ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.23



"Ya sudah kalau begitu, bawa dia jaga dia baik-baik ya. jangan sampai Putraku itu terluka atau menangis, jika sampai itu terjadi lihat saja akan aku kejar kalian berdua dengan membawa senjata laras panjang!" bentak Margaretha yang membuat Shin hwa menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih ya sayang!" seru Yul Shin hwa yang kemudian pergi ke tempat Leon.


Sekitar beberapa menit kemudian Sahara diminta oleh bibinya untuk mengantar makanan bersama dua anak buahnya untuk pergi ke salah satu rumah pengusaha semua.


"Pesanannya sudah selesaikan?" tanya Margaretha.


"Sudah, semuanya sudah selesai tinggal dikirim." jawab bibi Ana.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan antar. Oh ya jangan lupa kalau Bibi mencari Leon bocah itu pergi ke rumah pria Kurang ajar yang tidak tahu diri itu." ucap Margaretha yang membuat Bibi Ana menganggukkan kepalanya.


"Oh ya Retha. nanti kalau pulang belikan Bibi apel satu kilo. Bibi mau membuat pai apel!!" seru Bibi Ana.


"Oke." jawab Margaretha yang kemudian pergi bersama dua pekerjanya.


"Oh ya, Nyonya. Margaretha. apa Nyonya pernah melihat orang itu?" tanya pekerja wanita.


"Tidak, aku tidak tahu. karena kemarin aku kan sibuk mencari Putraku jadi aku tidak tahu kalau dia ke sana dan seperti apa wajahnya." jawab Margaretha.


"Anak buahnya saja tampan banget loh, Nyonya apalagi majikannya mereka berdua tampan-tampan." ucap pekerja Margaretha.


"Kalian ini sukanya seperti itu ya, sudah kalian masuk ke dalam mobil. kita harus segera mengantarkannya." pinta Margaretha.


"Baik." jawab pekerjaan Margaretha.


Beberapa pekerjaan yang bekerja di restorannya adalah orang Korea semuanya, mereka sangat sopan dan selalu membantu Margaretha jika ada sesuatu begitu pula dengan Margaretha.


Sepuluh menit kemudian


"Apa kalian yang mengantarkan makanan?" tanya pembantu William.


"Ya." jawab Margaretha.


"Masuklah," pinta pembantu Margaretha.


Margaretha dan dua anak buahnya sedang mempersiapkan makanan yang dia pesan.


"Baiklah, tuan. kami harus pergi." pamit Margaretha.


BRUKKKK..


tanpa sengaja Margaretha menabrak seseorang.


"Sorry sir, i didn't mean to.., ( Maaf pak, saya tidak bermaksud..)." Margaretha yang terlihat mengusap dahinya.


Sesaat kemudian wanita itu melangkah mundur, membungkukkan badannya tanda meminta maaf.


"it's oke." jawab si pria.


Setelah mendapat jawaban itu terlihat Margaretha mendongakkan kepalanya.


DEG..


Tatapan mata kedua orang itu saling bertemu pandang, tanpa sengaja dua insan itu bertemu kembali. Margaretha menatap pria yang ada di depannya itu jantungnya seketika berdebar begitu kencang, dia tidak akan pernah berpikir kalau dia akan bertemu dengan pria yang sudah membuatnya hamil tersebut.


"Sayang." ucap William ketika dia menatap Margaretha melihat wanita yang dia cari selama lima tahun wanita yang begitu membuatnya merasa kebingungan. sekarang wanita itu ada di depan matanya, tatapan mata William menatap Margaretha kedua tangannya nampak terulur.


DEG..


tiba-tiba jantung William berdebar begitu kencang, seolah jantung itu terlepas dari raganya. wanita cantik yang membuatnya jatuh cinta dan tidak mampu melupakan wanita itu sedikitpun.


Bercinta dua kali dan membuat Margaretha mendapatkan keturunan dari pria itu, seketika Margaretha langsung menarik kedua kakinya berjalan mundur sembari memegang dadanya. tatapan mata yang begitu nyalang tatapan mata itu benar-benar menunjukkan ekspresi yang tidak terkata.


Mengapa harus pria ini, mengapa mereka harus bertemu sekarang. pria yang sudah dia cari beberapa tahun, pria yang harus bertanggung jawab atas kelahiran bayi yang ada di kandungannya.


"Sayang." Panggil seorang wanita yang baru keluar dari sebuah kamar.


Margaretha menatap seorang wanita yang ada di rumah itu, tatapan matanya menatap seorang wanita kemudian menatap William. ternyata pria itu sekarang bersama seorang wanita, ternyata selama ini dia tidak mencarinya sama sekali.


DEG..


DEG..


jantung Margaretha berdebar begitu kencang ketika melihat seorang wanita bersama dengan William. Entahlah rasa sakit itu benar-benar terasa ternyata, memang dia hanyalah pemuas nafsu saja tidak ada perasaan ataupun cinta. kata-kata manis itu hanyalah buaian semata tidak ada perasaan bahkan tidak ada kehangatan sama sekali.


Namun berbeda dengan wanita itu, dia menatap seorang wanita yang berpakaian begitu seksi keluar dari sebuah kamar. tentu saja pikiran Margaretha langsung melayang kepada hubungan percintaan mereka berdua. tak ada perkataan namun Margaretha langsung berlari keluar dari rumah William.


"Sayang!" seru William yang kemudian berlari mengejar wanita yang begitu dia cintai.


Dari mata turun ke hati, itulah cerita yang dulu dialami oleh Margaretha dan William. namun sayangnya seolah takdir benar-benar mempermainkan mereka berdua, tak ada kata namun terasa sakit ketika Margaretha menatap seorang wanita bersama William.


"Ternyata selama ini aku salah, ternyata selama ini aku keliru. aku berpikir kamu benar-benar mencintaiku aku berpikir kamu berusaha untuk mencariku, aku benar-benar salah dengan semua pemikiranku ini." ucap Margaretha yang berlari.


William mengejar Margaretha, nampak pria itu langsung mencekal salah satu tangan wanita itu.


"Sayang." Panggil William.


Margaretha terhenti karena salah satu tangannya dicekal oleh William.


DEG..


DEG..


jantung Margaretha berdebar begitu kencang, Ingin rasanya wanita itu menangis. Kenapa harus seperti ini kenapa harus bertemu seperti ini dan kenapa takdir benar-benar mempermainkan dia.


"Akhirnya aku menemukanmu." ucap William.


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Margaretha, namun terlihat wanita itu menahan tebar jantungnya yang begitu cepat. ternyata penantiannya selama 5 tahun ini hanyalah kekosongan belaka, pria yang dia tunggu pria yang dia cari ternyata bersama wanita lain.


"Honey, why are you running Why are you chasing this woman.(Sayang, kenapa kamu lari Kenapa kamu mengejar wanita ini)!" seru seorang wanita yang bersama William.


"Diam kamu, diam. jangan coba berbicara lagi(Shut up, shut up. don't try to talk again)!" bentak William dengan nada suara yang begitu keras sembari tangannya tetap mencekal tangan Margaretha.


"Sayang!!" Panggil William kepada Margaretha .


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh William, nampak wanita itu hanya menatap kosong kepada pria yang ada di depannya.


"Maaf tuan, saya harus pergi. Saya sudah mengantar makanan yang anda pesan." ucap Margaretha yang menghempaskan tangan William.


Tatapan Martha Margaretha menatap wanita yang bersama dengan pria tersebut, Sevilia nampak menatap wanita yang dikejar oleh William.


"Ada apa denganmu, Sayang. kenapa kamu mengejar wanita itu?" tanya Sevilia.


"Dasar wanita brengsek, beraninya kamu melakukan hal ini!!" teriak William yang kemudian mendorong tubuh Sevilia.


Pria itu bergegas mengejar Margaretha yang sudah masuk ke dalam mobil.


BRAKK..


BRAKK..


"Sayang! sayang!!" teriak William sembari memukul pintu mobil Margaretha.


Margaretha tidak akan menghiraukan teriakan pria itu, dia benar-benar merasa sakit. tatapan matanya terus menatap pria yang sudah membuatnya memiliki keturunan, Namun nyatanya kenyataan membuat Margaretha begitu hancur ketika melihat William ternyata tidak berubah sama sekali masih bermain-main dengan seorang wanita.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat