
Terasa sakit ketika Margaretha menolak dirinya, wanita itu mengakui orang lain sebagai kekasihnya.
"Ya Tuhan, kenapa harus seperti ini." ucap William yang terlihat memikirkan dan membayangkan kalau Margaretha benar-benar sudah melupakannya.
"Tuan." Panggil Lukas.
"Ada apa Lukas?" tanya William.
"Apakah Tuan masih memikirkan kejadian yang terjadi kepada nona Margaretha?" tanya Lukas.
"Tentu saja, Lukas. aku pasti memikirkan hal ini, kamu tahu kan sepenting apa artinya wanita itu untukku." jawab William.
"Anda harus kuat, Tuan. anda tidak boleh menyerah kita akan mencari cara untuk mengembalikan ingatan Nona Margaretha." jawab Lukas.
"Aku harus bagaimana? kenyataannya aku sudah membuat kesalahan, Lukas. Mungkin Tuhan ingin menghukumku ketika aku benar-benar mencintai seorang wanita semuanya dihancurkan olehnya. aku selalu bersenang-senang tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan ku." jawab William.
"Mungkin yang anda katakan itu ada benarnya, Tuan. memang ketika kita benar-benar mencintai dengan tulus terkadang kita mendapatkan sebuah cobaan.
"Mungkin Tuan juga mendapatkan cobaan Ketika Tuan mencari Nona Margaretha, Tuan terjebak pada permainan nyonya Sevilia, Anda melupakan nona Margaretha di tengah semua pemikiran yang Anda rasakan. mungkin Itulah kesalahan yang harus anda terima karena hal ini Tuan." ucap Lukas yang membuat William terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.
"Aku ingin memutar waktu kembali ke masa lalu, Lukas. Aku ingin semuanya kembali kepada kehidupan yang lalu, aku tidak ingin menyakitinya aku tidak ingin terus-menerus merasakan kesakitan ini. Ternyata begitu sakit ketika orang yang aku cintai tidak menganggapku, melupakanku bahkan dia menganggap orang lain sebagai cintanya." jawab William yang kemudian mengusap wajahnya dengan begitu kasar.
Beberapa hari kemudian akhirnya Margaretha diperbolehkan pulang oleh dokter. Arthur mengajak wanita itu pulang ke rumahnya, orang tua Arthur nampak terkejut ketika mereka mengetahui kalau putranya membawa seorang wanita ke rumah bahkan kedua orang tua Arthur dibuat terkejut luar biasa mengenai status Margaretha yang sudah mempunyai seorang Putra berusia 5 tahun.
"Kenapa wanita itu harus disuruh tinggal di sini, Arthur?" tanya nyonya Nella.
"Dia adalah calon isteriku, Mama." jawab Arthur.
"Apa?!" nyonya Nella yang terkejut luar biasa.
"Iya, mama. wanita ini adalah calon istriku. Memangnya kenapa Mama?" tanya Arthur yang membuat ibunya benar-benar sangat terkejut luar biasa.
Dijodohkan dengan wanita macam apapun putranya itu tidak pernah mau, namun sekarang tiba-tiba saja putranya itu membawa seorang wanita pulang ke rumah.
"Wanita ini siapa dan bagaimana silsilah keluarganya?" tanya Nyonya Nella kepada putranya.
"Di wanita baik-baik, Mama. kami dulu pernah bertemu sekali dan kami pernah melakukan kesalahan." jawab Arthur yang membuat mamanya sedikit terkejut.
"Maksudmu?" tanya Nyonya Nella.
Arthur memilih memberikan kebohongan kepada mamanya, dia mengatakan kalau dia pernah ke suatu negara dan membuat kesalahan kepada wanita itu. setelah itu Arthur meninggalkan Margaretha dan bla bla bla.
Nyonya Nella sangat terkejut luar biasa. "Maksudmu? lalu di mana anakmu itu?" tanya Nyonya Nella yang tidak akan pernah mengira kalau putranya itu bisa memiliki keturunan.
"Dia berada di rumah neneknya." jawab Arthur.
Betapa bahagianya Nyonya Nella ketika mengetahui kalau putranya itu masih bisa memiliki keturunan.
"Tapi, yang Mama tahu kalau kamu itu tidak akan mempunyai keturunan, Arthur?" tanya Nyonya Nella.
"Itulah yang aku tidak tahu, Mama. wanita ini mampu memberikan aku turunan setelah itu Mungkin Tuhan marah kepadaku dengan memberikan aku cobaan seperti ini. aku meninggalkan wanita yang sudah mengandung benihku selama bertahun-tahun yang lalu." ucap Arthur yang membuat Nyonya Nella mau tidak mau harus menerima.
Ternyata Arthur memiliki rencana agar ibunya itu mau menerima Margaretha dan Leon.
"Bawa anak itu kemari secepatnya, aku tidak ingin kabar ini tersiar secara buruk." perintah Nyonya Nella yang kemudian berjalan terburu-buru untuk mencari keberadaan suaminya.
Margaretha yang melihat Apa yang dilakukan oleh Arthur nampak Wanita itu sangat kebingungan.
"Maafkan aku, aku tidak tahu kalau Leon adalah putramu." ucap Margaretha sembari menundukkan kepalanya.
"Tentu saja kamu tidak ingat karena kamu lupa dengan semua yang terjadi, bukan?" hanya Arthur yang membuat Margaretha menganggukkan kepalanya.
Wanita itu terlihat menatap Arthur dengan tatapan mata yang begitu terpesona kepada pria yang ada di depannya itu, dia sudah melupakan William seorang pria yang sudah memberikan dia anak.
secara resmi akhirnya Margaretha pindah ke tempat Arthur, kabar itu benar-benar mengejutkan William. William adalah orang kaya berkuasa dan memiliki sosialita yang sangat luar biasa. namun sayangnya musuhnya itu atau rivalnya itu juga memiliki status dan kedudukan yang lebih tinggi daripada William.
Satu minggu kemudian akhirnya Nyonya Nella memutuskan untuk menikahkan putranya itu dengan Margaretha. kabar itu benar-benar membuat Arthur begitu bahagia karena orang tuanya merestui keberadaan hubungannya dengan Margaretha.
"Jadi, dia adalah cucu kami?" tanya Nyonya Nella saat melihat Leon berada di rumahnya.
Arthur menganggukkan kepalanya, selama Margaretha masih lupa dan semoga wanita itu lupa akan masa lalunya berarti dia dan anaknya akan menjadi milik Arthur selamanya.
"Good morning grandparents introduce my name Leon Maxwell I'm the son of, Margaretha ( Selamat pagi kakek nenek perkenalkan nama saya Leon Maxwell Aku putra dari, Margaretha)" Leon yang memperkenalkan dirinya di depan Nyonya Nella dan Tuan Rayen Maxmilion.
"Dia mempunyai nama tengahku, Max?" tanya Tuan Rayen yang membuat Arthur sedikit lega karena Leon mempunyai nama Max di depannya. itu artinya mereka berdua tidak akan menyangkal mengenai kebenaran itu.
"Apakah kamu betah di sini, Leon?" tanya nyonya Nella yang membuat Leon menatap mamanya.
Leon sudah mendapatkan pengertian mengenai kondisi mamanya, Leon juga tidak tahu kalau Arthur bukanlah ayahnya namun mau tidak mau bibi Ana harus membuat cerita bohong kalau Arthur adalah Ayah yang sudah pergi lama. semua dilakukan oleh bibi Ana demi kebaikan keponakannya itu. wanita tua itu tidak ingin William terus menerus mengganggu kehidupan Margaretha, Karena Wanita itu tahu William sudah melukai Margaretha dia sudah menghianatinya bahkan dengan begitu kejamnya dia pergi tanpa memberikan satu pesan sama sekali.
Kata-kata yang diucapkan oleh Leon membuat kedua orang itu nampak tersenyum, masih kecil dia sangat pandai bermain kata begitu pandai menyanjung orang bahkan Leon sangat pintar dalam beberapa mata pelajaran Walaupun dia masih berusia 5 tahun.
"Kamu tahu papa, cucu kita benar-benar seperti Putra kita. dia tampan pintar dan sangat pandai menyanjung orang lain." ucap Nyonya Nella yang langsung menyukai keberadaan Leon yang mulai pindah ke rumah besar itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat