
Sebenarnya aku dimana sekarang ini? Seingat aku tidak ada ruangan yang dipenuhi cermin seperti ini.
Aku memperhatikan semua bayanganku yang kurasa normal semua. Tiba-tiba ada yang menyentuh pundak ku secara refleks aku berbalik.
Tapi tidak ada siapa-siapa, aku memperhatikan sekeliling dan melihat ke semua bayanganku. Ada satu bayangan yang dibelakangnya terdapat wanita itu.
Wanita itu menyentuh sudut cermin dan menariknya seperti menarik kain yang menutupi sesuatu.
Tiba-tiba latar di cermin itu berubah jadi lautan dan bayanganku tenggelam disitu. Bayanganku berusaha menggapai-gapai kepermukaan berharap ada yang menolongnya.
Sambil memandang ke arahku dengan tatapan memohon. Nafasku sesak, aku tidak bisa bernafas, hidung, kuping dan mataku sakit seperti terkena dan kemasukkan air.
Saat aku berkedip, aku sudah didalam air itu dan tenggelam. Mataku semakin sakit, begitu juga hidungku, dadaku terasa membengkak seperti ada balon yang terus mengembang di dadaku.
Aku berusaha berenang keatas, tapi aku malah semakin terseret kebawah. Baju yang kupakai malah memberatkanku seperti terbuat dari besi alih-alih kain.
Tidak perduli bagaimanapun aku bergerak, gelembung udara tidak terbentuk. Aku tenggelam semakin kebawah dan kebawah.
Sampai semuanya jadi gelap. Apa aku sudah mati? Aku terbangun di ruangan cermin dan memuntahkan air tanpa henti dari mulutku.
Aku berusaha mengambil nafas banyak-banyak dengan hidung dan mulutku. Mengerikan, apa itu rasanya tenggelam?
Di Bawahku, setan wanita itu kembali muncul menarik latar dari cermin yang putih menampilkan jurang.
Bayanganku jatuh ke kedalaman jurang. Aku langsung mengalihkan perhatianku tapi pijakanku hilang dan aku yang jatuh kebawah.
Tanganku menabrak batu dan langsung patah, rasa sakit yang mengerikan datang tanpa henti apalagi bukan cuma tangan saja, kakiku juga terputus saat menghantam batu.
Aku jatuh dengan keras ketanah rasa sakit mengerikan datang bersama dengan suara letupan dari tulang dan organku yang hancur.
Darah menyembur dari mulutku dan kesadaranku mulai menghilang. Aku terbangun lagi di ruang cermin
Aku dengan berani mengatakan, aku tidak takut lagi pada hantu dan setan. Rasa sakit karena mau mati lebih mengerikan.
Tubuhku tidak bisa bergerak, seperti seluruh tubuhku dirantai dan menempel di cermin.
Setan wanita itu muncul di cermin diatas kepalaku.
Menarik sudut dari cermin dan menampilkan langit biru dari kedalaman jurang. Batu-batu besar berjatuhan ke arahku dan aku tidak bisa bergerak.
Lenganku langsung hancur saat batu itu menghantam lenganku, aku tidak diberi kesempatan berteriak karena batu lain menghantam kakiku, satu persatu batu jatuh menghantam tubuhku membuatku terkubur didalam reruntuhan bebatuan.
Aku langsung terduduk kembali di ruangan cermin. Rasa takut itu, rasa sakit itu membuatku gemetar hebat.
Tangan wanita muncul di kanan dan kiri mataku dan menutup mataku. Aku kembali tidak bisa bergerak dan rasa sakit mengerikan mengenai punggungku.
Aku belum sempat berteriak sesuatu menusuk pundakku. Rasa sakit dan perih datang bersamaan membuatku berteriak.
Apalagi benda yang menusukku semakin panas membuat rasa sakit itu semakin mengerikan. Punggungku terus dicambuk tanpa henti, setiap cambukan memberikan rasa sakit yang berbeda.
Membuatku gemetar tidak terkendali. Aku melihat cahaya dan aku kembali ke ruangan cermin.
Aku langsung mencari setan wanita itu. Dan aku melihatnya disalah satu cermin, berada di sudut cermin.
"Aku tidak akan membiarkannya!!!" Aku berlari ke cermin itu dan meninju cermin itu. Cermin itu retak dan setan wanita itu terkejut sampai mematung.
Cermin itu sangat dingin, keras, dan tajam rasanya seperti meninju mata pisau. Tanganku tergores parah hampir membuat tanganku terbelah dua.
