
"Sudahlah Lukas, lakukan apa yang aku inginkan. kamu tidak usah menanyakan apapun dan kamu tidak usah memikirkan apapun, jalankan perintahku Jangan banyak bertanya." William yang mulai marah karena Lukas belum bisa melakukan perintahnya.
Tanpa mengatakan apapun akhirnya Lukas pergi dari tempat itu, pikirannya benar-benar sangat kalut. jika sampai Lukas mencelakai suami dari Margaretha kemungkinan besar wanita itu akan sangat marah. tapi jika tidak dilakukan William akan marah juga.
"Apa yang harus aku lakukan, jika aku membunuh Tuan Arthur itu akan membuat Tuan William dalam kondisi bahaya. Tuan Arthur adalah orang yang sangat berbahaya, keluarganya adalah turunan bangsawan yang memiliki begitu banyak kekayaan. Bahkan mereka juga menguasai beberapa wilayah Eropa dan Asia." ucap Lukas yang kemudian duduk di sebuah tempat yang ada di perusahaan William.
Pria itu harus memikirkan mengenai rencana yang dibuat oleh William, rencana itu benar-benar sangat berbahaya rencana itu benar-benar rencana bunuh diri. jika sampai Lukas melakukan apa yang di perintahkan oleh William itu artinya Lukas juga akan mendorong William ke jurang kehancuran.
Kembali perusahaan Arthur, terlihat Margaretha sudah bersiap-siap untuk keluar bersama sang suami. mereka harus pergi untuk memantau beberapa pembangunan yang ada di negara tersebut.
"Oh ya sayang, Tuan Lee jong itu siapa?" tanya Margaretha kepada sang suami.
"Memangnya ada apa?" tanya Arthur.
"Yang aku dengar kalau pria itu pria paling kaya di negara ini ya?" tanya Margaretha.
"Benar, Tuan Lee Jong adalah orang yang sangat kaya di negara ini, pria itu menguasai beberapa pasar di wilayah Asia sama seperti Papa dan Mama." jawab Arthur.
"Lalu, apakah kamu mempunyai bisnis dengan pria itu?" tanya Margaretha.
"Tidak, Memangnya kenapa?" tanya Arthur.
"Entahlah kelihatannya aku pernah mendengar nama itu, nama itu begitu familiar di telingaku." jawab Margaretha.
"Benarkah?" tanya Arthur.
"Iya kalau seingatku dulu waktu papaku masih menjadi pengusaha, beberapa rekan bisnisnya selalu datang ke rumah dengan pembicaraan-pembicaraan yang tidak aku mengerti." jawab Margaretha.
"Apakah kamu pernah mengenal orang-orang itu?" tanya Arthur.
"Entahlah, mungkin Ibu tahu orang-orang itu." jawab Margaretha.
Bibi Ana memang sudah memberitahukan mengenai beberapa orang yang sudah membuat Ayah Margaretha harus bunuh diri karena sesuatu hal.
"Ya udah sayang kamu tidak boleh terlalu memikirkan hal itu, nanti kalau terlalu memikirkan hal itu kamu malah sakit." jawab Arthur.
BRETTTT..
BRETTTT..
"Ada apa Sayang?" tanya Margaretha.
"Sebentar ya, Ada telepon masuk." jawab Arthur.
"Jawab aja, mungkin ada sesuatu yang sangat penting." ucap Margaretha yang membuat Arthur menjawab panggilan telepon tersebut.
"Arthur, tolong aku." seorang wanita yang sudah menelpon Arthur.
"Memangnya ada apa denganmu?" tanya Arthur.
"Aku ada masalah, ada beberapa preman yang mencoba untuk menjahati aku." jawab Celine.
"Memangnya apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa kamu sampai dikejar oleh para preman-preman itu?" tanya Arthur yang membuat Celine harus berakting begitu mengenaskan.
"Mereka mengajakku berkencan, Aku tidak mau mereka malah mengancamku." Celine yang terlihat begitu memelas.
"Ada apa Sayang?" tanya Margaretha kepada sang suami.
"Celine dalam masalah." jawab Arthur.
"Ya sudah kalau begitu kamu datangi saja dia, Mungkin dia dalam bahaya." jawab Margaretha yang tidak memikirkan kalau suaminya akan dalam masalah.
"Kamu ikut aku, Aku tidak akan membiarkan wanita itu melakukan sesuatu." jawab Arthur.
"Apa kamu yakin?" tanya Margaretha.
"Kamu ini istriku bukan kekasih atau simpananku." ucap Arthur yang kemudian mengajak sang istri.
Setelah mereka makan di salah satu restoran kecil Arthur mengajak Margaretha ke sebuah tempat.
"Kita mau ke mana sih?" tanya Margaretha.
"Ke salah satu tempat yang ada di Gangnam." jawab Arthur.
"Memangnya kita mau apa ke sana?" tanya Margaretha.
"Tentu saja ke tempat Celine, wanita itu ada di sana kemungkinan besar dia mau bersenang-senang di tempat itu." jawab Arthur.
Pria itu sangat tahu bagaimana watak dari Celine, karena itu Arthur tidak akan terlalu percaya dengan semua rencana busuk yang sudah disusun oleh Celine. ketika berada di lokasi yang sudah dikatakan oleh Celine Arthur nampak meminta beberapa anak buahnya untuk menyisir tempat itu.
"Kenapa mereka sudah ada di sini?" tanya Margaretha.
Beberapa anak buah Arthur diminta untuk menyisir di tempat itu, mereka mencari keberadaan Celine.
"Tuan, wanita itu berada di salah satu diskotik." jawab anak buah Arthur.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan ke sana bersama istriku." jawab Arthur.
Langkah kaki pria itu berjalan ke sebuah diskotik yang sudah dikatakan oleh anak buahnya, langkah kaki yang begitu ringan hampir tak bersuara. terlihat Arthur memandang wilayah tersebut.
"Apakah ini tempatnya, sayang?" tanya Margaretha.
Arthur menganggukkan kepalanya, pria itu bersama beberapa anak buahnya memasuki diskotik tersebut.
"Di mana bos kalian?" tanya Arthur kepada beberapa bodyguard yang ada di tempat itu.
"Kenapa kamu ke sini? apa yang ingin kalian lakukan?" tanya para bodyguard.
"Dia adalah tuan Arthur, Bilang saja kepada bos kalian Kalau tuan Kami ingin menemuinya." jawab anak buah Arthur.
"Tuan Arthur?" tanya para bodyguard.
"Iya, Tuan Arthur. Max Arthur." jawab anak buah Arthur.
Seketika para bodyguard itu meminta Arthur untuk masuk ke sebuah tempat, langkah kaki Arthur mengikuti para pria itu saat berada di sebuah ruangan. mereka menghentikan langkahnya.
"Apakah mereka ada di sini?" tanya Arthur.
Beberapa pria itu menganggukkan kepalanya, kalian tunggu di sini, sayang. Ayo ikut aku." Arthur yang mengajak istrinya masuk
Ketika berada di dalam ruangan itu, terlihat Celine diikat dan mulutnya diikat. tatapan mata Arthur menatap wanita itu, gurat ketakutan dan air mata yang menetes.
"Tuan Arthur." ucap pemilik diskotik.
"Aku tadi ditelepon oleh wanita itu, katanya dia disekap di sini?" tanya Arthur.
Pemilik diskotik langsung menatap Celine yang sudah memainkan semua aktingnya.
"Bukan seperti itu, Tuan." ucap pemilik diskotik yang ketakutan.
"Lalu, Kenapa mulut dan tangannya diikat seperti itu? apakah dia telah melakukan sesuatu?" tanya Arthur yang tidak langsung marah ataupun murka di tempat itu.
"Wanita ini tadi kemari untuk meminta sesuatu, Tuan. karena saya tidak mau melakukannya dia malah murka kepada saya." jawab si pria.
"Memangnya apa yang dia minta darimu?" tanya Arthur.
"Wanita ini memintaku untuk melukai seorang wanita, Katanya dia sudah mengambil pria yang dia cintai." jawab pemilik diskotik.
Arthur hanya tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh pemilik diskotik.
"Jadi seperti itu ya?" tanya Arthur dengan begitu santai.
"Iya Tuan." jawab pemilik diskotik.
Sesaat kemudian Arthur meminta pemilik diskotik untuk membuka ikatan mulut Celine,
"Memangnya kamu ingin membunuh siapa, Celine?" tanya Arthur yang membuat raut wajah Celine langsung berubah pucat. wanita itu bingung harus mengatakan apa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat