ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.30



"Pertama kali aku melakukan hal ini denganmu, sayang." ucap Arthur yang mulai menunjukkan kehebatannya. ranjang yang mulai bergoyang itu menunjukkan kalau sepasang suami istri itu sudah melakukan gerakan percintaan mereka. perlahan-lahan Arthur mulai mengetahui jalan masuk pertempuran, pria itu merasakan sensasi yang sangat luar biasa. pria itu merasakan sesuatu yang begitu nikmat.


Arthur adalah pria kaya namun tidak pernah sekalipun menyentuh wanita, setelah dia mendapatkan kabar Kalau dia adalah pria mandul yang tidak akan bisa memberikan keturunan kepada wanita manapun.


"Maaf jika aku hanya bisa memberikanmu kenikmatan tapi tidak bisa memberikanmu kebahagiaan sebagai seorang ibu lagi." ucap William di sela pergerakannya yang begitu memburu.


Margaretha nampak hanya bisa menatap wajah pria yang ada di depannya tersebut, Tak ada kata namun ******* itu semakin lama semakin memburu. kenikmatan itu semakin lama semakin menggila, sepasang suami istri yang merasakan percintaan malam pertama itu benar-benar begitu bergairah. apalagi minuman yang mereka minum memiliki obat luar biasa yang akan membuat mereka melakukan gencatan senjata sampai pagi.


"Aku baru merasakan sensasi seperti ini." ucap William yang terus memberikan kenikmatan kepada istrinya.


Setelah beberapa waktu lamanya sepasang suami istri itu akhirnya mendapatkan puncak kenikmatan mereka, suara ******* panjang menandakan titik dari kenikmatan tersebut. sepasang pengantin baru itu akhirnya tergeletak mereka berdua sama-sama merasakan kenikmatan yang luar biasa. percintaan yang begitu panjang hingga keringat bercucuran.


"Aku tidak akan melepaskanmu untuk siapapun." ucap Arthur yang kemudian mencium sang istri.


Satu kata yang bisa diucapkan oleh Margaretha, pria yang ada di sampingnya itu sekarang adalah suaminya tidak akan ada wanita lain selain dirinya. tidak boleh ada wanita lain selain dirinya yang mampu membuat suaminya merasakan kebahagiaan.


Malam sudah menunjukkan semua gairahnya, pagi menjelang dengan semua cerita baru dari sepasang suami istri itu. wajah yang begitu bahagia nampak terlihat ketika Margaretha dan Arthur sudah berada di ruang makan.


Nyonya Nella dan Tuan Rayen menatap anak dan menantunya yang begitu bahagia, Kelihatannya kamu bersemangat sekali pagi ini, Arthur?" tanya tuan Rayen kepada putranya.


"Tentu saja papa aku sangat bersemangat, malam pertempuran panjang sudah aku lalui. Pasti Papa juga pernah merasa sebahagia ini kan?" sindir Arthur yang membuat Papanya malah tertawa terbahak-bahak.


"Oh ya Leon, Bagaimana kalau nanti siang kakek dan nenek mengajakmu jalan-jalan. mau tidak?" tanya Nyonya Nella yang membuat Leon menganggukkan kepalanya.


"Memangnya nenek mau mengajakku ke mana?" tanya Leon.


"Tentu saja kami akan mengajakmu ke sebuah tempat, biarkan papa dan mamamu berduaan. kamu ikut kakek dan nenek kita mau jalan-jalan membelikanmu makanan ataupun mainan mu, bagaimana?" tanya Nona Nyonya Nella yang membuat Leon bersemangat.


"Papa, Mama. bersenang-senanglah aku sama kakek dan nenek mau jalan-jalan kami mau bersenang-senang juga!!" seru Leon dengan penuh semangat.


Entahlah Bagaimana ceritanya jika sepasang suami istri tua itu mengetahui kalau bocah kecil itu bukanlah anak dari putranya, melainkan dia hanyalah anak hasil dari hubungan menantunya bersama seorang pria di masa lalu.


"Kamu tidak perlu ke perusahaan, sayang?" tanya Margaretha kepada sang suami.


"Nanti saja Sayang, aku ingin seharian ini bersamamu. kemarin kita baru menikah masa aku harus disuruh ke perusahaan sih." jawab Arthur yang kemudian memberikan ciuman penuh cinta di kening sang istri.


