ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.31



Hari ini Margaretha pergi ke restoran tempat keberadaan bibi Ana yang sekarang dipanggil ibu. langkah kaki Margareta memasuki restoran super sederhana namun pengunjungnya sangat luar biasa.


Terlihat Arthur mendampingi istrinya untuk mencari wanita yang dicari oleh istrinya tersebut.


"Ya Tuhan, bukankah dia tuan Arthur?" Beberapa pelanggan yang nampak menatap Arthur yang memasuki restoran tersebut.


"Iya, Bukankah dia adalah seorang pria kaya, konglomerat, super crazy rich itu?" tanya beberapa wanita.


"Iya, dia Ngapain di sini ya?" tanya berapa wanita.


"Ya Tuhan, Dia itu orang yang sangat kaya dan orang sangat tampan, begitu banyak wanita yang ingin menjadi istrinya namun katanya tidak ada yang bisa berhasil mendapatkannya." ucap beberapa wanita sosialita.


"Kalian ini tidak dengar ya kalau pria itu sudah menikah ya?" pria itu katanya beberapa hari lalu sudah menikah dengan seorang wanita dari kalangan rakyat biasa." jawab seorang wanita yang memang dia dari golongan orang kaya.


"Apakah kamu yakin? Lalu bagaimana dengan wanita itu?" tanya beberapa wanita.


"Kalian tahu, istrinya itu adalah pemilik restoran ini. ternyata mereka sudah mengenal lama dan sudah mempunyai anak. mereka berpisah dan baru bertemu sekarang karena tuan Arthur tiba-tiba meninggalkannya dan dia tidak tahu kalau dia sudah hamil." ucap seorang wanita yang membuat beberapa wanita yang ada di restoran Margaretha terkejut luar biasa.


"Kalau begitu ini adalah restoran dari istri pria itu?" tanya seorang wanita.


"Iya, kamu ini katanya wanita sosialita. Masa tidak pernah mendengar kabar ini sih, bahkan papaku beberapa hari lalu sudah diundang di acara pernikahan mereka." jawab seorang wanita.


"Tapi pemilik restoran ini cantik juga sih, bahkan beberapa pengusaha mencoba untuk melamarnya namun dia menolaknya karena itu mungkin dia menunggu tuan Arthur." ucap beberapa wanita yang membuat perbincangan yang ada di restoran itu semakin riuh.


Langkah kaki Margaretha dan Arthur mendekati kantor tempat Margaretha dulu. "Selamat pagi, ibu." sapa Margaretha yang sudah masuk ke ruangan itu.


"Margaretha Sayang." jawab bibi Ana yang kemudian berdiri dan mendekati Margaretha.


"Kalian Ngapain di sini?" tanya Bibi Ana.


"Tentu saja mengunjungi Ibu, Memangnya mau apa?" jawab Margaretha yang kemudian duduk di sofa itu bersama dengan Arthur.


"Dia bilang mau memberikan kado buat Ibu, katanya dia belum memberikan apapun kepada Ibu jadi dia ingin memberikannya hari ini." jawab Arthur yang membuat Bibi Ana tersenyum.


"Oh ya Retha, bisa tidak kamu lihat para pekerja." pinta bibi Ana.


"Iya Bu." jawab Margaretha yang kemudian berjalan menuju dapur.


Ketika Margaretha keluar Bibi ana mendekati Arthur. "Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Bibi Margaretha.


"Iya bu, semuanya baik-baik saja. Ibu tenang saja." Jawab Arthur.


"Aku takut jika suatu saat nanti ingatannya akan kembali, aku tak takut jika Dia menderita." ucap bibi Ana yang membuat Arthur menenangkan wanita tua itu.


"Aku tidak akan membiarkan ingatan istriku kembali, ibu. aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." jawab Arthur.


"Aku minta kamu lindungi Margaretha dan putranya, mereka sudah menderita selama 5 tahun lebih. aku minta kamu selalu menjaga mereka, aku tidak ingin Margaretha menderita kembali." ucap bibi Ana.


"Aku tidak akan membiarkan istriku menderita, sekarang dia adalah istriku Walaupun ingatannya kembali aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." jawab Arthur yang membuat Bibi ana yakin dengan pria yang ada di depannya tersebut.


"Aku benar-benar sangat berterima kasih padamu. Aku tidak akan bisa melakukan apapun, aku tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang kamu lakukan." ucap bibi Ana.


"Sekarang kamu adalah ibunya, Jadi sekarang kamu adalah ibuku juga jika ada sesuatu jangan sungkan-sungkan untuk mengatakannya padaku." minta Arthur yang membuat bibi Ana menganggukkan kepalanya.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Arthur kepada bibi Ana.


"Aku akan membuat Retha sibuk dengan pekerjaan di dapur. aku akan menceritakan mengenai masa lalu Gadis itu, masa lalu yang begitu menyakitinya hingga membuatnya terjerembab pada kesalahan yang membuahkan hasil." jawab bibi Ana.


Bibi Ana mulai menceritakan mengenai keluarga Margaretha, hutang-hutang ayahnya pamannya yang di jebak oleh seseorang hingga membuat wanita itu harus menanggung hutang yang sangat luar biasa. para penagih hutang menekan Margaretha dengan semua caci maki mereka, setelah itu Bibi Ana yang masuk rumah sakit tanpa mempunyai biaya sama sekali. Margaretha menanggung semua kesedihan itu akhirnya wanita itu menerima tawaran dari William untuk melakukan perbuatan tersebut.


Arthur benar-benar tidak percaya dengan semua yang terjadi, pria itu nampak terkejut luar biasa. dia tidak bermaksud untuk melakukan hal itu namun kenyataannya Margaretha harus terjebak dengan semua kekejaman dunia ini.


Arthur yang mendengar semua cerita Bibi Ana pria itu sangat terkejut, istrinya benar-benar menderita di masa lalu.


"Lalu, Apakah ibu tahu mengenai orang-orang yang sudah menjebak Ayah isteriku dan suami ibu?" tanya Arthur yang membuat bibi Ana menganggukkan kepalanya.


"Kapan-kapan kita bicara lagi ya Bu, aku ingin tahu orang yang sudah menghancurkan keluarga istriku hingga membuat wanita itu harus menjual kehormatannya untuk menyelamatkan kehidupan orang lain." ucap Arthur yang terlihat marah dengan cerita yang dikatakan oleh Bibi Ana.


"Akulah yang bersalah, Arthur. Seharusnya aku tidak sakit." ucap bibi Ana.


"Ibu tidak salah, Ibu adalah satu-satu keluarga istriku namun orang-orang itulah yang bersalah hingga membuat istriku harus merasakan semua ini. namun mungkin ini jalan Tuhan untuk mempertemukan istriku dengan aku, sekarang aku mempunyai sebuah kebahagiaan karena sebenarnya aku adalah pria mandul yang tidak akan bisa memiliki keturunan sama sekali." ucap Arthur yang membuat Bibi ana langsung terkejut bukan kepala.


"Maksudmu, Arthur?" tanya bibi Ana.


"Iya Bu, aku tidak akan mempunyai seorang anak. aku didiagnosa mandul karena sesuatu." jawab Arthur yang kemudian mulai menceritakan mengenai dirinya.


"Lalu apakah Margaretha mengetahui hal ini?" tanya Bibi Ana.


Arthur menganggukkan kepalanya, pria itu sedikit malu menceritakan mengenai kondisinya tidak apa-apa. mungkin Tuhan membawa Retha dan putranya padamu. Mungkin Tuhan ingin memberimu kesempatan untuk merasakan kebahagiaan menjadi seorang ayah." Bibi Ana yang terlihat begitu kagum dengan pria yang ada di depannya tersebut.


"Kapan-kapan aku akan ke tempat Bibi untuk menginap bersama istriku, aku akan mencari tahu mengenai orang-orang yang sudah menghancurkan keluarganya." ucap Arthur.


"Baiklah kalau begitu, Oh ya apakah kamu mau di sini atau mau ke mana?" tanya bibi Ana kepada Arthur.


"Mungkin kami ingin berjalan-jalan di perusahaan karena bibi tahu kan aku tidak bisa tinggal diam di rumah, apalagi kedua orang tuaku mengajak Leon untuk jalan-jalan entah ke mana." jawab Arthur.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat