ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.24



Hancur, itulah perasaan yang dirasakan oleh Margaretha.


"Nyonya, ada apa?" tanya Margaretha.


"Tidak ada apa-apa. kita segera pulang kita harus segera kembali ke restoran." ucap Margaretha.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di restoran, seketika Margaretha memarkirkan mobilnya kemudian mengambil tas yang ada di ruang kerjanya dan kembali pulang untuk menenangkan hatinya.


"Di mana Nyonya Margaretha?" tanya Bibi ana kepada salah satu pekerja.


"Saya tidak tahu Nyonya, tapi tadi habis selesai mengantarkan makanan tadi Nyonya langsung pulang." jawab Salah satu pekerja.


"Apakah ada yang terjadi?" tanya Bibi Ana.


"Tadi Nyonya Margaretha dikejar oleh pemilik tempat itu, kelihatannya mereka saling mengenal." jawab si pekerja.


"Ya sudah kalau begitu, aku keluar dulu kalian jaga restoran baik-baik ya. nanti aku kembali lagi." pamit Bibi Ana yang kemudian pergi mencari Margaretha.


Langkah kaki wanita itu terburu-buru, Dia takut terjadi sesuatu kepada keponakannya itu. bibi Ana menelfon Margaretha berulang kali namun tidak dijawab. bibi Ana sangat khawatir terjadi sesuatu kepada keponakannya tersebut.


"Di mana Retha." ucap bibi Ana yang terlihat khawatir dengan Margaretha. sewaktu Dia berjalan melewati taman kota tatapan matanya menatap seorang wanita yang duduk di kursi depan taman.


"Retha." ucap bibi Ana yang kemudian berjalan mendekati tempat tersebut


Tatapan mata bibi Ana menatap Margaretha yang meneteskan air matanya. Entahlah apa yang terjadi, ada sesuatu yang membuat keponakannya itu menangis.


"Retha." Panggil Bibi ana yang membuat Margaretha langsung mendongakkan kepalanya.


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh wanita itu, seketika Margaretha memeluk Bibi ana dengan sangat erat.


"Ada apa, Sayang? apa yang terjadi?" tanya Bibi Ana khawatir.


Margaretha menggelengkan kepalanya, wanita itu masih belum bisa mengatakan kejadian tadi.


"Retha, ada apa? apa yang terjadi kenapa kamu seperti ini?" tanya Bibi Ana yang kemudian mengusap air mata yang terus mengalir dari kedua bola mata Margaretha.


"Tadi aku bertemu dengan pria itu, bi." ucap Margaretha.


"Siapa?" tanya Bibi Ana.


"Pria itu, Papa dari Leon." jawab Margaretha yang membuat Bibi Ana langsung terkejut.


"William, Tuan William?" tanya bibi Ana yang membuat Margaretha menganggukkan kepalanya.


"Kamu bertemu di mana?" tanya bibi Ana.


"Aku bertemu dia waktu mengantarkan makanan." dijawab Margaretha.


"Lalu?" tanya Bibi Ana.


Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh wanita itu, nampak terlihat kesedihan yang begitu besar di wajah Margaretha.


"Kenapa kamu tidak bilang sama dia kalau kamu mengandung putranya, Retha?" tanya bibi Ana yang membuat Margaretha menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Apa yang harus aku lakukan? ternyata pria itu tidak pernah mencintaiku, ternyata aku hanyalah wanita pemuas nafsunya." jawab Margaretha.


"Apa maksudmu?" tanya Bibi Ana.


"Dia sudah bersama wanita lain, dia bersama wanita lain bi." jawab Margaretha yang membuat Bibi Ana menatap keponakannya tersebut.


"Dasar pria Kurang ajar, ternyata pria itu hanya bermain-main denganmu." Bibi ana yang kemudian memeluk Margaretha.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, Aku tidak tahu bagaimana jika dia mengetahui aku mengandung anaknya?" tanya Margaretha.


"Bibi yakinkan kalau dia tidak akan bisa mengambil anakmu, dia tidak akan mampu mengambilnya kita akan mempertahankan anak itu. jangan katakan kalau kamu memiliki anak, jangan katakan Leon adalah darah dagingnya." pinta bibi Ana yang membuat Margaretha kebingungan.


Di sisi lain wanita itu takut jika tiba-tiba William tahu kalau Leon adalah anaknya, Apakah pria itu akan mengambilnya atau tidak akan pernah mengakuinya.


"Ayolah Ana, lebih baik kita segera kembali. kita urusi masalah ini nanti, kamu tidak boleh seperti ini Kamu tidak boleh terlalu terpuruk dengan semua ini." ucap BB anak.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Margaretha kembali, wanita itu takut jika tiba-tiba saja William mengetahui kalau Leon adalah putranya. namun di sisi lain Entah mengapa Margaretha meyakinkan dirinya Kalau pria itu tidak akan pernah mengharapkan putranya.


"Siapa wanita itu, sayang?" tanya Sevilia kepada William.


"Jangan pernah ikut campur dalam urusanku, lebih baik kamu pergi dari sini!" bentak William.


"Kenapa kamu harus melakukan itu, aku adalah ibu dari putramu. aku tidak akan pernah meninggalkan anakku!!" seru Sevilia.


"Jangan pernah kamu mengatakan kalau anak itu adalah anakku, Aku tidak yakin kalau dia adalah Putraku kamu sudah berhubungan dengan berapa pria? kamu membuatku terjebak pada permainanmu?!" bentak William sembari menodongkan pistol ke arah Sevilia.


"Kamu mau membunuhku Ya? silakan bunuh saja!" seru Sevilia yang terlihat menantang William.


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh William, namun pria itu meyakinkan kalau Sevilia berani mengatakan sesuatu dia akan membuatnya terluka.


"Tuan." Panggil Lukas yang mendekati William.


"Ada apa Lukas." jawab William.


"Bisakah kita berbicara sebentar, Tuan?" tanya Lukas yang membuat William mengikuti orang kepercayaannya tersebut.


Tatapan mata Lukas nampak menatap atasannya tersebut. "Apa yang sudah kamu dapatkan, Lukas?" tanya William.


"Wanita itu pemilik dari restoran yang tadi kita pesan, Tuan." jawab Lukas.


"Apakah kamu yakin?" tanya William yang membuat Lukas menganggukkan kepalanya.


"Saya sudah mencari informasi Itu, Tuan. anda jangan khawatir semuanya sudah saya selidiki." jawab Lukas.


"Lima tahun, sudah lima tahun aku mencari keberadaannya, Lukas." ucap William.


"Lebih baik kita akan mencari keberadaan nona Margaretha, Tuan. karena yang saya tahu Nona Margaretha masih bersama dengan bibinya." ucap Lukas.


"Aku ingin segera menemui wanita itu, Lukas. Aku ingin segera menemuinya, aku begitu merindukannya aku benar-benar merasakan sesuatu yang begitu luar biasa." ucap William lalu.


"Bagaimana jika Nona Sevilla tiba-tiba menemui Nona Margaretha, tuan?" tanya Lukas yang membuat William nampak terdiam.


BRAKKK...


"Aku tidak akan membiarkan wanita itu melakukan apa yang dia inginkan, aku tidak akan membiarkan wanita itu berbuat seenaknya. lihat saja jika dia berani melakukan hal itu kepada wanitaku akan kubunuh dia. aku tidak perduli." ucap William.


"Lalu bagaimana dengan putra Anda, tuan?" tanya Lukas yang membuat William menggebrak meja kembali dengan begitu keras.


BRAKKK..


"Aku tidak yakin kalau itu Putraku, Lukas. Kamu tahu kan Seperti apa diriku, Bahkan aku benar-benar tidak yakin kalau dia Putraku. Sudah berapa kali wanita itu berhubungan dengan banyak pria, Sudah berapa kali dia bersama dengan ribuan pria. Namun ternyata aku sangat bodoh terjebak dengan permainannya, dia selalu mengatakan anak yang dia kandung adalah anakku hingga sekarang anak itu sudah besar." jawab William yang kemudian meminta Lukas untuk mempersiapkan bunga.


"Aku ingin kamu belikan Mawar Merah berjumlah 100 dan Mawar putih serta beberapa bunga kesukaannya yang lain, Lukas." pinta William.


"Baik Tuan." jawab Lukas yang kemudian pergi.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat