
#Banyak tulisan mengandung kekerasan dan konten yang rawan secara seksual harap berumur 18 keatas untuk membacanya.
Aku berhasil menemukan semua setan perempuan yang jadi korban. Guru ini benar-benar cabul..
Dari 10 setan perempuan 3 diantaranya adalah guru dan satu merupakan ibu dari murid disini.
Jujur saja mencari semuanya sangat melelahkan dilantai dasar.
Ada setan perpustakaan, murid kelas 1, dan gudang olahraga. Di lantai 2. Di gudang penyimpanan di ujung lorong, murid kelas 2, dan guru wanita di kelas 2.
Yang sisanya ada di sudut terjauh di sekolah.
1 merupakan ibu dari murid di taman belakang dekat gudang terpencil, 1 ada di ruang kepala sekolah di bagian gudang dokumen, satu di gudang dokumen di ruang guru.
Dan bukti yang kudapat berupa Diari terakhir milik setan perpustakaan, Video pemerkosaan milik setan kelas 1, Baju bernoda milik setan di gudang olahraga, dirigen berdarah milik setan di gudang alat bersih-bersih, rok merah milik murid kelas 2, Arsip merah milik guru di kelas 2.
Tas merah putih milik ibu dari murid, rekaman cctv di ruang kepala sekolah, dan laporan berdarah di gudang dokumen di ruang guru.
Sekarang tinggal bukti pembunuhan untuk yang pria saja. Kejadian itu di 3 tempat yang berdekatan.
Tangga lantai 2, tepi lantai 2, dan lorong berhantu di lantai bawah. Sekarang aku berada dikelas didekat lorong berhantu di lantai bawah.
Didekat kelas lamaku. Aku memilah-milah bukti dan menaruh semuanya di tas kain yang kutemukan di ruang kepala sekolah.
Pintu terbuka setan gendut itu masuk kedalam. Sekarang terlihat jelas wajahnya. Wajahnya mirip katak dengan bintik dan bisul di seluruh wajahnya.
Matanya merah menyala, tangannya membawa gada dari kayu, dan badannya mengeluarkan bau busuk.
Setan itu langsung hilang dan punggungku kena pukul lagi. Aku terpental, meja dan kursi tidak bisa membantu menahan dampak dari pukulan itu.
Aku memegang perutku dan memuntahkan air bercampur darah. Setan itu berjalan ke arahku, aku dengan susah payah berjalan keluar pintu kelas.
Dari lorong yang gelap gulita 2 bayangan muncul satu setan guru dengan parang dan kepalanya yang tidak ada.
Dan satu lagi setan guru juga dengan lehernya yang patah ke kanan dan mata kanannya menggantung.
Dalam keadaan seperti ini lagi. Setan gendut itu keluar dari kelas, dibelakang harimau didepan 2 buaya.
Setan guru tanpa kepala melewati kami begitu saja. Tapi setan dengan kepala miring menyerang setan gendut itu.
Benar... Dia korbannya "DIMANA?!" Setan itu menunjuk lantai 2 di bagian ujung. Aku berlari kesana.
Disana ada tangga lain yang masuk kawasan guru tanpa kepala itu jadi jarang ada yang melewatinya.
Aku naik di tangga yang lumayan curam itu. Tangga ini sangat lengket dan licin karena berkarat dan dipenuhi darah.
Aku menemukan sebilah kayu yang berdarah. Ketemu 1, karena sudah dilantai 2. Belum juga selesai membuat rencana setan gendut itu muncul.
Aku langsung berlari ke tangga yang biasa digunakan di lantai 2. Aku berpapasan dengan setan guru tangan patah disini.
Tangannya patah dan membentuk siku aneh, kupingnya tidak ada dan bagian kiri wajahnya rusak parah.
Dia adalah korban kedua yang kutahu. Karena dia sempat menyerang setan gendut itu
"DIMANA?!" Setan itu menunjuk ruang kelas 2 disebelah tangga.
Saat aku berbalik setan guru pria lain muncul dengan kepala yang cuma ada ¼ bagian mulutnya saja.
Setan itu juga menunjuk kelas yang sama. Dia korban juga? Setan gendut itu muncul dan langsung dihalangi kedua setan ini.
Aku masuk ke kelas yang dimaksud dan langsung tertarik pada kursi dan tiang besi penyangga yang dipakai untuk menggantung tirai.
Aku mengambil kursi dan tiang itu keluar kelas. Dan melihat setan gendut itu yang terus menerus dihadang kedua setan guru pria.
Aku melempar semua bukti kebawah tepat kelapangan di sekolah dan turun kebawah.
Inilah babak terakhirnya..
Aku mengambil semua bukti itu dan memeluknya menatap kearah tangga dimana setan gendut itu turun.
"Kamu sebagai guru sangat memalukan bisa-bisanya kamu membunuh 13 orang memperkosa 10 orang yang dimana 6 merupakan siswi di bawah asuhanmu-"
Aku berusaha menghindari itu tapi tetap saja tanganku kena pukulan itu, tanganku membentuk siku yang aneh dan rasa sakit mengerikan menderaku.
"ARGHHH.... Kamu dasar guru pengecut muka katak hanya berani sama wanita, dan orang yang lebih lemah darimu. Apa kamu ingat bagaimana kamu dengan tidak tahu malunya memperkosa penjaga perpustaka- Ah sia...n"
Gada kayunya beserta setan itu muncul didepan wajahku. Memukulkan gada itu ke kepalaku sampai kepalaku menghantam tanah.
Dan aku kehilangan kesadaran
Aku terbangun di perpustakaan dengan keadaan tertidur di meja.
"Dimana aku?" "Jangan.... Kumohon jangan..." suara perempuan terdengar olehku "Teriak saja sudah tidak ada orang disini" dan itu suara laki-laki.
Aku langsung berdiri dan melihat siswi perempuan ditindih oleh guru gendut yang menjilati wajah siswi itu.
Siswi itu... Setan perpustakaan. Aku mendorong rak buku yang ada disamping guru gendut itu.
Rak dan buku-buku menimpa guru itu,
Karena badan siswi itu yang kecil ketutup badan gendut dari guru itu. Tidak ada satupun buku atau rak yang jatuh menggoresnya.
Guru gendut itu berdiri "Siapa?!" Begitu berbalik ke arahku. Aku langsung melempar tempat alat tulis beserta isinya ke wajah guru itu.
Aku langsung menolong siswi itu yang masih berbaring di lantai. Membantunya berdiri dan keluar dari perpustakaan.
Aku membuka mataku dan memandang langit malam, bersama gada kayu yang ingin memukulku. Aku berguling menghindarinya.
"Bagaimana dengan murid baru itu? Dengan tidak tahu malunya kamu merekam adegan pemerkosaan itu-" Setan gendut itu langsung muncul di depan wajahku mengayunkan gadanya menghantam wajahku.
Aku terbangun di lapangan, langit masih terang kupikir ini sore hari. Aku langsung menatap kearah kelas 1 di dekatku.
Apa setiap aku menyebutkan kejadian itu, aku harus menolong korbannya? Bukanya itu tidak akan ada pengaruhnya?
Aku ke kelas yang tertutup dan menendang pintunya. Di sudut bagian belakang aku melihat guru itu yang menindih siswi sambil merekam wajahnya.
Aku marah sampai mengambil kursi di dekatku dan kulempar ke kepalanya. Aku mengambil kursi lain dan mendekatinya kemudian memukul kepalanya dengan kursi itu.
Baru membantu siswi dengan keadaan mengenaskan itu keluar dari kelas ini.
Aku tersadar lagi di lapangan, dan terkena pukulan gada setan gendut itu.
Aku memperhatikan sekitarku yang dipenuhi oleh setan yang memperhatikan ke arahku. Aku kembali meneriakkan kelakuan setan itu, kena pukul, pingsan sadar di waktu kejadian itu terjadi.
Menolong korbannya dengan alat seadanya. Untuk di kelas aku menggunakan kursi, di gudang senjata yang bisa kupakai, bahkan sampai cutter di ruang kepala sekolah kupakai untuk menusuk guru gendut itu.
Saat di taman belakang, aku memukul guru itu dengan sekop disana. Saat insiden guru pria aku berulang kali menghantamkan badanku untuk menolong guru itu.
Karena tidak ada senjata disana. Aku kembali tersadar dan terdiam, semua kejahatan setan itu sudah kusebutkan.
Kakiku sudah patah, kedua tanganku patah saat menahan pukulan guru itu, badanku semuanya sakit aku rasa beberapa tulangku patah juga.
Aku tidak bisa bergerak saat setan itu mengayunkan gadanya ke arahku. Tangan-tangan merah besar menahan setan gendut itu.
10 setan wanita korban guru itu menyerang guru itu dengan gelombang tangan-tangan darah. Setan guru pria juga menghalangi setan gendut yang ingin menyakiti setan perempuan disana.
Setan perpustakaan menunjuk kearah perpustakaan. Aku mengangguk dan pergi ke perpustakaan menjemput Rizal disana.
Saat aku membuka pintu ruang perpustakaan, kegelapan menelanku. Aku membuka mata dan aku duduk di kursi di depanku ada Rizal yang menggoyang-goyang tubuhku.
"Bagaimana kutukanmu?" Rizal hanya menundukan kepala "maaf kamu yang harus mengalami semua ini. Padahal kamu bisa saja tetap diam" Aku menghela nafas, aku juga bingung kenapa aku harus melakukan ini.
"Aku tidak mau kamu ganggu terus tahu. Ayo kita keluar dari sekolah ini" Aku dan Rizal keluar dari sekolah.
Didekat pagar aku melihat ada motor yang terpakir di situ. Ada orang yang masuk ke sekolah !!
Aku berbalik tapi ditahan Rizal. Rizal hanya menggelengkan kepala, aku tahu artinya jadi aku membiarkan saja.
#ditunggu kelanjutannya yaa guys 😁