
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
"Selamat sore." Seorang wanita masuk ke dalam kantor Arthur.
Margaretha dan Arthur langsung menatap kearah seorang wanita yang sudah masuk ke dalam kantor Arthur.
"Celine?" tanya Arthur saat melihat melihat Celine sudah berada di kantornya.
"Siapa dia, sayang?" tanya Margaretha kepada suaminya.
"Dia adalah...," belum selesai menjawab seketika Celine langsung berlari sembari memeluk Arthur dengan pelukan yang begitu erat.
Margaretha yang berada di samping Arthur seketika wanita itu tersingkirkan.
"Apa yang kamu lakukan, Celine. kamu tidak boleh melakukan hal ini sekarang aku sudah menikah!" bentak Arthur yang terlihat langsung menyingkirkan tubuh Celine.
"Kamu ini kenapa? biasanya kan aku selalu bermanja sama kamu." jawab Celine.
"Walaupun Aku menganggapmu sebagai adikku, kamu tidak boleh melakukan hal itu. dia adalah istriku mulai sekarang kamu harus mempunyai tata krama." Arthur yang mulai tidak suka dengan perlakuan Celine dihadapan Margaretha.
"Siapa dia, sayang?" tanya Margaretha.
"Namanya adalah Celine, dia sudah aku anggap sebagai adikku." jawab Arthur.
"Mendengar kata adik Margaretha sedikit tersenyum, oh begitu ya." ucap Margaretha.
"Oh ya Sayang, ayo kita segera pulang ini sudah sore takutnya Leon mencari kita." ucap Arthur yang langsung meninggalkan Celine.
"Apa, dia benar-benar tidak menghiraukan ku? apa yang ada di pikiran pria itu, berani sekali Dia tidak menghiraukan ku." ucap Celine yang terlihat menatap Arthur bersama dengan wanita itu.
"Lihat saja, aku pasti akan melakukan sesuatu kepada wanita itu." Celine yang marah kepada Arthur yang sudah meninggalkan dirinya.
"Kenapa kita langsung meninggalkan wanita itu, Sayang. kenapa kita tidak mengajaknya, kamu bilang dia seperti adikmu?" tanya Margaretha kepada suaminya.
"Sudahlah, kamu tidak akan tahu seperti apa watak wanita itu." jawab Arthur.
"Memangnya kenapa? Apakah dia akan menjadi sainganku?" tanya Margaretha yang membuat Arthur tersenyum.
"Tidak akan ada wanita lain yang bisa menandingi mu, aku yakinkan itu." jawab Arthur yang kemudian meminta Margaretha untuk tidak membahas mengenai Celine.
"Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan, sayang?" tanya Margaretha yang kemudian menatap wajah suaminya.
"Mungkin aku tidak sedang menyembunyikan sesuatu, sayang. hanya saja wanita itu memiliki watak yang tidak baik." jawab Arthur.
"Apakah benar yang aku pikirkan kalau wanita itu menyukaimu?" tanya Margaretha.
Arthur menganggukkan kepalanya, pria itu tersenyum kepada Margaretha.
"Bisakah nanti kalau sampai di rumah kamu ceritakan padaku?" tanya Margaretha kepada sang suami.
"Tentu saja sayang, nanti aku akan menceritakan semuanya padamu. Kamu jangan khawatir." jawab Arthur yang kemudian meminta sang istri untuk masuk mobil. laju mobil meninggalkan perusahaan, Arthur membawa istrinya itu ke sebuah toko mainan anak-anak.
"Kenapa harus pergi ke sini? Apakah ada sesuatu?" tanya Margaretha kepada sang suami.
"Tentu saja aku ingin membelikan Putra kesayangan kita itu mainan, katanya dia ingin mobil besar itu." jawab Arthur.
"Ayolah sayang, Memangnya dia mau jalan-jalan di mana?" tanya Margaretha.
"Aku sudah bilang sama papa dan mama, mungkin besok kita akan pindah ke rumahku." jawab Arthur.
"Kenapa kita harus pindah? Bukankah menyenangkan tinggal bersama Papa dan Mama?" tanya Margaretha.
"Tentu saja menyenangkan sayang, tapi kamu tidak akan tahu bagaimana menyenangkannya jika dua adik kembarku itu sudah kembali. kamu pasti akan kewalahan dengan semua ucapan mereka." jawab Arthur.
"Jadi kamu mempunyai adik ya, sayang?" tanya Margaretha.
"Mungkin aku lupa ya, sayang?" tanya Margaretha yang membuat Arthur memberikan ciuman rekening istrinya.
Sesaat kemudian mereka terhenti di salah satu toko mainan super duper besar tersebut.
"Kita mau beli mainan ini ya, sayang?" tanya Margaretha ketika melihat contoh sebuah mobil di depan toko.
"Tentu saja Sayang, aku ingin memberikan jagoan kecil kita itu mainan ini. biar nanti dia main-main di sekitar taman main yang ada di rumah kita ." awab Arthur.
"Lalu, apa kita bisa mengambil Leon dari Papa dan Mama?" tanya Margaretha yang membuat Arthur sedikit menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Iya juga sih, Bagaimana caranya kita membawa Leon pulang ke rumah kita ya besok? sedangkan Papa dan Mama benar-benar tidak membiarkan bocah kecil kesayangan kita itu keluar dari rumah itu." jawab Arthur.
Di lain tempat terlihat Nyonya Nella dan Tuan Rayen sudah melakukan tes DNA kepada Leon, hasil dari tes DNA itu benar-benar sangat mengejutkan.
"Dia benar-benar cucu kita, Papa. Lihatlah semuanya sangat cocok sama Putra kita." ucap Nyonya Nella yang begitu bahagia.
Entah bagaimana bisa DNA yang dimiliki oleh Leon sama dengan milik Arthur. sedikit cerita ke masa lalu ketika Margaretha hamil besar wanita itu mengalami kecelakaan di Korea, Margaretha mengalami kondisi yang sangat kritis. golongan darah Margaretha begitu langka hingga membuat wanita itu begitu susah untuk dirawat.
Ketika itu Arthur berada di rumah sakit tersebut, dia mempunyai golongan darah yang langka sama seperti milik Margaretha.vakhirnya memberikan darahnya kepada Margaretha, Beberapa hari kemudian Margaretha melahirkan dan kondisinya memburuk kembali.
Dokter meminta Arthur untuk membantu wanita itu, Mungkin takdir sudah menggariskan sebuah cerita untuk Arthur. pria itu memberikan darahnya kepada Leon dan Margaretha, Setelah semua itu Arthur tidak pernah bertemu dengan Margaretha. namun dokter yang merawat Margaretha selalu memberikan foto pertumbuhan Leon kepada Arthur.
"Ternyata kecurigaan kita itu tidak benar, Pa. dia ini benar-benar cucu kita, berarti dia satu-satunya penerus kita. setelah kejadian kecelakaan itu kita tidak akan pernah mempunyai keturunan." terlihat Nyonya Nella benar-benar begitu sedih.
"Biarkan saja pengantin baru itu menghabiskan waktu bersama, cucu kita.. kita ambil aja. kita besarkan di sini biar kita mempunyai Artur kecil lagi." Tuan Ryan yang benar-benar begitu bahagia.
Akhirnya kebahagiaan dan cerita takdir itu berpihak kepada Margaretha, secara sah Nyonya Nella memberikan nama keluarga untuk Leon.
"Kakek, nenek. kenapa Papa dan Mama belum pulang?" tanya Leon.
"Mereka sedang jalan-jalan, Sayang. biarin aja pokoknya Leon sama kakek dan nenek di sini, jangan kemana-mana oke." sepasang suami istri tua itu selalu berusaha untuk mengambil hati Leon.
"Memangnya mereka ke mana sih kakek, nenek?" tanya Leon.
"Katanya Mereka mau memberikan Leon hadiah." jawab Nyonya Nella yang keceplosan bicara.
"Hadiah, hadiah apa?" tanya Leon Yang penasaran.
"Kalau namanya hadiah ya tidak boleh dikatakan dong, Leon. namanya hadiah itu surprise jadi Leon harus tunggu papa dan mama pulang terlebih dahulu, oke." Tuan Rayen yang kemudian menggendong bocah berusia 5 tahun tersebut.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat