ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.47



SATU MINGGU KEMUDIAN


DOR..


DOR..


suara tembakan sudah terdengar di sebuah rumah megah dari seorang pengusaha yang pernah bekerja sama dengan tuan Rayen.


"Berani sekali kamu menghianati Ayah mertuaku." ucap Margaretha yang sudah memegang pistol.


Margaretha yang sekarang begitu berbeda dengan Margaretha yang dulu.


"Aaaa!!"


suara teriakan dari seorang pria yang salah satu kakinya sudah ditembak oleh Margaretha. tatapan mata Margaretha nampak menatap pria itu.


"Ampuni aku." ucap si pria.


"Kenapa aku harus mengampuni kamu, Apa yang kamu lakukan kepada kedua mertuaku itu tidak akan bisa Aku maafkan. kalian telah membunuh mereka kalian telah menghancurkan semua mimpi indah kami." jawab Margaretha yang kemudian menodongkan pistol itu kepada salah satu anak dari si pria.


"Jangan bunuh mereka, jangan bunuh. Aku akan melakukan apapun." ucap si pria.


"Memangnya apa yang akan kamu lakukan? apakah kamu bisa mengembalikan kedua mertuaku?" tanya Margaretha yang membuat si pria langsung terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.


Memangnya siapa yang akan bisa mengembalikan kehidupan setelah kematian menjemputnya. Tak ada kata namun istri dan anak-anak si pria nampak ketakutan, tubuh mereka gemetaran luar biasa.


"Biarkan aku beritahu padamu dan anak-anakmu, apa yang sudah dilakukan oleh suamimu ini, dia sudah membunuh kedua mertuaku dia juga sudah membunuh Ayah kandungku. dia telah merusak kehidupanku dia telah mengambil seluruh kebahagiaanku!!" seru Margaretha dengan suara yang begitu keras. urat yang ada di wajahnya sudah mulai keluar, wanita itu memegang pistol kemudian mengarahkan kepada salah satu putra dari si pria.


"Jangan, Aku mohon jangan bunuh keluargaku." ucap si pria yang terlihat memohon kepada Margaretha.


"Untuk apa aku harus memberi Maaf padamu, Aku tidak akan memberi maaf kepada siapapun. kalian telah menghancurkan semua mimpi indahku, kamu dan anak buahmu akan menerima apa yang namanya kematian mengenaskan." jawab Margaretha yang kemudian meminta anak buahnya untuk mengikat si pria di kursi kayu yang ada di rumah besar itu.


"Apa yang akan kau lakukan!!" teriak si pria.


"Aku akan memberikan kesakitan yang setimpal kepadamu, pertama kau telah membunuh orang tuaku. kedua kau telah membunuh mertuaku, berani sekali kamu masih hidup dengan semua nafas yang masih melekat." Margaretha yang kemudian mengambil pisau dari salah satu anak buahnya.


Wanita cantik yang memakai celana kulit dan jaket kulit tersebut nampak begitu menawan, rambut yang diikat tinggi dengan make up yang begitu cantik.


SRETTT..


SRETTT...


sebuah goresan yang sudah tergambar di pipi si pria hingga mengeluarkan darah, pria itu seketika menjerit kesakitan dengan semua kesakitannya.


"Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan begitu sederhana, Aku akan memberikanmu kematian yang sangat menyakitkan akan kubiarkan Anak dan istrimu melihat kematianmu yang perlahan-lahan." ucap Margaretha.


Frans yang berdiri di samping Margaretha nampak pria itu sedikit bergidik ngeri, wanita yang dulu terkenal begitu Anggun baik dan selalu menyenangkan itu sekarang sudah berubah total. dia menjadi wanita kejam, wanita menakutkan dengan semua keinginan yang harus dia dapatkan.


"Jangan sampai orang-orang itu pingsan, jika sampai istri dan kedua anaknya pingsan siram mereka dengan air dingin." perintah Margaretha yang sudah tidak mempunyai hati sama sekali. hatinya sudah membeku semuanya terasa sudah hilang, kesakitan Margaretha benar-benar begitu luar biasa dia merasakan penderitaan yang teramat dalam.


"Aaaa!!"


suara teriakan yang begitu menggelapkan, suara kesakitan yang tidak bisa ditahan oleh seorang pria yang sudah ikut membunuh orang tua dan mertuanya. Margaretha nampak menatap pria itu, darahnya sudah mendidih dengan semua kenangan masa lalu yang sudah membuat Margaretha menjadi kejam seperti ini.


"Dengarkan aku baik-baik, Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan semua keinginanmu. Kamu adalah pria brengsek yang sudah membunuh ayah dan mertuaku, sekarang kita lihat Bagaimana reaksi Anak dan istrimu ketika mereka melihat kamu sekarang menjadi mayat. sedikit demi sedikit aku akan mengupas kulitmu sedikit demi sedikit, Aku akan memberikanmu luka. sedikit demi sedikit aku akan membuatmu mati mengenaskan." ucap Sahara yang kemudian memberikan sayatan yang begitu indah di leher si pria hingga membuat darah mengalir dengan begitu deras.


Terasa kehidupan benar-benar begitu menyakitkan ketika leher itu sudah tersakiti, nampak pria itu wajahnya sudah pucat dia berteriak meminta ampun, meminta tolong bahkan dia benar-benar meminta pengampunan kepada Margaretha.


Tatapan mata wanita itu menatap anak dan istri dari si pria, terlihat mereka benar-benar tidak akan menyangka kalau hari ini akan datang juga, semua yang sudah dilakukan oleh suaminya benar-benar akan membuat mereka dalam kematian.


"Ampuni kami, Nyonya. ampuni kami!!" teriak istri si pria.


"Aku tidak akan memberikan kalian Maaf, aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup bebas." jawab Margaretha yang kemudian mengarahkan pistol itu kepada putri kecil bermata biru tersebut.


"Apakah kamu akan merasa kesakitan ketika aku sudah memberikan luka kepada putrimu itu?" tanya Margaretha kepada si pria hingga membuat pria setengah baya itu menjerit histeris.


"Aku mohon bunuhlah aku, jangan kamu bunuh anak dan istriku!" teriak si pria.


"Aku mohon kamu jangan bunuh keluargaku, mereka tidak tahu apa-apa!!" seru Margaretha yang menirukan kata-kata pria itu.


Nampak istri dari si pria menangis, dia memeluk kedua anaknya dengan begitu erat.


"Inilah yang aku katakan padamu, semua ada pembalasannya. Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan nafas yang masih melekat." ucap Margaretha yang kemudian mengalahkan pistol itu ke dahi salah satu orang yang sudah membunuh keluarga dan mertuanya.


DOR..


DOR..


DOR..


Tiga tembakan sudah bersarang di kepala pria setengah baya itu, seketika pria itu memejamkan matanya. Tak ada suara, hembusan nafas pun langsung terhenti setelah 3 tembakan itu bersarang di kepalanya.


Langkah kaki Margaretha mendekati anak dan istri pria tersebut, tatapan matanya menatap tajam kepada tiga orang itu.


"Kamu tahu apa yang dilakukan oleh suamimu itu adalah kebencian yang dia tanamkan. kamu tahu sakit yang aku rasakan tidak akan bisa mengembalikan orang tuaku dan kedua mertuaku, dia sudah melenyapkan seluruh kebahagiaanku, suamimu itu adalah pria brengsek yang sudah membuat aku menjadi seperti ini." ucap Margaretha sembari menatap istri dari si pria. hanya air mata yang bisa dikeluarkan oleh wanita itu, dia menadahkan tangannya untuk meminta belas kasih kepada Margaretha.


"Aku akan melepaskanmu, tapi kamu harus ingat. jika sampai kamu membuat anak-anakmu menjadi seperti suamimu maka kamu harus tahu aku pasti akan memburumu." ucap Margaretha.


"Aku tidak akan melakukannya. Aku ingin anakku berdiri dengan semua kejujuran." jawab si wanita yang kemudian menangis.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat