
Sore sudah menjelang, terlihat Arthur sudah kembali dari perusahaan.
"Kamu sudah pulang, sayang?" Margaretha yang sudah mendatangi sang suami.
"Iya, sayang." jawab Margaretha.
"Oh ya sayang, seharian ini sama kamu dari mana saja?" tanya Arthur.
"Aku tadi jalan-jalan dari restoran." jawab Margaretha.
"Kemana lagi?" tanya Arthur yang sudah mendekati sang istri kemudian duduk bersama wanita itu.
"Kamu mandi dulu setelah itu kembali ke sini, aku akan menceritakannya lagi pula kamu belum makan kan?" tanya Margaretha yang membuat Arthur menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu, kamu mandilah dahulu Setelah itu kita makan aku dari tadi belum makan." ucap Margaretha yang kemudian mengajak sang suami untuk ke kamar mereka.
Sekitar 30 menit kemudian mereka sudah berada di ruang makan, Margaretha sudah mempersiapkan makanan yang sudah dia ambil dari restoran.
"Apakah seharian ini kamu bersenang-senang, sayang?" tanya Arthur kepada sang istri.
"Entahlah Sayang, apakah ini namanya senang-senang atau tidak. Tapi seharian ini aku keliling bersama dengan Arthur untuk mencari seseorang, tadinya aku mau ke perusahaan sih tapi karena aku harus mencari tempat yang harus Aku datangi waktu itu." jawab Margaretha.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita makan dahulu aja." Margareta sudah mempersiapkan makanan untuk sang suami. terlihat wanita itu begitu telah melayani suaminya tersebut, tak berselang lama mereka sudah selesai makan. tatapan mata Arthur menatap sang istri.
"Apakah kamu sudah menemukan orang itu, sayang?" tanya Arthur.
"Sudah, aku sudah menemukan pria itu, Frans Aku minta untuk memberikan informasi itu." jawab Margaretha.
"Ya sudah kalau begitu, kamu harus hati-hati jangan terlalu ikut campur dalam masalah ini. nanti biar aku yang akan menyelesaikannya." Arthur yang mencoba untuk memperingatkan sang istri.
"Tenang saja Sayang, aku tidak akan melakukan hal itu. aku hanya ingin melihat orang yang terus-menerus mengancam Ibu.* jawab Margaretha.
Sesaat kemudian Arthur ingin menanyakan mengenai sesuatu, pria itu nampak menatap Margaretha dengan Tatapan yang sedikit kebingungan.
"Apakah kamu ingin menanyakan sesuatu, Sayang? kenapa raut wajahmu seperti itu?" tanya Margaretha.
"Sebenarnya aku ingin menanyakan apakah kamu sudah bertemu seseorang di restoran?" tanya Arthur yang takut kalau istrinya tersinggung.
"Oh.. pria itu ya, Iya sih aku memang bertemu dengan pria Itu. dia mencoba untuk berbicara denganku, katanya dia ingin membahas masa lalu kami." jawab Margaretha.
"Lalu apalagi yang dia katakan?" tanya Arthur.
"Kenapa sih aku harus menjawabnya, lagi pula aku tidak peduli apa yang sudah dia lakukan bersamaku di masa lalu. tapi yang jelas aku tidak ada hubungan dengan pria itu." jawab Margaretha yang memperjelas perkataannya.
"Oh begitu ya." ucap Arthur yang sedikit lega.
"Memangnya kenapa sayang? jangan-jangan kamu curiga sama aku ya?" tanya Margaretha yang membuat Arthur sedikit kebingungan.
Tentu saja Arthur takut jika tiba-tiba saja istrinya itu akan mengingat masa lalunya, jika sampai istrinya mengingat masa lalunya itu artinya dia akan kehilangan segalanya. Dia akan kehilangan wanita yang dia cintai bahkan bocah kecil yang sudah dianggap sebagai anak tersebut.
"Tentu saja aku cemburu, sayang. kamu itu Istriku kalau kamu orang lain Tentu saja aku tidak akan menghiraukannya." jawab Arthur yang mencoba untuk menenangkan hatinya. padahal dalam hatinya pria itu jantungnya berdebar begitu kencang, dia takut kehilangan wanita yang dia cintai itu. Dia takut tiba-tiba saja istrinya akan menghilang dari pandangannya.
Lalu, apa yang akan dia lakukan? Dia belum siap untuk semuanya itu, dia tidak akan mampu bertahan tanpa wanita yang sudah dia nikahi tersebut.
Arthur yang melihat hal itu jantungnya kembali berdebar begitu kencang, rasa ketakutan itu kembali menyeruak di hatinya.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita beristirahat di kamar. Ayo kita lihat TV atau kita langsung tidur saja." ajak Arthur.
"Dengarkan aku, suamiku. dengarkan Aku baik-baik Kamu adalah suamiku walaupun aku sudah mengingat semua ingatan masa laluku, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamu adalah pria yang sudah menjadi belahan jiwaku, Aku tidak akan mau menjalani kehidupan ini bersama orang lain." ucap Margaretha yang membuat Arthur benar-benar tersenyum. pria itu tidak akan mengira kalau Margaretha akan mengatakan hal itu, hatinya benar-benar begitu bahagia wanita yang dia cintai itu terasa menyambut cinta yang selalu dia berikan.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
William terus mencoba mencari keberadaan Margaretha, dia sering ke restoran untuk mencari tahu apa yang dilakukan oleh wanita itu. walaupun pria itu melakukannya itu akan Percuma saja karena Margaretha jarang sekali ke perusahaan, Jika dia tidak mempunyai urusan. tidak mungkin aku akan pergi ke tempat pria itu untuk mencari Margaretha.
"Jika aku melakukannya bisa-bisa aku akan bermusuhan dengan Tuan Rayen." William tidak tahu apa yang harus dia lakukan, namun jika dia berbuat satu kesalahan saja mungkin seluruh usaha dan rencananya akan hilang seketika.
"Tuan." Panggil Lukas kepada William.
"Ada apa Lukas." jawab William.
"Tuan, Nyonya Sevilia membuat ulah lagi. dia melakukan sesuatu atas nama anda." jawab Lukas.
"Apa maksudmu, William? Apa yang dilakukan oleh pria itu?" tanya William kepada Lukas.
"Dia menggunakan beberapa kekuasaan yang anda miliki untuk membeli beberapa saham, sekarang saham yang dibeli itu mengalami kehancuran bahkan semua saham yang dibeli itu adalah saham fiktif." jawab lokasi yang membuat William begitu geram dengan wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut.
"Aku tidak akan membiarkan semuanya seperti ini, Lukas. lakukan apa yang bisa kamu lakukan, Jangan sampai wanita itu menghancurkan semua yang sudah aku capai. Jika dia berani melakukannya bunuh saja dia, aku tidak peduli!" perintah William yang membuat Lukas langsung pergi.
Di tempat lain Sevilla benar-benar begitu bahagia, dia sudah membeli beberapa saham perusahaan dengan memakai nama William, wanita itu entah sengaja ingin menghancurkan William atau dia ingin mencari muka kepada pria itu. namun apa yang dia lakukan benar-benar membuat William sangat murka, dua saham yang dibeli dari perusahaan itu ternyata adalah saham fiktif nominal yang digelontorkan oleh Sevilia adalah 3 juta dolar.
Sekitar beberapa menit kemudian uang sudah di glontorka Sevilia, beberapa menit kemudian wanita itu baru tahu kalau dua saham yang dibeli dari dua perusahaan itu ternyata adalah perusahaan fiktif, itu artinya Sevilla dibohongi oleh seseorang.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikatWilliam