One Thousand School Ghost Stories

One Thousand School Ghost Stories
Part 1 Tahun ajaran baru dan cerita hantu



Aku gugup. Ini merupakan tahun pertamaku di SMA Permata Purnama, mengingat aku yang tidak lolos untuk masuk ke sekolah SMA favoritku


Akhirnya aku dimasukan ke yayasan Permata Purnama karena merupakan sekolah dengan iuran termurah didekat rumahku


Aku melihat di mading mencari kelasku. Setelah beberapa menit aku menemukan namaku Aldi Kurniawan di kelas XA


Aku langsung menuju ke kelas itu melalui lorong panjang yang entah kenapa membawa suasana suram dan mencekam padahal banyak orang disini.


Aku menemukan kelasku, yang didalamnya sudah ada beberapa murid yang duduk di kursi masing-masing


Aku mencari bangku kosong dan duduk disana. Bangku yang kupilih juga tidak ada yang menduduki baik dikanan maupun dikirinya


Masih ada waktu sampai upacara penyambutan siswa baru jadi harusnya aku bisa santai dulu


Itu tadi keinginanku sampai anak lain duduk di bangku sebelah kananku


"Aku gak percaya masuk ke sekolah berhantu kaya gini. Oh kenalkan aku Rizal Ferdiansyah"


Anak itu dengan percaya diri memperkenalkan dirinya


Aku menerima jabat tangannya "Aldi Kurniawan"


"Oh Aldi. Kamu dari SMP mana?" Rizal bertanya dengan wajah penuh harap


"SMP Negeri 94" "Berapa name kamu? Ko bisa masuk sekolah disini? Memang gak keterima di SMA Negeri?-" Rizal bertanya dan bicara tanpa henti membuatku memulai sekolah dengan awal yang buruk


Aku cuma membalas seadanya saja tapi Rizal itu terlalu cerewet. Kalau aku bawa lakban sudah ku lakban mulutnya itu


"Kamu tahukan sekolah ini angker tahu" Rizal mulai bosan cerita tentangnya sekarang mau nyebar berita hoaks


"Gak percaya aku mah sama yang begituan"


"Aku serius katanya dulu tempat ini kuburan"


Rizal menceritakan sambil menghayati


"Aku bukan bocah yang ketipu sama perkataan kaya gitu. Kuburan lah, rumah sakit lah yang penting tuh sekarang ini sekolah masa bodo sama masa lalu"


"Ini kisah nyata tahu. Rumahku deket sini ibuku sendiri yang cerita itu" Rizal berusaha membenarkan omongannya sendiri terlihat menyedihkan di mataku


"Yakin tuh bukan dibuat-buat biar kamu gak bolos sekolah? Kali aja kan buat nakutin kamu kaya kalau bolos nanti dihantui hantu guru, atau kalau disini sampe tengah malem dihantui kuntilanak"


"Aku serius kalau itu benar ngapain ibuku cerita yang ada malah aku gak mau sekolah lah. Selain itu tempat ini terkenal kalau malem suka ada suara tangisan sama teriakan. Katanya ada beberapa satpam yang jadi korban makanya kalau malam disini gak ada yang jaga"


Aku menatap heran Rizal yang cerita "Gak ada yang jaga malem? Kalo kemalingan gimana?"


"Gak tahu. Gak pernah ada berita kalau sekolah kemalingan sih"


Aku memperhatikan beberapa anak yang terlihat keluar kelas "Dah ah aku gak percaya cerita kaya gitu" Aku berdiri terus keluar kelas


"Hei Aldi aku serius tahu" Aku mengacuhkan Rizal dan mengikuti yang lain ke lapangan


Suara sesuatu menarik perhatianku


Yang ternyata itu suara Rizal yang jatuh "Udah gede masih aja pecicilan" Karena Rizal ditolong yang lain, aku lanjut aja pergi ke lapangan


Di Lapangan kami dipisahkan sesuai kelas dan diberikan pidato yang teramat panjang mana mataharinya terik banget lagi


Tapi anehnya aku tidak melihat Rizal selama upacara. Kemana tuh anak? UKS kah?


Setelah beberapa menit duduk dibangku masing-masing kakak kelas masuk kedalam


"Hai... Adik-adik kami semua anak kelas 3 yang akan mengenalkan sekolah pada kalian. Kenalkan aku Linda yang disana Novi yang itu Alvin"


Ada 2 siswi dan satu siswa yang merupakan kakak kelas. Apa ini awal dari masa peloncoan


Ternyata aku salah paham


Semuanya cuma tentang perkenalan lingkungan sekolah, para guru, proses mengajar dan lain sebagainya


Tetapi semua itu tidak berlangsung lama karena ada beberapa anak yang hilang secara misterius.


Berkat hal itu baik proses masa perkenalan maupun program mengajar berhenti


Dan semua orang disana mencari siswa dan siswi yang hilang. Dari yang kudengar proses hilangnya mereka aja aneh


Mereka selalu mengikuti rombongan saat perkenalan lingkungan sekolah. Setelah kembali ke kelas 7 orang dari mereka baru disadari sudah hilang


Semua yang berada dalam rombongan itu mengatakan hal yang sama. Tidak ada yang tertinggal ataupun keluar rombongan saat itu


Sampai sore hari mereka tidak ketemu. Semua kelas dan ruangan penting yang ditunjukkan juga tidak ditemukan keberadaan mereka


Satpam yang menjaga gerbang sekolah juga mengatakan kalau tidak ada yang keluar dari sekolah.


Semua guru mencoba mencari di berbagai ruangan yang tidak terpakai dan terkunci.


Karena jumlah siswa yang menurun banyak kelas yang kosong karena itu semua kelas itu dikunci


Semua kelas yang dikunci sudah diperiksa dan tidak ada keberadaan ke tujuh siswa itu membuat pihak sekolah semakin bingung.


Begitu langit mulai gelap kami semua dipulangkan. Pihak sekolah akan berusaha mencari siswa yang hilang dengan bantuan warga dan juga polisi


Keesokan paginya aku kembali berangkat ke sekolah. Padahal kupikir dengan kejadian kemarin sekolah akan libur gitu


Hal itu pastinya tidak mungkin karena ini merupakan hari kedua sekolah kan.


Aku masuk kedalam kelas dan duduk di tempatku kemarin


Rizal datang dan duduk juga di sampingku "Al kamu tahu ga. Anak-anak yang hilang kemarin ketemu waktu jam 10 malam"


Aku tercengang mendengarnya "Ketemu dimana? Kayaknya udah semua ruangan sekolah dah dicari"


"Itu dia yang aneh. Menurut bapakku yang ikut bantu cari mereka ketemu di gudang belakang dekat kelas 12 Ipa. Gudang itu udah lama dikunci karena sempat jadi tempat untuk menyimpan bahan kimia"


Melihat wajah Rizal sepertinya itu bukanlah kebohongan "Seingat aku, kita gak kesana kan? Bahkan kelas 12 aja cuma liat dari jauh"


"Kalau kesana juga gak bisa masuk. Tempatnya tertutup jendela aja cuma satu, pintu dikunci aku aja gak tahu kalau disitu ada gudang"


Rizal bercerita dengan semangat "Kayaknya itu semua ulah setan deh" Aku mencibir perkataan Rizal


"Hari gini percaya sama setan" "Aku serius gudang itu dikunci karena dulunya ada anak yang meninggal disitu" Aku tidak tertarik lagi dengan cerita Rizal


"Hah... Cerita bohong itu" "Aku serius katanya ada anak yang terkunci di gudang itu waktu lagi naruh barang disana. Gak ada yang tahu karena lokasinya yang terpencil. Akhirnya anak itu mati setelah 3 hari disana"


Aku menatap Rizal "Itu cerita bohong Rizal. Kalau bener ada orang yang meninggal karena hal kaya gitu harusnya sekolah ini udah lama ditutup tau. Jangan suka nyebar berita gak jelas kaya gitu ah"


Guru masuk dan mulai perkenalan. Dan kami memulai proses belajar mengajar kami.