
Aku merasa menyesal tidak bisa membantu Sheila, mungkin memang benar kalau itu bukan urusanku sama sekali.
Hari terus berlanjut seperti biasa, sekolah yang dipenuhi setan, kejadian horor yang silih berganti, para murid yang wajahnya suram, guru yang stress seperti sekolah horor pada umumnya.
Meski aku yakin kalau sekolah horor itu gak umum. Aku juga mulai belajar dengan giat agar tidak memasuki kelas mimpi buruk lagi mengingat sebentar lagi ujian akhir semester 1
Berkat kesibukanku disekolah, di rumahlah waktu aku beristirahat. Meski kejadian horor yang menimpaku hampir tidak ada lagi.
Berbeda dengan murid yang lainnya, seperti Nabila yang jatuh di tangga, atau Rizal yang buta selama 7 jam bahkan Sheila yang sekarang masuk rumah sakit.
Atau mungkin Deon yang terjebak di kelas. Sejak kejadian Sheila aku benar-benar tidak perduli dengan yang lain.
Toh kalau aku menolong juga aku akan ikut terluka juga. Yang jelas sekolah berlangsung seperti biasa saja.
Sampai ada unggahan yang dibagikan oleh guruku di grup sekolah. Unggahan itu berupa video orang-orang kurang kerjaan yang berupaya uji nyali di sekolah.
Yang menarik bukan videonya melainkan komentarnya yang seakan menantang orang-orang di video itu untuk datang ke sekolah.
Yang lebih lucunya adalah perkataan guru yang membagikannya bahwa nanti sekolah akan libur jika mereka benar-benar datang.
Meski menurutku lucu justru ini tidak bisa dianggap hal sepele kan? Aku langsung melihat video itu secara langsung di internet.
Video itu merekam tempat yang horor dan angker untuk sekedar uji nyali dan konten saja.
Jujur aja daripada sekolahku saat siang hari yang terik, video itu terasa membosankan.
Link yang kubuka dari guru merupakan video dimana mereka uji nyali di sekolah angker yang sudah tidak terpakai lagi.
Aku juga menemukan komentar itu meski dia memakai nickname yang tidak jelas juga foto profil kartun.
Aku harap saja tidak ada masalah apa-apa disekolah nantinya.
Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa.
Duduk ditempat biasa dan Rizal datang seperti biasanya "Di tolong bantuannya ya" Rizal selalu bergantung padaku saat kutukannya aktif.
"YA, YA terserah" kalau menanyakan asal mulanya. Jujur saja aku tidak tahu, ini terjadi 2 hari setelah aku gagal menghentikan Sheila.
Saat pulang sekolah Rizal di mintai tolong untuk membawa buku-buku kami yang akan dinilai untuk ke gudang buku diruang guru.
Tau-taunya besoknya Rizal begini. Rizal juga tidak bisa cerita apa-apa kalau tidak mau lidahnya juga dicabut
Jujur saja daripada kutukan yang pernah kualami kutukan yang mengenai Rizal sungguh mengerikan.
Saat bel pulang berbunyi, aku yang sedang membantu Rizal yang sedang mengalami kebutaan terhenti karena semua anak kelasku yang menghalangi jalan.
Dari celah aku bisa melihat beberapa anak yang membantu 3 siswi yang kepalanya terluka parah
"Tangga lagi ya?"
Deon yang berada di depanku yang menjawab "Ya tangga lagi. Kenapa sih pada gak nurut peraturan yang dikasih sekolah"
"Namanya juga masih remaja"
Peraturan sekolah, itu adalah pertama yang kulihat setelah gerbang. Di tulis di papan besar dengan tulisan emas dan latar merah.
Awalnya hal itu kuacuhkan karena kuanggap sebagai peraturan normal lainnya. Tapi setelah mengalami semua ini dan kubaca dengan seksama aku merasa menjadi orang terbodoh.
Peraturan itu disebut Life School Rule's
Yang pertama jangan Alpha lebih dari 3 hari.
Yang kedua jangan bermain hp saat jam pelajaran.
Yang ketiga fokus dengan belajar dan hanya belajar.
Yang keempat jangan berlarian. kecuali jam pelajaran olahraga dan keadaan darurat.
Yang keenam hati-hati selama disekolah.
Yang ketujuh jangan perduli pada apapun selama disekolah.
