
Aku mengambil hp untuk menyalakan senter. Saat aku arahkan ke depan tidak ada gumpalan daging.
Tapi aku berada ditempat dengan ratusan rak yang dipenuhi buku "Apa ini perpustakaan?"
Aku melihat-lihat bukunya.
Di sampul buku terlihat wajah setan yang ada disekolah. Saat kupegang rasanya seperti memegang kulit asli.
Sangat sulit untuk kubuka, tapi saat terbuka, cairan merah keluar dari buku yang terbuka tersebut.
Seluruh kertasnya terasa seperti menyentuh daging dan berwarna merah.
Ada tulisannya yang seperti ditulis dengan tulisan tangan menggunakan pulpen hitam.
Buku yang kupegang adalah buku dengan sampul wajah setan perpustakaan.
Dibuku itu tertulis kisah dengan nama aku dan kejadian yang menimpanya termasuk bagaimana dia mati.
"Apa semua buku ini merupakan cerita horor disekolah ini? Tapi siapa yang menyebarkannya? Bahkan isinya hampir sama persis dengan kisah yang diceritakan murid lain."
Aku terus berjalan melihat seluruh rak dan buku sampai aku berhenti di sebuah buku dengan wajah Ani.
Aku membuka buku itu dan cairan merah keluar dari buku. Dibuku tertulis saat pertama kali Ani kesini, pertemuan dengan setan penukar kecantikan.
Perasaan keputusasaannya, saat aku mengembalikan wajahnya sampai ke saat dia mati.
Disini tertulis saat dia baru saja mendaftar disekolah baru bersama ibunya, motor yang dikendarai ibunya kecelakaan dan masuk ke sungai.
Ani jatuh terpelanting dan masuk kesungai, kakinya terkena batu dan patah sedangkan Ani keseret arus sungai sampai kepala Ani terkena batu yang ada ditengah sungai dan mematahkan leher Ani.
Kisah ini belum tersebar disekolah bahkan aku pertama kali tahu soal ini. Soalnya sampai sekarang jasad Ani masih belum ketemu.
Ani tidak memiliki kerabat lain, hanya ibunya satu-satu keluarganya setelah ayahnya meninggal.
Setelah keduanya tidak ada kepolisian tidak begitu memikirkan jasad Ani hanya menunggu jika ada yang menemukannya saja.
Mungkin saja memang ada petunjuk soal kutukan sekolah ditempat ini. Aku terus mencari diantara buku dan tidak menemukan apapun.
Setelah entah berapa lama mungkin 1 jam atau 3 jam aku sampai diujung ruangan. Dinding diujung ruangan rasanya terbuat dari semen, beton dan batu.
Sampai membuatku bingung bagaimana bisa tempat seperti ini ada didalam perut setan. Tapi dari awal memang tidak ada yang masuk akal soal sekolah ini kan?
Aku berjalan kearah kanan menyusuri dinding dan aku sampai ke ujung kanan tapi aku bingung.
Dibagian kanan dinding yang menghalangi merupakan daging. Saat aku melihat kembali dinding di kiriku aku melihat seperti retakan besar sampai ke ujung bagian atas yang gelap.
Apa ada sesuatu disini? Aku menarik retakan itu dan hal aneh terjadi. Seluruh retakan maju ke depan rasanya seperti membuka buku.
Bagian dalam memiliki cat berwarna kuning seperti cat tembok sekolah saat aku meraba lembar itu terasa ada tulisannya.
Ternyata ini bukan dinding melainkan buku raksasa. Tapi bagaimana cara aku membacanya?
Saat aku meraba lembar raksasa aku merasakan tonjolan aneh dilembar, tidak ada tulisan tapi ada tonjolan.
Yang rasanya memiliki bentuk seperti huruf. Apakah ini huruf Braille? Tapi ini berbentuk seperti huruf abjad.
Aku mengeluarkan buku dan pulpen dan mulai meraba-raba. Buku ini ditulis mengambil sudut pandang orang ketiga.
Banyak mayat yang dibuang kerawa ini entah karena korban pembunuhan ataupun keluarga dari korban itu yang terlalu malas membuat kuburan.
Hal ini membuat rawa itu jadi semakin seram dan mencekam. Karena resah warga sekitar memanggil dukun untuk membersihkan rawa itu.
Dukun hanya memagari sekitar rawa dan tidak melakukan apapun pada rawa itu dan melarang warga melakukan aktivitas apapun di daerah rawa saat matahari tenggelam.
Diam-diam dukun itu sering kerawa ini untuk melakukan ritual khusus, ritual untuk memperkuat diri dengan suasana angker dirawa itu.
Itu tidak berhenti disana, dukun itu merasa belum cukup dengan hal itu. Dia menangkap para setan dan memasukkannya ke rawa itu.
Setelah puluhan tahun rawa itu dibersihkan dan diubah jadi perkebunan. Perkebunan itu juga menjadi angker bahkan banyak pekerja yang mati di kebun itu.
Membuat pemilik tanah menjual kebun itu dengan harga murah. Dukun sebelumnya merasa itu hal bagus dan membeli tanah itu.
Tanah itu dibangun rumah yang digunakan untuk mengurung setan-setan. Setelah 20 tahun dukun itu meninggal dan tanah itu dijual tapi tidak laku dan akhirnya terlupakan.
Warga sekitar yang mengetahui situasi tanah itu akhirnya memutuskan untuk menjadikannya pemakaman umum.
Rumah besar disana dirubuhkan dan diratakan dengan tanah dan tempat itu dijadikan kuburan.
20 tahun setelahnya ada bencana ditempat ini.
Akhirnya seluruh tempat ini kosong selama bertahun-tahun dan terlupakan.
Setelah beberapa dekade, beberapa orang membuka kembali tanah ini dan membuat desa.
Saat itulah sekolah pertama kali berdiri ditanah ini. Tapi kejadian buruk terus terjadi disekolah itu yang selalu membuat sekolah itu hancur dan banyak murid ataupun guru yang jadi korban.
Masyarakat percaya itu semua diakibatkan keangkeran tempat ini. Akhirnya dipanggil lagi dukun daerah sana.
Entah apa yang dilakukan dukun itu sekolah ini kembali normal dan tidak ada masalah apapun sampai 30 tahun lalu ada dukun yang tidak sengaja menemukan tempat ini dan menancapkan pilar yang akan menjadi penopang kedua dunia.
Tulisannya berakhir disitu. Apa maksudnya dengan pilar dua dunia? Tiba-tiba aku mengingat soal raksasa yang dulu kulihat saat liburan.
Apa raksasa itu pelakunya? Kalau begitu yang dimaksud pilar apa keris yang ditancapkan raksasa itu?
Apa untuk melepas kutukannya hanya keris itu kuncinya? Aku tidak mengerti.
Sepertinya cuma ini yang bisa aku dapatkan dari tempat ini.
Aku merapikan semuanya dan aku kembali kearah tempat aku datang. Cahaya terlihat diujung tempat ini
Saat aku masuk kedalam cahaya itu, aku keluar di luar sekolah tepatnya diluar gerbang.
"Apa setan kepala sekolah yang mengeluarkanku?"
Aku sekarang tahu soal sejarah tempat ini, tapi tidak tahu cara melepas kutukannya. Apa perlu bantuan dukun?
Tiba-tiba aku teringat saat ketemu dukun dimalam hari waktu itu. Apa dia mati ya? Berarti dukun biasa tidak akan cukup. Daripada memikirkan hal ini lebih baik pulang saja.
Sudah jam 9 malam ini, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan ibuku lakukan padaku malam ini.
Akhirnya aku bergegas untuk pulang karena malam kian larut.
#ditunggu kelanjutannya yaa guys😁