"Kalau begitu ajak aku jalan-jalan ya, aku mau membeli sesuatu." minta Margaretha.


"Memangnya kamu mau membeli apa?" tanya Arthur yang sedikit menyelidik.


"Aku mau membelikan ibuku hadiah." jawab Margaretha.


Ibu yang dimaksud oleh Margaretha adalah Bibi Ana, Arthur yang mengetahui hal itu dia tidak ingin memberikan kenyataan kepada istrinya. dia lebih memilih untuk mengikuti alur yang dibuat oleh istrinya yang sedang tidak ingat itu.


"Ya sudah kalau begitu aku antar kamu ke salah satu butik, Setelah itu kamu beli pakaian juga oke minta Arthur yang diangkut oleh Margaretha.


Di tempat lain seorang pria juga merasakan sakit yang luar biasa, semalaman dia tidak tidur memikirkan kalau wanita yang dia cintai itu bersama pria lain. bercanda gurau bercinta bahkan mereka sudah berhubungan benar-benar sangat frustasi.


Pria itu tidak akan membiarkan Margaretha hidup bahagia bersama dengan Arthur.


"Aku tidak akan membiarkanmu bersama pria itu, aku akan menghancurkan kebahagiaanmu." ucap William dengan semua kemarahannya.


"Aaaa!!!" suara teriakan menggila dari William ketika dia membayangkan Arthur menyentuh tubuh Margaretha.


"Akan kubunuh pria itu, akan ku bunuh dia!!" teriak William dengan semua kegilaannya.


Tatapan mata yang begitu kesal, tatapan mata yang begitu menjengkelkan bahkan tatapan mata yang begitu benci itu diperlihatkan oleh William kepada Sevilia.


"Ini semuanya gara-gara dirimu, wanita brengsek. jika tidak ada dirimu aku tidak akan pernah merasakan kehancuran seperti ini!!" teriak William yang kemudian mendekati Sevilia.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Sevilia kepada William.


"Aku akan membunuhmu." jawab William yang kemudian mencekik leher Sevilia dengan sangat erat.


Pria itu menatap Sevilia dengan tatapan mata yang begitu menakutkan, tatapan mata yang seolah akan membunuh.


"Lepaskan, le-pas-kan." ucap Sevilla yang terbata karena lehernya sudah dicekik oleh William.


"Aku tidak akan melepaskanmu, dasar wanita murahan." ucap William di depan wajah Sevilia.


"Tuan, apa yang Tuan lakukan." Lukas yang langsung menarik tubuh Sevilla agar wanita itu tidak mati di tangan majikannya.


"Lepaskan, Lukas! lepaskan, aku akan membunuh wanita ini gara-gara wanita ini aku harus kehilangan wanita yang paling aku cintai!!" teriak William.


"Kenapa kamu harus menyalahkan aku? Kenapa kamu tidak menyalahkan dirimu sendiri, sudah berapa Wanita Yang Kau hancurkan Sudah berapa wanita yang telah kau jadikan pemuas nafsumu. sekarang ketika kamu jatuh cinta kepada seorang wanita tentu saja Tuhan akan memberikanmu sebuah hukuman yang sangat besar!!" seru Sevilia yang terlihat memegang lehernya yang habis dicekik oleh William.


"Dasar pria tidak tahu diri, aku pasti akan membunuhmu!!" teriak Sevilia yang membuat William semakin marah.


"Beraninya kamu mengatakan hal itu padaku!" seru William dengan suara yang begitu keras.


"Tentu saja Jika kamu mencintai wanita itu kenapa kamu harus tergoda padaku, Kenapa kamu bercinta denganku. sekarang ketika semuanya sudah hancur Kenapa kamu menyalahkan orang lain? Kenapa kamu tidak menyalahkan dirimu sendiri!!" seru Sevilia yang kemudian pergi dari ruangan William daripada dia harus mati mengenaskan di tempat itu.


"Aku pasti akan membunuhmu, aku tidak akan melepaskanmu!!" teriak William.


"Tenang, Tuan. tenang." Lukas yang mencoba untuk menenangkan majikannya tersebut.


"Aku tidak bisa menerima Ini semua, Lukas." bentak William sembari mendorong tubuh Lukas dengan sangat keras.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat