
Keesokan harinya sekolah libur mendadak karena video life streaming tersebar, aku sempat menontonnya juga.
Yang menyebalkan video itu juga merekam aku yang sedang melawan setan gendut di halaman sekolah hanya saja setan itu tidak kelihatan.
Video itu berlanjut saat mereka nekat memanjat pager dan berkeliaran di halaman. Tapi kejadian aneh terjadi saat tiba-tiba kamera yang dipake untuk merekam jatuh dan mereka menghilang.
Menurut grup, guru langsung ke sekolah saat melihat video itu tapi mereka tidak ada dimanapun.
Paginya kejadian aneh kembali terjadi, seluruh pakaian mereka tercecer di halaman tapi tidak ada tanda-tanda mereka dimanapun.
Apalagi saat itu sekolah ramai, semua pakaian itu tidak jatuh melainkan muncul begitu saja di lapangan.
Sekolah libur 2 hari karena hal itu, ada penyelidikan dari pihak kepolisian juga untuk mencari korban itu.
Setelah seminggu kedua korban tidak ditemukan membuat sekolah jadi bermasalah.
Untungnya keesokan harinya kedua korban itu ketemu di lingkungan sekolah dalam keadaan hanya menggunakan ****** *****.
Mental keduanya terganggu membuat kami semua mengerti akan hal itu. Ya kalau dipikir-pikir mental anak yang sekolah disini jauh lebih kuat daripada manusia pada umumnya sih.
Mengingat semua kejadian yang menimpaku dan tidak membuatku gila merupakan hal yang luar biasa.
Waktu berlalu dengan cepat, ujian semester 1 dilewati dengan mudah dan hasilnya cukup membuat sekolah lain terkejut tapi disini mah biasa aja.
Rata-rata nilai setiap kelas, 8 yang terendah saja 7,5 tidak ada satupun murid disemester ini yang kena Nightmare class.
Begitu liburan aku memutuskan menginap di rumah saudara selama liburan karena merasa frustasi sekolah disana.
Sampai setiap malam aku selalu bermimpi mengikuti Nightmare class membuat liburanku ku lalui dengan mood yang hancur.
Di semester kedua Sheila memutuskan untuk ikut lomba piano yang sangat jarang sekali diadakan.
Tapi menurutku lomba itu terlalu mepet dengan UTS, membuatku sedikit khawatir dengannya. Tapi Sheila tetap mengikuti lomba itu dan berlatih terlampau giat.
Sampai beberapa kali dia tidak pulang kerumah dan menginap disekolah. Terkadang aku bingung dengan orang tuanya, anak perempuan tidak pulang ke rumah tapi tidak dicari?
Menjelaskan seberapa kacau keadaan rumah tangga Sheila. Hari demi hari terlewati dengan cepat.
Aku mendapat julukan disekolah sebagai penghancur kutukan. Jujur saja hal ini membuatku semakin menderita karena banyak murid dan guru yang kena kutukan mendatangiku demi bisa terlepas dari kutukan itu.
Dan semua itu membuatku muak, sampai aku biasa kesekolah saat malam bahkan menyapa setiap setan dan tidak diganggu karena hal itu.
Sepertinya bahkan mental ku sudah terganggu berkat hal itu. Aku jadi sering tidak merasakan rasa sakit karena terlalu banyak merasakan rasa sakit.
Sampai aku sempat dirawat dirumah sakit karena cedera saat jatuh ditangga. Tanganku patah saat itu, dan dirawat seadanya olehku karena tidak ada orang disekolah.
Ibuku malah pingsan saat melihatku, terpaksa aku menghubungi ambulan sendiri saat dirumah membuatku merasa bodoh.
Kenapa aku tidak melakukannya disekolah saja.
Lomba piano berlangsung seminggu sebelum UTS dan memakan waktu 1 bulan.
Sheila mengalami hal berat karena harus belajar dan berlatih membuat nilainya hancur saat UTS.
Berkat hal itu Sheila berhasil meraih juara 1 dan juga mendapat juara 1 dalam UTS tapi dari urutan terbelakang.
Membuatnya harus terseret kedalam Nightmare Class. Aku membantunya belajar sebagai sesama murid yang sempat mengalami Nightmare Class dan entah kenapa berkat hal itu aku dan Sheila jadi dekat.
Mungkin karena kalau tidak ada aku hampir tidak ada yang nolong temen sekelasku kalau kenapa-napa.
Berkat itu aku jadi idola satu sekolah bahkan teman yang menjauhiku jadi dekat berkat itu.
Seperti Deon, saat dia iseng jalan-jalan tanpa sengaja bertemu dengan wanita tanpa mata.
Di dekat lab kimia dan langsung buta. Dan Deon jatuh dari tangga, hal pertama yang dia ucapkan kepada orang yang membawanya ke UKS adalah...
"Panggil Aldi. Tolong panggilin dia di kelas 10 A"
Berkat itu aku sekarang berada di lab biologi bersama Deon disini mencari sepasang mata di rak yang penuh dengan mata dalam toples.
"Kenapa harus aku sih?" Deon hanya menjawab sambil melihat mata-mata didalam toples yang berisi cairan merah.
"Kalau bukan kamu siapa yang mau? Aldi" aku cuma bisa menghela nafas saja mendengar itu.
"Berasa banget dimanfaatin diriku ini".
Aku bingung mata mana sih yang dia mau? Mana semua mata disini retinanya warna warni lagi.
"Warna mata yang dia cari tuh apa sih?" Aku menatap kearah Deon. Deon terdiam sambil memperhatikan toples yang berisi sepasang mata biru.
"Saat aku menatap lubang dari wanita tanpa mata itu. Sekilas aku melihat wajah aslinya dan dia memiliki mata biru".
Aku terdiam dan melihat puluhan mata warna biru disitu "Biru? Serius kamu? Memangnya dia orang belanda apa?".
Deon cuma menggelengkan kepala saja "gak dia orang indo kok. Wajahnya mirip kaya orang jawa malah" berkat itu aku yakin ada yang salah.
Orang Indonesia jarang ada yang punya mata biru kan. Pasti hitam, dan disini gak ada mata hitam.
Aku mencari satu persatu di rak, jauh di sudut ruangan aku menemukannya mata dengan retina hitam.
Aku langsung ke Deon "Ketemu!!!" Deon langsung berdiri dan melihat toples kaca itu
"Tapi ini hitam" aku menatap Deon dengan bingung
Dia itu bodoh, pura-pura bodoh apa bagaimana sih? "Ini pasti mata aslinya. Dia itu cuma pengen mata biru tahu-" Deon diam membeku meski aku bicara panjang lebar.
"Deon?" Aku mengibaskan tanganku didepan matanya. Deon menunjuk kebelakangku saat aku berbalik.
Wanita dengan kebaya batik dan tidak memiliki mata terlihat. Ada air mata darah di lubang matanya mengalir sampai ke dagunya, tingginya juga gak masuk akal. Bahkan badannya lebih tinggi dari rak disampingku
Dengan tangannya dia mengambil toples itu dan mengeluarkan mata itu, setelah itu dengan cepat dia menerkam Deon dan memasukkan kedua mata itu ke mata Deon.
Deon meronta tapi tidak bisa melakukan apapun. Deon akhirnya tidak bergerak lagi, aku yang mematung akhirnya bisa bergerak mundur perlahan dan akhirnya jadi berlari saat setan itu menatap ke arahku.
Aku jatuh karena didorong setan itu. Dia membalikkan badanku dan memaksa untuk memasukkan mata ke mataku. Aku berusaha meronta dan mendorong tangan itu, tapi aku kalah kuat dan cuma bisa melihat kedua tangan besar mendorong mata ke mataku.
Rasanya seperti mataku ditusuk dengan 2 batu seukuran mataku, rasanya mengerikan sakitnya sampai ke ubun-ubun dalam sekejap aku kehilangan kesadaran.
Aku terbangun di lorong didepan lab kimia bersama Deon yang masih pingsan. Berurusan dengan setan memang menyebalkan.
#stay tune terus yaa guys.... jangan lupa tinggalkan jejakmu yaa 😊 makasih