Yang kedelapan jangan berisik kecuali perintah guru selama di sekolah.
Yang kesembilan jangan menggunakan properti sekolah kecuali untuk kepentingan pelajaran.
Yang kesepuluh jangan pulang terlambat.
10 aturan yang aneh dan terkesan mengekang jika diperhatikan tanpa mengetahui maksudnya.
Murid yang bergerombol mulai berjalan, aku dan Rizal hanya mengikuti.
Di samping kiriku adalah tangga menuju lantai 2 dimana kejadian itu terjadi. Dari sini aku bisa melihat bekas darah di dinding.
Aku harap korbannya baik-baik saja. Aku melihat ada siswi di tangga, baru saja aku mau mendatanginya.
Tapi melihat siswi itu yang cuma memakai kemeja, aku berhenti. Bukan karena dia tidak memakai bawahan atau rok sekolah.
Melainkan tidak ada apa-apa dibawahnya. Siswi itu menaiki tangga perlahan dengan satu tangannya keatas.
Jadi itu ya, setan pemakan korban terbanyak disekolah ini. Belum setengah tahun aku sekolah disini sudah 4 kecelakaan di tangga itu.
Ada ceritanya sih siswi itu merupakan murid yang selalu dibuli oleh temannya. Terutama di tangga, beberapa kali siswi itu didorong dari tangga dan mengalami luka-luka.
Pembulian itu terus berlanjut sampai suatu ketika saat mereka membuli siswi itu dan mendorongnya dari tangga dan siswi itu jatuh.
Mereka malah menertawakannya tapi salah satu dari mereka malah terpleset dan jatuh menimpa kaki siswi itu.
Keduanya dilarikan ke rumah sakit sementara siswi yang jatuh menimpa siswi yang dibuli pendarahan dalam
Dan siswi yang ditimpa patah kaki. Orang tua dari pembuli itu tidak terima dan menuntut orang tua siswi yang dibuli itu.
Karena hal itu siswi itu tidak mendapat perawatan total karena harus mengganti biaya operasi siswi yang membulinya.
Membuat siswi itu cacat. Tapi berkat hal itu, siswi yang membulinya berhenti dari membuli siswi cacat itu.
Mungkin dia merasa bersalah juga karena hal itu. Tentu saja cerita itu tidak berhenti disana sewaktu pelajaran olahraga setelah para murid ganti baju dan pergi kelapangan.
Tersisalah siswi yang kakinya cacat dan para pembulinya. Siswi yang cacat berusaha secepat mungkin kelapangan berbeda dengan para pembulinya yang santai saja.
Di pertengahan tangga para pembuli melihat siswi yang cacat itu, meski timbul keinginan untuk mendorongnya lagi.
Mereka tidak melakukannya, tapi siswi yang cacat itu terkena benturan bahu dari salah satu siswi pembuli itu membuatnya jatuh kebawah.
Siswi pembuli itu berhasil di tahan temannya agar tidak jatuh berbeda dengan siswi yang cacat.
Keberuntungan yang menyertainya selama ini menghilang. Siswi itu jatuh menabrak dinding diujung tangga dan lehernya patah.
Semua siswi pembuli itu bukanya melapor pada guru malah melarikan diri membiarkan siswi itu disana. Setelah bel istirahat siswi itu ditemukan oleh anak lain membuat semua siswi yang suka membuli siswi itu jadi tersangka.
Meski begitu selain pernyataan tidak ada bukti dan siswi yang membuli siswi itu dinyatakan tidak bersalah.
Tapi kasus itu tidak berhenti disana semua siswi yang membuli siswi itu meninggal dengan keadaan mengenaskan 7 bulan setelah itu.
Ada yang tertabrak mobil dan terseret sejauh 20 meter, ada yang dibunuh oleh orang lain dan di mutilasi dan yang terakhir jatuh di jurang.
Jujur saja semua kisah horor yang ada disekolah ini terdengar bohong, tidak jelas, dan aneh tidak perduli dari sudut pandang mana.
Tapi melihat mereka yang menetap disekolah ini membuatku merasa kalau mungkin saja itu kejadian nyata.
Aku dan Rizal keluar dari pagar sekolah, Rizal sudah dijemput karena keadaanya dan aku pulang sendiri ke rumahku.
#Maaf baru bisa update guys.....😁🙏🏻