ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.51



"Baiklah kalau begitu, aku minta kamu untuk melakukan apa yang perlu kita lakukan." ucap Margaretha.


Tatapan mata William terus menatap Margaretha yang begitu luar biasa, wanita itu benar-benar begitu cantik. dia begitu membuat William mabuk kepayang, sorot matanya begitu berbeda dari beberapa tahun yang lalu. senyum yang begitu penuh misteri dan tatapan mata yang penuh dengan dendam.


Sebuah senyum ditunjukkan oleh Margaretha ketika wanita itu melihat William berada di perusahaannya, senyum yang begitu penuh misteri dengan semua kehampaan yang begitu menakutkan.


"Sudah lama kita tidak bertemu, Tuan William." Margaretha yang tiba-tiba mengatakan hal itu hingga membuat William seketika tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


DEG...


Ada sebuah percikan yang begitu luar biasa, ada sebuah kehampaan yang juga luar biasa.


"Apakah Anda masih mengenal saya, Margaretha?" tanya William.


Senyum yang dikeluarkan oleh Margaretha seolah senyum itu mengatakan kalau dia mengingat pria itu dengan baik, baiklah kalau begitu. mari kita lakukan kontrak kerjasama ini, saya harus segera pergi dari sini karena saya masih ada keperluan." ucap Margaretha yang kemudian meminta Viona untuk membuat surat perjanjian kontrak kerjasama tersebut.


Tidak seperti dulu, wanita itu begitu dingin Senyum dan raut wajah yang ditunjukkan itu benar-benar begitu berbeda.


"Apakah saya bisa berbicara dengan Anda sebentar, Margaretha?" tanya William.


"Mungkin lain kali Tuan William, karena hari ini saya harus pergi ke suatu tempat." jawab Margaretha yang kemudian pergi.


William terdiam membeku, sedangkan Margaretha nampak wanita itu sedikit teringat masa lalunya. dia sudah mengubur masa lalu dengan William, dia sudah melanjutkan kehidupannya bersama dengan Arthur. namun sayangnya Tuhan berkehendak lain. sebenarnya Margaretha tidak pernah mengalami hilang ingatan, dia masih ingat benar siapa William. Namun karena sakit hati itu begitu besar Hal itu membuat Margaretha lebih memilih untuk berpura-pura kehilangan ingatannya.


Menikah dengan Arthur, seorang pria yang begitu luar biasa Margaretha sedikit demi sedikit melupakan William dengan semua sakit yang dia rasakan.


"Oh ya, Viona. Tolong kamu pantau perusahaan sebentar, aku akan segera kembali beberapa jam lagi. Kalau suamimu menelpon kamu bilang saja aku sedang keluar." ucap Margaretha yang kemudian menelepon beberapa anak buahnya untuk menunggu di sebuah tempat.


"Baiklah kalau begitu, Kamu hati-hati nanti kalau ada apa-apa kabari aku." ucap Viona.


"Tenang saja, lagi pula aku mau membawa beberapa anak buah dari ayah dan Rayen." jawab Margaretha.


DEG..


Viona yang mendengar anak buah Tuan Rayen seketika dia langsung membeku, entah apa yang akan dilakukan oleh wanita itu. anak buah Tuan Rayen adalah orang-orang yang sangat berbahaya, mereka dikhususkan untuk menjaga seluruh keluarga dari pria kaya raya itu. namun sayangnya Tuan Rayen waktu itu memisahkan diri dari anak buahnya hingga membuat dia terjebak pada rencana seorang pria.


Sekitar beberapa menit kemudian Margaretha sudah pergi ke sebuah tempat bersama dengan beberapa anak buahnya. wanita itu begitu luar biasa beberapa senjata yang ada di dalam mobil sudah dia bawa.


"Kita akan ke mana, Nyonya?" tanya salah satu anak buah Margaretha yang bernama Hero.


"Aku ingin kamu mengantarkan aku ke tempat yang kemarin sudah aku katakan, Hero. kamu sudah tahu kan tempat itu di mana?" tanya Margaretha yang membuat Hero langsung meminta anak buahnya untuk segera pergi ke tempat yang sudah dikatakan oleh Margaretha.


Salah satu pembunuh ayah kandung dari Margaretha berada di tempat itu, wanita itu yang sudah mengetahui mengenai keberadaan tempat itu. tentu saja dia langsung pergi ke sana, dia tidak akan pernah melepaskan orang-orang yang sudah menghancurkan kebahagiaannya.


"Apakah pria itu salah satu target kita, Nyonya?" tanya Hero.


"Tentu saja Hero, dia adalah target kita. jika dia bukan target kita untuk apa aku mencarinya dengan susah payah, Aku sudah mendapatkan keberadaan pria itu. sekarang aku tidak akan melepaskannya akan kubuat tubuhnya itu hancur akan jadikan Dia daging giling." jawab Margaretha.


Terkadang Hero benar-benar bergidik ngeri dengan sikap yang ditunjukkan oleh Margaretha, wanita itu benar-benar tidak pernah menunjukkan senyum manis. dia selalu saja menunjukkan senyum yang begitu menakutkan.


"Tidak apa-apa, ambillah jalan singkat untuk mempersingkat waktu kita, Hero." pinta Margaretha.


"Baik nyonya." jawab Hero yang kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk segera pergi ke tempat yang sudah dia katakan.


Tiga mobil sudah berjajar ke sebuah tempat yang dituju oleh Margaretha, wanita itu tidak akan melepaskan orang-orang itu dengan begitu mudah. lihat saja apa yang akan dia lakukan, Dia pasti akan memberikan mereka pembalasan yang begitu setimpal.


Hero menatap Margaretha dengan tatapan mata yang begitu tajam, pertama kali bertemu dengan Margaretha ketika wanita itu masih menjadi istri dari Arthur. seorang wanita yang begitu lembut tata cara berbicaranya berbicaranya begitu sopan, bahkan dia adalah wanita yang begitu baik. namun sekarang setelah kematian orang-orang itu sikap Margaretha berubah 80 derajat.


Wanita itu sudah tidak memiliki kepercayaan terhadap orang lain, kesalahan sedikit akan dia hukum dengan sangat berat. Margaretha tidak akan melepaskan siapapun yang membuat kesalahan, Karena itu Margaretha yakin kalau dia tidak akan membiarkan orang-orang itu bisa bebas dengan sangat mudah. setelah satu jam lebih akhirnya mereka sudah sampai di sebuah tempat, sebuah senyum ditunjukkan oleh Margaretha ketika melihat sebuah gudang besar tempat persenjataan gelap disembunyikan.


"Kalian bagi jadi beberapa kelompok, jangan sampai ada salah satu diantara kalian yang kehilangan kontak. kalian harus ingat satu kesalahan saja hal ini akan fatal." ucap Margaretha yang membuat anak buahnya langsung menganggukkan kepalanya.


"Baik nyonya." jawab anak buah Margaretha.


Senjata sudah dipersiapkan, Margaretha memerintahkan anak buahnya untuk segera maju. entah ada berapa orang di tempat itu namun Margaretha sudah memerintahkan anak buahnya untuk memakai pakaian anti peluru. bahkan wanita itu memesan pakaian anti peluru itu dengan kualitas yang sangat luar biasa.


"Kita maju." perintah Margaretha.


"Baik," jawab anak buah Margaretha.


Langkah kaki Margaretha memasuki sebuah gudang yang terlihat terbengkalai tersebut, Namun nyatanya gudang itu dipakai untuk menyusupkan persenjataan. ayah Rayen waktu itu ingin menghancurkan gudang tersebut. Namun sayangnya semua rencana yang dibuat oleh Ayah Rayen malah membuat pria itu kehilangan nyawanya.


Kacamata hitam itu dipakai kembali oleh Margaretha, sebuah kecamatan yang dipesan khusus di sebuah tempat. Margaretha memeriksa sebuah tempat yang menurutnya akan memberikan dia informasi mengenai orang-orang tersebut.


"Bakar tempat ini dan singkirkan orang-orang yang ada di dalam tempat ini termasuk siapapun!" perintah Margaretha.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat