
Hari sudah mulai malam dan aku masih berada disekolah tepatnya di lab biologi diantara rak yang dipenuhi mata.
Aku disini demi menyelesaikan kutukan pada kedua anak yang tersisa. Bedanya aku tahu apa yang harus aku cari.
Meski anak itu bersikeras untuk mengambil bola mata coklat. Masalahnya, dimana mata itu? Aku mencarinya tanpa henti dan tidak menemukannya.
Begitu juga anak itu, namanya Luke. Dia merupakan anak yang pintar karena itu tertarik dia pergi ke lab kimia.
Sayangnya aja dia tidak tahu apa yang menunggunya "Apa kamu menemukannya? Luke?"
Luke menatap ke arahku. dan menjawab "Memangnya harus hitam apa? Yang coklat banyak nih"
Aku tahu soal itu, aku juga sudah memegang mata coklat yang kesepuluh ini "Udah percaya aja denganku. Aku sudah pernah menyelesaikan kutukan ini soalnya"
"Apa yang ini?" Suara Luke mengejutkanku "Sudah ketemu?!" Saat aku menatap kearah Luke aku terdiam.
Dia muncul menatap ke arahku tepat dibelakang Luke. Aku cuma menunjuk kearah Luke "Kenapa? Ada sesuatu di belakangku?"
Begitu Luke berbalik, Luke langsung dijatuhkan kelantai oleh setan wanita tinggi memakai batik itu, sebelum Luke sempat berteriak.
Wanita itu mengambil kedua mata itu dan memasukannya kedalam mata Luke. Luke meronta dan akhirnya diam tidak berdaya.
Wanita itu berbalik menatap ke arahku. Apa aku akan mengalami hal yang sama? Wanita itu hilang.
Baru saja ingin menghela nafas, leherku sudah tercekik dari belakang. Wanita itu melempar tubuhku ke rak yang dipenuhi mata.
Rak itu hancur beserta toples-toples mata itu.
Hal mengerikan terjadi, semua mata yang hancur mengeluarkan tangan dan kaki sambil bergerak-gerak di sekitarku.
Tangan dan kaki dari semua mata itu memiliki kuku yang tajam hanya dengan bergerak disekitar tubuhku merobek baju dan kulitku.
Wanita itu kembali muncul di depanku. Aku di lempar lagi ke rak yang lain, dan begitu seterusnya sampai semua rak hancur tertabrak tubuhku.
Wanita itu kembali menghilang dan kali ini tidak muncul lagi. Tapi hal mengerikan terjadi, semua mata itu mengerumuniku dan menusuk setiap bagian tubuhku dengan tangannya.
Rasa sakit yang mengerikan menderaku, apalagi setiap mata disana menempati seluruh tubuhku dan memaksa masuk.
Beberapa mata hancur karena jumlah mata yang ingin masuk ke tubuhku sangat banyak.
Tapi setiap mata yang hancur memberikan rasa sakit seperti mataku sendiri yang hancur.
Aku pingsan karena kejadian itu. Saat aku membuka mata, aku sudah diluar lab biologi bersama dengan Luke.
"Luke bangun, bahaya kalau pingsan disini" Aku menggoyangkan tubuh Luke. Luke membuka matanya...
"Apa yang terjadi? Aku bisa melihat?" Luke mengatakan hal yang aneh. "Tentu saja kamu bisa melihat, kutukan itu sudah hilang. Ayo kuantar ke gerbang. Aku harus mengurus anak yang lain".
Aku mengantar Luke ke gerbang sekolah, untungnya kepala sekolah memberikan kunci cadangan padaku.
Aku membuka gerbang dan memperhatikan Luke pergi. Semua setan disana mengawasiku.
Masalahnya tinggal siswi ini.
Aku berjalan ke perpustakaan tempat dimana aku tinggalkan siswi itu. Perpustakaan adalah tempat teraman disekolah ini saat malam.
Karena cuma setan perpustakaan yang tidak akan menggangu yang datang kesana selama mematuhi peraturan.
Siswi itu duduk dibelakang meja jauh disudut perpustakaan. Jadi ingat tadi sore sempat pingsan dia, saat melihat setan perpustakaan.
Anak ini bernama Tina, gadis yang cukup cantik menurut teman lainnya. Selain itu sifatnya baik, berdasarkan teman sekolahnya dulu.
Mungkin itu sebabnya dia yang jadi target penukar kecantikan. Biasanya setan ini sangat jarang beraksi.
Karena latar belakang setan ini yang seperti pembuli jadi perlu banyak syarat tertentu untuk jadi targetnya.
"Tina kamu sudah siap?" Tina mengangkat wajahnya dan melihatku, aku masih bergidik melihat wajahnya itu.
Tina meneteskan air mata lagi dan mulai menangis "Kenapa ini harus terjadi padaku?!!"
Setan perpustakaan muncul di sampingku "Bisa kamu beri kelonggaran sedikit?" Setan perpustakaan melihat Tina dan aku kemudian menghilang.
Aku duduk diseberang Tina "Aku tahu ini pasti berat. Tapi semua siswa dan guru disini sudah sering mengalaminya, jadi ini bukan kesialanmu melainkan kutukan tempat ini"
Tina masih menangis "ibuku menyekolahkanku disini karena lulusan disini memiliki nilai yang tinggi. Tapi kenapa aku harus menderita begini, aku tidak mau sekolah disini lagi. Aku akan meminta ibuku untuk memindahkanku."
Waduh gawat "Tina kamu tenang dulu ya, kamu harus kuat dan bisa bertahan. Jika kamu berhenti sekolah disini sebelum lulus kutukan yang kamu rasakan akan pindah ke seluruh keluargamu..."
Aku menghabiskan banyak waktu untuk membujuk Tina karena dia cukup keras kepala.
Akhirnya kami keluar juga dari perpustakaan.
Kami berjalan pelan kearah gedung SMA IPA.
Tina hanya bisa menyembunyikan wajahnya di punggungku.
Karena banyak setan yang mulai menampakan diri "kita percepat" Aku menarik tangan Tina dan mulai mempercepat langkah.
Baru sebentar berjalan, Tina menarik tanganku.
Saat aku berbalik kaki Tina terhisap kedalam lantai yang dipenuhi darah.
Beberapa setan mulai keluar dari kelas disebelah. Memaksa aku menarik Tina dan menggendongnya.
"Maaf ya, kita harus cepat" aku berlari sambil membawa Tina ke tangga sambil memeriksa setiap kelas.
Mencari wanita dengan tubuh normal diantara setan bukanlah hal yang sulit, tapi tidak dengan dikejar dan diserang tanpa henti seperti ini.
Ada setan yang menempel di punggungku membuat Tina berteriak kaget. Aku menabrakan pungungku ke dinding dan lanjut berlari.
Dan akhirnya aku melihatnya di kelas 11A IPA ada siswi dengan wajah dan tubuh normal.
Aku langsung masuk kekelas itu bersama Tina.
Tidak memperdulikan berapa banyaknya setan disana. Setan bertubuh normal menatap ke arahku tepatnya kearah Tina.
Wajah Tina mengeluarkan asap begitu juga wajah setan itu. Setan itu berteriak kesakitan membuat setan lainnya menerjang ke arahku.
"Tina tetap di belakangku" Aku melindungi Tina, perlu waktu untuk menukar kedua wajah itu. Harusnya aku menunggu setan itu keluar dan sendirian.
Tapi itu mustahil kan? Serangan dimulai dengan 5 setan siswi yang ada selalu bersama setan penukar kecantikan itu.
Mereka menerjangku dengan cepat, membuatku hanya sempat menahannya dengan tanganku.
Tanganku digigit 2 setan, 1 setan memelukku dan mengigit leherku, 2 setan lain berusaha mengusirku dan menusuk pahaku dengan tangannya.
Setan 4 berbadan besar datang dengan memegang parang, rantai dengan gir motor menyerang ke arahku.
Aku cuma bisa bertahan menerima serangan mereka. Membuat seluruh tubuhku dipenuhi luka, mereka tidak berhenti sama sekali.
Aku hanya bisa menunggu wajah setan pencuri kecantikan itu kembali. Begitu kembali, aku langsung mendorong setan yang mengeroyokku dan menarik tangan Tina untuk pergi dari sana.
Aku berlari bersama Tina kearah tangga, aku menyuruhnya untuk pergi lebih dulu dan aku berusaha melindunginya.
Setan pencuri kecantikan terbang ke arahku dan mencakarku. Untungnya serangan itu hanya mengenai tanganku.
Berkat itu aku jatuh dari tangga dan menghantam dinding. Aku memaksa berdiri dan berlari mengejar Tina.
Dengan cepat aku berhasil menyusul Tina dan masuk kedalam perpustakaan. Aku langsung duduk dilantai dan secara perlahan kehilangan kesadaran.
Aku membuka mata bersamaan dengan Tina yang juga membuka matanya "Ayo kita pergi dari sini."
Luka di tubuhku sudah pulih seperti tidak pernah ada. Tina membisu sepanjang jalan, sampai kami berpisah setelah keluar dari sekolahpun Tina tetap diam....
#Ada apa dengan Tina?? Wait yaa.....😉