Tapi aku tidak berhenti, rasa sakit ini tidak sesakit rasa sakit yang lain. Jika aku membiarkan saja setan itu, mentalku yang akan hancur.
Aku terus meninju cermin itu, retakan cermin menyebar dan mulai pecah. Setiap pecahan melesat ke arahku dan menggores baik tangan maupun wajahku.
Aku masuk ke cermin yang pecah dan aku sudah berada di dalam lorong itu. Tubuhku berlumuran darah, wajahku penuh sayatan, bajuku robek sana sini dan dipenuhi darah, dan ada banyak pecahan kaca menempel di tubuhku.
Aku mencabut pecahan itu sambil membuka bajuku yang sudah compang camping. Bahkan mencabut pecahan kaca itu seperti menarik mata pisau.
Setan wanita cermin itu mundur dengan rasa takut melihatku "Aku kesini cuma ingin membebaskan diriku dari kutukan. Bukan menerima kutukan lain. DASAR SETAN SI****NN....." Aku meninju setan itu tidak perduli dia wanita atau bukan.
Setan itu hilang begitu saja. Aku sudah tidak perduli lagi dengan kutukan itu, toh manusia akan mati juga.
Cuma aku lebih cepat saja, aku sudah muak berada disini lebih baik pergi saja dari sini.
Aku berjalan tertatih-tatih rasa sakit masih menderaku tanpa ampun.
Bahkan hanya berjalan saja, seluruh kulit di tubuhku terasa perih. Aku mengabaikan apapun yang muncul di hadapanku dan terus berjalan kearah gerbang.
Setan perpustakaan muncul di depanku menghentikan jalanku "Minggir!!" Setan itu menyingkir dan masuk ke perpustakaan.
Aku baru mau keluar tapi perhatianku kembali tertuju ke perpustakaan. Mungkin aku bisa sedikit beristirahat disana dulu.
Aku berbalik dan membuka pintu perpustakaan, cahaya memenuhi mataku dan aku tahu-tahu sudah duduk disalah satu kursi menatap ke lampu yang masih menyala.
Pakaianku kembali normal dan luka itu seolah-olah tidak pernah ada. Aku mengambil tasku dan berjalan ke pintu.
"terima kasih" aku keluar dari perpustakaan langsung keluar dari sekolah dengan memanjat pagar.
Dan langsung pulang kerumah. Aku sampai dirumah jam setengah 8, aku tidak menyangka aku disekolah cuma 1 jam kurang.
Ibuku ada didepan pintu menungguku
"Darimana aja kamu?" Aku bingung dan memutar otak alasan apa yang harus kugunakan.
"Iii... Tu... Ah aku tadi ngerjain PR dirumah Rizal".
"Kalau begitu kasih tahu dong. Terus kenapa ditelpon ga diangkat?"
Ibu menelpon? Seingatku gak ada dering telpon deh. Aku mencari hp ku... Tidak ada!!! Hp ku tertinggal disekolah.
Aku tidak mau kesana lagi "Hpku ketinggalan"
"Kok bisa? Dimana rumahnya ayo ambil dulu hp mu"
Bisa mampus aku kalau ibu tahu aku disekolah
"Gak usah besok pagi aja. Udah malam, pinjem hp ibu aku kasih tahu si Rizal dulu"
Ibuku memberikan hpnya "emang kamu hafal nomornya?" Boro-boro hafal kalau bisa juga kaga mau kenalan aku.
"Enggak. Aku mau kasih tahu bu Endang aja biar ngasih tahu Rizal. Hehe" aku menelpon bu Endang dan memberi tahu masalah hpku.
Bu Endang marah karena gak mau ke sekolah pagi-pagi tapi tetap dituruti. Semoga bu Endang baik-baik saja besok.
"Mandi dulu sana, badanmu bau keringat. Terus makan, jangan lupa belajar, terus tidur. Jangan bergadang, karena gak ada hp kamu gak bakal tidur malem kan?"
"Iya bu" aku terdiam.. Di kamar mandi kan ada cermin ya? Masa mau ku tutupi. Tapi aku tidak seberani itu membantah ibu dan masuk ke kamar mandi.
Aku melihat bayanganku di cermin yang kembali normal. Aku menutup mulutku hampir berteriak. Kutukan itu sudah hilang.
#semangat puasanya guys..... tinggal beberapa hari lg menuju kemenangan... Aamiin 👐