
Aku bersekolah seperti biasa setelah semalaman mengurus masalah anak baru, aku cuma bisa berharap tidak ada masalah yang menimpa mereka saja.
Baru masuk kelas setan kembar sudah muncul di sampingku dan ikut duduk di sebelahku. Tidak lama menunggu guru masuk dan pelajaran dimulai.
Keberadaan setan kembar ini sedikit membantuku, mereka mengganti buku pelajaranku sebelum aku sempat mengganti bukunya.
Berkat mereka juga aku hampir tidak disuruh oleh guru apalagi wali kelasku bu Siska.
Tapi yang menjengkelkannya aku benar-benar tidak bisa meninggalkan pelajaran.
Bahkan aku tidak bisa keluar kelas meski sudah diizinkan guru. Membuat itu juga salah satu alasan aku tidak pernah di suruh guru untuk melakukan sesuatu.
Aku juga mencari beberapa informasi mengenai setan kembar ini terutama kutukannya yang menimpaku.
Kutukan yang pertama adalah kelengkapan alat belajar tidak perduli itu alat tulis ataupun buku.
Jika tidak lengkap setan di sampingku akan mengambil benda itu dari temanku.
Dan teman yang barangnya diambil tidak bisa mengambil kembali benda itu sampai jam pelajaran yang berhubungan selesai.
Yang kedua adalah dilarang meninggalkan jam pelajaran dalam bentuk apapun. Bahkan tertidur juga termasuk dalam hal ini.
Jujur saja sih ini cukup menggangu selain memaksaku harus memiliki alat tulis yang lengkap ini juga memaksaku tetap fit dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Yang terakhir adalah keadaan setan itu sendiri. Awalnya aku berpikir kalau setan itu cuma mengikuti aku saat dikelas saja.
Saat jam olahraga setan itu masih mengawasiku dari kelas meski tidak mengikuti tapi cukup membuat tidak nyaman.
Kupikir mengingat syarat kemunculan semua setan dikelas, akan sulit kelas dihantui. Ternyata itu salah...
Salah satu temanku tidak sengaja mencoret meja dengan pulpen saat menulis, setelahnya dia menggaruk meja tanpa henti dengan tangannya sampai tangannya berdarah.
Saat kelas shock dan berusaha membantunya, setan lain muncul. Memiliki tubuh besar dan luka di kepalanya seperti terkena pukulan benda besar sampai bentuk kepalanya penyok.
Menarik satu persatu murid dan mengeluarkannya dari kelas. Kejadian ini membuat semua jadi makin rumit. Bahkan saat salah satu guru berusaha menelpon ambulan, malah dikejutkan oleh setan di handphone. Akhirnya temanku itu dirawat di uks untuk pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit.
Yang mengejutkan setelah kejadian itu, meja yang dipenuhi darahnya bersih tanpa sisa bahkan goresan kukunya juga hilang.
Karena itu semua anak dikelas memutuskan untuk membawa alas yang akan diletakkan diatas meja agar hal ini tidak terulang.
Seolah belum cukup soal kejadian setan itu. Salah satu guru yang harusnya mengajar berhalangan hadir.
Dan yang menggantikannya adalah setan guru wanita yang badannya gendut besar dengan kakinya yang besar sebelah dan kukunya yang tajam serta mengeluarkan bau tidak sedap.
Akhirnya kami cuma bisa pasrah saja saat setan guru itu mulai mengajar. Karena setan itu tidak membiarkan siapapun keluar kelas.
Awalnya aku bingung apa yang akan diajarkan setan itu. Tapi anehnya saat pelajaran dimulai rasanya sama seperti pelajaran yang diajarkan guru yang asli.
Hanya saja setan itu tidak kenal ampun, jika ada yang tidak serius dalam pelajaran akan ditusuknya dengan kukunya yang panjang.
Meski tidak mematikan hal ini cukup membuat trauma pada temanku yang lain, bahkan yang melihat saja bisa gemetar karena itu.
Melihat teman sendiri ditusuk dengan kuku sampai menembus ke punggung bukanlah sesuatu yang remeh.
Jujur saja ini jauh lebih mengerikan daripada di kelasku dulu. Untungnya setan guru itu selalu tepat waktu, saat pelajarannya sudah berakhir dia akan menghilang begitu saja.
Yang jelas waktu belajarku disekolah akan semakin mengerikan saja. Waktu berlalu dengan cepat.
Tanpa menyadari kalau sebentar lagi ujian tengah semester. Itu membuatku harus belajar lebih giat jika tidak mau masuk kedalam kelas Nightmare.
Selama waktu ini tidak ada kejadian khusus di kelasku. Teman sekelasku jadi jauh lebih pendiam, tidak ada satupun dari mereka yang terkena masalah.
Malah jika dipikirkan aku yang lebih sering kena masalah. Karena murid kelas 1 tahun ini sangat keterlaluan.
Setiap minggu ada aja yang terkena masalah. Beberapa termasuk kecil dan tidak menggangguku.
Tapi cukup banyak yang membuat masalah menyebalkan dan secara terang-terangan mencari masalah itu sendiri.
Seperti ada beberapa siswa yang sengaja berisik di perpustakaan. Setelah diusir 3 kali oleh setan perpustakaan mereka tidak bisa masuk perpustakaan lagi.
Dan aku juga yang diminta mengurus masalah itu, setelah sedikit aku berbicara pada setan perpustakaan.
Mereka bisa memasuki perpustakaan 3 kali seminggu. Meski begitu 2 kali mereka diusir dari sana.
Ada juga yang mencari masalah di gudang belakang dan merepotkanku. Karena dia menghilang 2 hari penuh, membuatku kelimpungan mencarinya.
Bahkan 3 kali ada insiden di tangga sekolah yang semuanya berasal dari kelas 1. Seolah belum puas mereka membentuk kelompok yang menyusahkan aku.
Kelompok itu kerjanya mencari masalah membuatku bolak-balik ke sekolah karena mereka.
Tapi ada beberapa hal yang tidak bisa aku lakukan seperti mengurus kebutaan akibat bertemu wanita tanpa mata.
Aku sudah tidak bisa membantu korbannya mencari mata milik wanita tanpa mata di lab biologi sekolah malam.
Wanita itu secara langsung menghalangiku masuk dan ikut campur. Sehingga aku cuma bisa memberi tahu bola mata yang tepat saja pada korban yang terkena hal itu.
Jika diceritakan ada banyak sekali yang aku lakukan selama 3 bulan ini bahkan lebih banyak dari 1 semester di kelas 1 dulu.
Sampai jadi kebiasaan disekolah ini, kalau berurusan dengan setan dan kutukan akulah yang dicari.
Akhirnya UTS dimulai dan berjalan dengan penuh keributan. Aku berulang kali menyelesaikan masalah di kelas 1 membuatku tidak fokus mengerjakan UTS.
Untungnya nilaiku tidak terlalu hancur jadi aku tidak terseret ke Nightmare Class. Berbeda dengan kelas 1 yang sampai 10 orang dari 2 kelas yang terseret kesana.
Dan lagi-lagi aku terpaksa terlibat mengurus mereka. Setelah bekerja sama dengan guru untuk membuat kelas kilat untuk mereka.
Dan juga belajar lebih banyak disekolah tentang materi UTS. Akhirnya Nightmare class dimulai, itu juga memakan waktu 3 hari sampai mereka diakui oleh guru itu cukup.
Setelah Nightmare class berakhir sifat mereka mulai membaik. Mungkin mereka merasakan arti dari mimpi buruk sepenuhnya dan membuat mereka jadi sedikit lebih tenang.
Setelahnya selain beberapa masalah kecil bisa dibilang sudah tidak terlalu membebaniku lagi dalam kehidupan di sekolahku.
Waktu berlalu sangat cepat dan tidak terasa sudah mulai mendekati akhir semester 1 membuat kami semua belajar lebih giat untuk ujian akhir semester 1.
#semangat menempuh ujian yaa buat yang lagi ujian sekolah 💪😁