ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
THE END



Beberapa hari setelah insiden itu, terlihat kehidupan Margaretha mulai berangsur membaik. wanita itu sudah berjanji di depan makam suaminya Kalau dia akan bahagia untuk dirinya dan anaknya.


"Aku sudah melakukan janjiku, aku sudah memberikan hukuman kepada orang-orang yang sudah membuat keluarga kita hancur. Aku tidak akan membiarkan mereka terus menghantuiku aku, sudah berjanji untuk bahagia bersamamu namun takdir tidak mengizinkan kita bahagia." Margaretha yang terlihat menatap nisan sang suami.


Sore yang menjelang malam itu terlihat Margaretha masih duduk di samping pusara sang suami, di sampingnya ada pusara kedua mertuanya dan Bibi ana. waktu seolah mempermainkan Margaretha, semuanya benar-benar sudah terjadi seperti yang seharusnya terjadi.


Waktu mulai berjalan seiring dengan semua kebahagiaan yang harus Margaretha dapatkan. William selalu berusaha untuk mendekati Margaretha kembali, 1000 alasan selalu dia dapatkan untuk mendekati wanita itu.


SATU TAHUN KEMUDIAN


"Ada apa kamu kemari?" tanya Margaretha.


"Tentu saja karena aku ingin kemari jawab William.


"Kita tidak ada perjanjian yang harus kita tanda tangani, haruskah kamu kemari setiap hari?" tanya Margaretha yang membuat William sedikit tersenyum.


"Hari ini aku ke sini karena aku ingin mengajakmu makan malam, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu." jawab William.


"Hari ini aku tidak ada waktu, aku ingin menghabiskan waktu dengan Putraku di rumah." jawab Margaretha yang begitu cuek.


"Leon.., Bukankah dia Putraku? dia adalah anak yang tidak kuketahui itu?" tanya William yang membuat Margaretha langsung tersentak.


"Maksudmu?" tanya Margaretha.


"Aku diam-diam sudah melakukan tes DNA ulang kepada Leon, aku sudah mendapatkan hasilnya Beberapa bulan yang lalu dan ternyata Leon benar-benar Putraku." ucap William.


"Kenapa kamu harus mengatakan hal itu, Apakah setiap wanita yang pernah tidur denganmu pasti akan memiliki anak darimu?" tanya Margaretha yang kemudian hendak pergi.


"Leon sudah tahu semuanya, aku sudah menceritakan mengenai masa lalu kita." ucap William yang membuat Margaretha seketika menghentikan langkah kakinya.


"Apa maksudmu?" tanya Margaretha.


"Aku ingin menjadi sosok Ayah bagi Leon, Aku ingin anak itu mempunyai seorang ayah. aku ingin dia mempunyai keluarga yang lengkap." pinta William.


"Oh my God, kamu ini benar-benar pria tidak tahu diri banget ya. kamu mengatakan Leon itu Putramu? lalu putramu dari wanita itu mau kamu apakan, mau kamu buang ke mana? lalu istrimu itu mau kamu apakan?" tanya Margaretha.


"Aku sudah berpisah lama darinya, anak itu bukan Putraku. wanita itu menjebakku untuk bertanggung jawab karena dia sudah hamil dengan pria lain." jawab William.


"Hahaha..., Kamu kira aku akan percaya?" tanya Margaretha.


"Aku mempunyai seluruh bukti, pria yang sudah menghamili wanita itu juga sudah mengaku." jawab William.


Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh Margaretha, seketika wanita itu langsung pergi meninggalkan William. William tidak bisa melakukan apapun dia harus bersabar untuk mendapatkan hati wanita yang begitu dia cintai.


William nampak menelepon Leon, pria itu menceritakan kalau mamanya tidak mau menerima kehadirannya.


"Kamu harus bersabar karena itu juga salahmu, Bukan?" Leon yang berusaha untuk menenangkan Ayah kandungnya itu.


"Bagaimana kalau Papa tidak bisa mendapatkan mamamu? Papa sudah berusaha bertahun-tahun Tapi mamamu tidak pernah memaafkan papa." jawab William.


"Berusahalah lebih keras Jika kamu ingin mendapatkan mamaku." ucap Leon yang kemudian memberikan saran kepada William.


"Kamu sedang apa, Leon?" tanya Frans.


"Tadi papaku menelpon, katanya mama terus menolak dia." jawab Leon.


"Tuan William?" tanya Frans.


Leon menganggukkan kepalanya, bocah berusia 12 tahun itu hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya.


"Kalian berdua harus bersabar, Kamu tahu kan seperti apa mamamu, dia itu sangat keras." jawab Frans yang kemudian duduk di samping Leon.


"Aku ingin mempunyai keluarga yang lengkap, paman. aku ingin ada seorang pria yang bisa melindungi mama, jika aku sudah dewasa nanti dan aku sudah menikah Bagaimana dengan Mama? Lihatlah sampai sekarang mama sendirian dengan semua rasa sakit hatinya." ucap Leon.


waktu benar-benar mulai berjalan, William terus berusaha untuk mendekatkan Margaretha dan William.


Terkadang dengan sengaja Leon menelpon Papanya untuk berkunjung ke rumahnya, kalau tidak Leon akan mengajak mamanya untuk datang ke suatu tempat dan menjebak wanita itu bersama dengan William. waktu terus berjalan entah apa yang ada di pikiran Margaretha dan William.


Dua bulan kemudian


"Apakah bocah kecil itu yang menyuruhmu kemari?" tanya Margaretha kepada William.


"Tentu, siapa lagi yang menyuruhku kemari, tidak mungkin kamu kan." jawab William yang kemudian duduk di kursi meja Margaretha.


Tatapan yang begitu tajam ditunjukkan oleh Margaretha, hatinya sedikit lulu dengan semua perjuangan anak dan ayahnya tersebut.


"Kamu mau makan apa, Aku sudah lapar." ucap Margaretha yang membuat William langsung menoleh.


"Terserah Apapun yang kamu pesan." jawab William.


Hari itu mungkin akan menjadi hari awal titik kehidupan Margaretha, wanita itu mungkin harus memberikan kesempatan kedua untuk William. seorang pria yang tiba-tiba meninggalkannya dengan bayi yang ada di perutnya. William tidak pernah tahu kalau Margaretha hamil, pria itu selalu berusaha untuk menjelaskan kepada Margaretha namun wanita itu tidak mau dan tidak pernah mau mendengarkan.


"Kenapa kamu terus berusaha untuk mendekatiku dan Putraku?" tanya Margaretha.


"Karena aku ingin melindungi kalian, Aku ingin bersama kalian dan aku ingin menjadi suamimu dan papa bagi putra kita." jawab William yang kemudian menarik salah satu tangan Margaretha.


"Percayalah padaku, aku mohon.., Berikan aku kesempatan aku tidak akan pernah melukaimu. Aku tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi." ucap William.


"Aku tidak tahu Apakah aku harus memberikanmu kesempatan atau tidak. Namun yang pasti kalau kamu ingin mendapatkan kesempatan, jalani saja semuanya bagaikan air Yang berirama tenang." jawab Margaretha yang membuat William benar-benar begitu bahagia.


Setiap hari William terus berusaha untuk mendapatkan hati wanita yang dia cintai tersebut.


Beberapa minggu kemudian akhirnya William memberanikan diri untuk melamar Margaretha, tanpa disangka oleh pria itu Margaretha menerima lamaran tersebut. Leon Frans dan Fiona tentu saja mereka bahagia, mereka menatap Margaretha dengan tatapan mata yang begitu tidak percaya. Margaretha sekarang sudah mau membuka hatinya, mau menerima seorang pria untuk menjaga dirinya.


Beberapa bulan kemudian pernikahan sudah dilangsungkan, William benar-benar akan menikahi Margaretha. dia menatap foto Arthur sembari memeluknya.


"Papa, izinkan Mama bahagia. aku ingin ada seseorang yang menjaga Mama." ucap Leon di depan foto Arthur.


Kebahagiaan benar-benar begitu luar biasa, Leon yang menginginkan keluarga utuh untuk dirinya pun telah tercapai. Margaretha mungkin tidak akan takut kehilangan, tapi dia meyakinkan William Jika dia berani melakukan kesalahan maka dia akan melakukan sesuatu yang sangat menakutkan.


"Kamu berani menikahiku maka kamu harus bersiap-siap, Jika kamu berani menghianatiku maka dahimu itu akan kupastikan mendapatkan tembakan berulang kali." ancam Margaretha yang membuat William benar-benar begitu bahagia.


Pria itu memeluk sang istri dan memberikan ciuman yang begitu membara. akhirnya Margaretha mendapatkan kebahagiaan, Frans dan Fiona yang melihat itupun mereka juga bahagia. cinta itu tumbuh seiring waktu, kebencian itu mungkin luntur seiring waktu. adakalanya cinta membutuhkan pengorbanan namun Cinta terkadang membutuhkan sebuah keyakinan.


** END **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat