
Setelah acara pesta terlihat Margaretha mendapatkan kabar Kalau salah satu musuhnya akan menyerang salah satu perusahaan Margaretha secara tiba-tiba.
"Kau mau kemana?" tanya Viona kepada Margaretha.
"Frans, Tolong kamu jaga di sini bersama anak buahku yang lain, karena aku harus melakukan sesuatu." jawab Margaretha yang kemudian pergi.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan?" tanya Frans kepada Margaretha.
"Aku tidak mau mengatakan hal ini didepan anakku, karena aku takut dia akan ketakutan saat mendengar sesuatu yang berhubungan dengan dunia hitam." jawab Margaretha.
"Ada apa?" tanya Viona yang barusan datang.
"Salah satu musuh kita ingin menyerang beberapa perusahaan ku, kelihatannya mereka akan menghancurkan beberapa aset dari perusahaan ku itu." jawab Margaretha yang kemudian bergegas ingin pergi dari rumahnya.
"Lalu, apa yang kan kau lakukan?" tanya Viona.
"Aku sudah menghubungi beberapa pihak teman kita, namun Mereka takut untuk melakukan hal itu karena mereka terkenal begitu menakutkan." jawab Margaretha.
"Lalu apalah yang akan kamu lakukan Margaret?" tanya Frans.
"Aku ingin menjebak mereka bersama para polisi." jawab Margaretha.
"Kau harus berhati-hati." ucap Viona.
Sesaat kemudian ternyata Leon sudah mendengarkan pembicaraan Mamanya bersama Frans dan Viona di luar ruangan.
"Mengapa kau harus melakukan itu, mama?" guman Leon dalam hati.
"Mama, mama mau ke mana?" tanya Leon yang tiba-tiba sudah berada di tempat itu sembari matanya berkaca-kaca.
"Tidak ada apa-apa, sayang. mama akan keluar sebentar untuk menyelesaikan sesuatu." jawab Margaretha.
Terlihat Margaretha telah memakai rompi di tubuhnya, bahkan wanita itu seperti sedang akan berperang di medan pertempuran. terlihat leon begitu ketakutan saat melihat Mamanya akan pergi.
Frans sangat kebingungan, dia tidak pernah melakukan sesuatu yang berbahaya, karena dirinya selalu mencari aman agar tidak berhubungan dengan para mafia. sedangkan isteri dari majikannya malah dia adalah pimpinan salah satu aliansi bisnis bawah tanah.
"Dengarkan aku Frans, Viona. semuanya akan baik-baik saja. kalian tidak usah memikirkan apapun dan percayalah padaku, setelah ini aku akan kembali dengan kondisi yang baik-baik saja." ucap Margaretha yang kemudian pergi bersama beberapa anak buahnya.
"Apakah anda yakin akan melakukan hal itu, Nyonya?" tanya Hero.
"Tenanglah Hero, aku akan berada di tempat itu bersama beberapa pengawal yang telah ku kerahkan." jawab Margaretha.
"Mengapa kau harus melakukan semua ini, nyonya. dunia ini adalah dunia yang sangat rumit, Mengapa kau harus terjun ke dalam dunia itu?" tanya Hero.
Margaretha nampak terdiam, sesaat kemudian wanita itu berdiri sembari memasukkan salah satu pistol ke punggungnya.
"Jalan ini telah aku tempuh, demi Leon dan mereka yang sudah meninggal akan melakukan hal apapun. kita akan baik-baik saja, jadi jangan khawatir." ucap Margaretha.
"Anda adalah seorang wanita yang begitu lembut dan kau selalu pengertian, lalu Mengapa sekarang kau malah menjadi pimpinan mafia. bahkan sekarang kau menjadi seorang anggota kelompok bawah tanah." terlihat Hero dan Frans mencoba untuk mencari tahu.
"Tenanglah Frans, semuanya akan baik-baik saja." Jawab Margaretha dengan tenang.
"Aku tidak pernah tahu jalan apa yang kita tempuh dan aku juga tidak tahu kalau semua ini akan membuat kita seperti ini, Namun yang jelas aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkanku ataupun menghancurkan keluarga ini. karena jalan ini sudah aku tempuh demi aku mendapatkan kebebasanku." jawab Margaretha yang kemudian menggunakan blazernya dan pergi.
"Aku titipkan Leon kepadamu, jaga dia baik-baik." ucap Margaretha yang kemudian pergi..
"Tapi Margaret..," ucap Frans.
"Aku titip Mereka, jangan kuatir Aku Pasti kembali." ucap Margaretha yang kemudian keluar dari mension nya.
Terlihat ketiga orang itu menatap seorang wanita yang sekarang berubah menjadi sosok yang sangat menakutkan.
Entah Tuhan menempa Margaretha dengan tumpaan apa, Hal itu membuat wanita itu menjadi sosok wanita yang begitu menakutkan.
"Aku tidak pernah menyangka kalau Margaretha akan menjadi seperti ini, Bahkan dia sekarang menjadi sosok yang begitu menakutkan." ucap Frans yang melihat kepergian Margaretha.
"Margaretha menjadi seperti itu karena orang-orang itu sudah merampas seluruh kebahagiaannya. mereka sudah membuat Margaretha menjadi seorang wanita yang begitu menakutkan." jawab Viona.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengerahkan anak buah kita yang ada di sini. aku takut kalau mereka tiba-tiba menyerang." ucap Frans yang kemudian meminta seluruh anak buahnya untuk menjaga mentions tempat almarhum Arthur.
"Apakah kalian sudah membawa persenjataan itu?" tanya Margaretha.
"Sudah Nyonya." jawab anak buah Margaretha.
"Apakah kamu sudah menelpon para polisi itu, Hero?" tanya Margaretha kembali.
"Sudah Nyonya, mereka juga sudah bergerak ke tempat kita." jawab Hero.
"Kita sudah menyerahkan beberapa bukti kepada mereka, aku yakin orang-orang itu tidak akan bisa menyerang kita."
setelah mendengar jawaban dari Hero akhirnya Margaretha mempersiapkan segalanya. wanita itu bagaikan monster yang tidak mempunyai rasa kasihan sama sekali.
Dia bersama beberapa anak buah Tuan Rayen sudah menghancurkan berapa perusahaan, bahkan musuh-musuh dari tuan Rayen dahulu. sekitar beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di perusahaan tempat Margaretha, para polisi sudah ada di sana. Margaretha nampak keluar dari mobilnya untuk mendatangi para polisi itu.
"Bagaimana?" tanya Margaretha kepada salah satu polisi.
"Nyonya Margaretha." pak polisi yang melihat Margaretha.
"Apakah mereka berada di dalam perusahaan?" tanya Margaretha kepada beberapa polisi.
"Yang saya tahu mereka sudah memasuki perusahaan ini dan melumpuhkan keamanan perusahaan anda." jawab Pak polisi.
"Apakah anda tidak mempunyai ahli teknologi yang lebih canggih? Aku ingin mereka menyusup ke jaringan perusahaanku." pinta Margaretha.
"Ada." jawab Pak polisi.
"Hero, Tolong kamu lakukan sesuai dengan keahlianmu." ucap Margaretha yang meminta Hero untuk melakukan sesuatu.
"Baik, nyonya." jawab Hero yang kemudian melakukan sesuatu untuk menyusup ke jaringan perusahaan.
"Lihat di mana orang-orang itu, CCTV yang dimatikan itu hidupkan kembali. kita akan tahu di mana orang-orang itu." perintah Margaretha.
"Baik nyonya." jawab Hero.
"Tapi jaringan CCTV yang ada di perusahaan itu sudah mereka kuasai, bahkan sudah mereka matikan." ucap seorang polisi.
"Saya mempunyai beberapa CCTV yang tidak akan bisa diketahui oleh orang lain kecuali saya dan anak buah saya." jawab Margaretha.
Pak polisi nampak menatap seorang wanita cantik yang begitu luar biasa namun kata-katanya begitu menakutkan.
"Hero, perintahkan anak buahmu menyusup ke perusahaan." perintah Margaretha yang membuat Hero memerintahkan anak buahnya untuk segera menyusup ke perusahaan.
Para polisi juga sudah berada di lantai teratas perusahaan, mereka akan naik ke lantai atas perusahaan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat