
"Dengar Sayang, kamu jangan ke mana-mana kamu mengerti kan." minta Margaretha kepada putranya.
"Tenang saja ma, leon tidak akan kemana-mana.
"Dengar Leon, mama segera pulang kamu diam di sana dan kalau ada yang mengajakmu ke mana mana jangan mau, oke!"
"Iya Mama, Leon mengerti." seketika Margaretha berlari kembali ke rumahnya. dia harus segera mencari keberadaan Putra kecilnya itu.
DEG...
jantung Margaretha berdebar begitu kencang, dia takut jika terjadi sesuatu kepada putranya itu.
"Bibi..," Margaretha yang menelpon Bibi Ana.
"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan Leon, Retha?" tanya Bibi Ana.
"Bi, katanya Leon sudah pulang. Sekarang bibi ada di mana coba bibi cari apakah benar Putraku sudah pulang." minta Margaretha yang menelpon bibinya sembari berlari.
"Baiklah kalau begitu, tutup teleponnya bibi akan mencari Leon." jawab bibi Margaretha yang kemudian kembali pulang untuk melihat keberadaan Leon.
Ketika wanita tua itu sampai di rumah yang berlantai 2 namun sederhana itu, nampak di sana Leon berdiri sembari melambaikan tangan kepada dua pria yang berada di dalam mobil.
"Siapa Mereka?" kuman bibi Ana yang kemudian berlari ke tempat Leon. wanita tua itu takut terjadi sesuatu kepada bocah kecil itu.
seketika Bibi Ana berlari, mobil berwarna hitam berjenis mobil sport itu langsung melaju meninggalkan rumah Margaretha.
"Leon." Panggil Bibi Ana.
"Nenek." jawab Leon.
"Kamu dari mana saja? mamamu tadi menangis mencari kamu." bibi Ana yang memarahi Leon.
"Tadi Leon main-main sama paman tadi nek." jawab Leon.
"Nenek dan mamamu kan sudah bilang jangan ikut siapapun, Leon. jika terjadi sesuatu sama kamu, mamamu dan nenek akan mati mengenaskan!" teriak Bibi ana yang membuat Leon langsung menundukkan kepalanya. wanita tua itu nampak sangat marah saat Leon tiba-tiba pergi dengan seseorang.
"Maaf nenek, Maaf." ucap Leon.
Ingin marah namun takut jika bocah kecil itu menangis. Bibi ana langsung mengusap kepala Leon sembari memberikan dia ciuman.
"Dengarkan nenek, Leon. Mama kan sudah bilang sama kamu jangan ikut orang asing, Memangnya kamu tahu siapa orang yang mengajakmu tadi?" tanya Bibi Ana.
Leon menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian bocah kecil itu menunjukkan jari jempolnya.
Maksudnya?" tanya Bibi Ana.
"Mereka orang baik, nenek. mereka itu orang yang sangat baik, tadi Leon dibelikan makanan dibelikan es krim Ini dibelikan mainan juga." Leon yang memperlihatkan beberapa barang yang dibelikan oleh William.
Nampak bibi Ana menghela nafasnya sedikit kasar, tak berselang lama terlihat Margaretha sudah sampai di depan rumahnya. wanita itu melihat Putra dan bibinya di sana, dengan langkah kaki tergesa-gesa Margaretha langsung menghampiri putranya tersebut.
"Kamu dari mana saja, Leon?" Margaretha yang terlihat marah sembari menatap tajam ke arah Leon.
"I'm so sorry Mama, I made Mama angry again.(Maafkan aku Mama, aku membuat Mama marah lagi)"Leon nampak menundukkan kepalanya sembari memainkan jari jemarinya.
"Mama tidak marah sama kamu, Leon. tapi mama takut jika tiba-tiba kamu menghilang, Sayang. apa yang harus Mama lakukan ketika kamu meninggalkan Mama, Mama akan mati, Leon. Mama tidak akan bisa hidup tanpa kamu." ucap Margaretha yang kemudian memeluk putranya.
Ketiga orang itu akhirnya berpelukan kemudian masuk ke dalam rumah.
"Oh ya Retha. Bibi mau ke restoran dahulu tadi ada pesanan dari salah satu pengusaha yang baru pindah ke wilayah kita. mereka meminta untuk diantarkan beberapa makanan ke rumah mereka." ucap bibi Ana.
"Sudah-sudah, kalau begitu ayo kita berangkat." Bibi ana yang kemudian mengajak Margaretha dan Leon untuk segera ke restoran.
Di tempat lain William dan Lucas sedang membereskan rumah mereka.
"Tuan." Panggil Lukas.
"Ada apa lagi, Lukas." jawab William.
"Tuan, Kenapa wajah bocah kecil itu sedikit mirip dengan Nona Margaretha ya." ucap Lukas yang membuat William langsung menatap tajam ke arah anak buahnya itu.
"Maksudmu, Lukas?" tanya William.
"Entah mengapa ketika bocah kecil itu marah dia sangat mirip dengan Nona Margaretha, cara dia memarahi cara dia melotot bahkan cara dia menggerakkan tubuhnya Kenapa sangat mirip sama Nona Margaretha ya?" tanya Lukas yang membuat William langsung berdiri sembari mengacungkan pistol kepada anak buahnya itu.
"Kamu jangan macam-macam, Lukas. wanita itu cuma milikku jangan berani kamu membayangkannya jika tidak peluru ini akan menembus kepalamu." ancam William.
"Tenanglah, Tuan. tenang, Aku tidak bermaksud seperti itu tapi cobalah Tuan lihat dari bentuk bibir dan matanya. warna matanya itu sangat mirip dengan Nona Margaretha." ucap Lukas yang membuat William sedikit kebingungan.
Apakah benar yang dikatakan oleh Lukas, Ada kemiripan bocah kecil itu dengan wanita yang dicari oleh William selama 5 tahun lebih.
"Sudahlah, Lukas. aku yakin aku bisa menemukan keberadaan wanitaku itu, setelah aku menemukannya aku akan langsung membawanya kembali ke London, Aku ingin menghabiskan sisa umurku bersamanya."
Lukas sangat tahu betul Bagaimana kesedihan yang dialami oleh William, ketika dia benar-benar kehilangan Margaretha pria itu mencari Margaretha selama 5 tahun lebih. tidak ada yang tahu di mana keberadaan wanita itu, apakah dia masih sendiri atau sudah mempunyai keluarga.
"Bagaimana jika aku bertemu dia namun tiba-tiba dia sudah mempunyai suami dan anak, Lukas?" tanya William.
Apa yang bisa dikatakan oleh Lukas, setelah mendengar pertanyaan dari majikannya tersebut mungkin satu kata yang bisa dikatakan oleh Lukas. pastinya William akan sangat terluka Bahkan dia akan hancur. selama 5 tahun itu tidak pernah sekalipun William bersama seorang wanita, walaupun begitu banyak wanita yang selalu berusaha untuk mendekatinya.
William tidak ingin menjalin hubungan apapun dengan para wanita itu, dia hanya ingin menemukan keberadaan Margaretha.
"Aku ingin kehidupan ini memberikan aku kebahagiaan sedikit, Lukas. Aku ingin sedikit merasakan cinta, aku ingin bersama wanita itu." ucap William.
"Lalu, Bagaimana jika Nona Margaretha tahu kalau anda pernah memiliki anak dengan wanita lain, Tuan?" tanya Lukas yang membuat William langsung terdiam seribu bahasa.
Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh William ketika Lukas mengatakan seorang anak. "Aku tidak tahu, Lukas. tapi aku tidak mau kehilangan wanita itu, akan aku perjuangkan segalanya demi dia." jawab William.
"Lalu, Bagaimana jika Nona Sevilia dan anak itu menemui Nona Margaretha, pasti wanita itu berpikir selama ini Anda tidak pernah sekalipun mencoba untuk mencarinya bahkan anda mempunyai kehidupan lain?" tanya Lukas yang membuat William kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William