Aku tersenyum karena melihat beberapa setan wanita dengan baju yang dipenuhi tangan darah dan tentu saja setan perpustakaan yang langsung menggunakan tangan darah raksasa untuk menarikku kedalam perpustakaan.
Aku sudah berada diperpustakaan semua yang kulihat hanya warna merah dan gelap saja. Sepertinya darah menutupi mataku.
Aku tidak bisa bergerak cuma bisa berbaring diatas lantai perpustakaan yang dingin menunggu tubuhku pulih.
Setan perpustakaan muncul disampingku, tiba-tiba aku kepikiran sesuatu. Kalau ini kutukan yang terjadi di kelas tiga...
Berapa banyak anak yang terpaksa menginap disekolah karena aku sering tidak pulang? Pantas saja banyak anak kelas 3 dulu yang benci banget sama aku.
Tapi bagaimana cara mereka meloloskan diri? Aku saja yang hampir sudah terbiasa merasa akan mati disini.
Aku tidak bisa bertanya, karena semua anak kelas 3 yang lulus sudah melupakan semua itu dan tidak ada yang tahu jawabannya.
Aku menutup mataku menunggu tubuhku pulih.
Setelah kubuka mataku lagi seluruh luka ditubuhku sudah hilang. Setan perpustakaan tetap berdiri diam di sampingku menungguku.
"Aku masih tidak bisa membayangkan gimana perasaan kakak kelas saat mengalami hal ini"
Setan perpustakaan tetap diam sambil menatap ke arahku.
Entah kenapa aku kepikiran soal hal itu, raksasa yang kulihat waktu liburan itu
"Apa kamu tahu kutukan apa yang menimpa sekolah ini dan cara membebaskannya?"
#hi readers.... maaf baru bisa up😁