ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.26



"Huh..., apa maksudmu?" tanya William.


"Sudahlah, lebih baik kamu pergi dari sini. aku benar-benar pusing jika berbicara denganmu, Kamu sudah menikah dan mempunyai istri aku tidak ingin menghancurkan rumah tangga orang lain." ucap Margaretha.


"Memang aku sudah menikah, tapi bukan seperti yang kamu pikirkan." jawab William yang mencoba untuk menjelaskan apa yang harus didengar oleh Margaretha.


"Dengarkan Aku baik-baik, Aku tidak ingin mendengarkan apapun Pergilah dari sini jika tidak aku pasti akan menelpon polisi." ancam Margaretha.


"Kamu kira aku takut?" tanya William.


"Aku tidak tahu kamu takut atau tidak. Tapi yang jelas jika kamu terus mengganggu aku, maka akan kupastikan kalau aku akan membuatmu masuk penjara." Margaretha yang tidak ingin mendengar penjelasan William lagi. hatinya begitu sakit setelah mendengar Kalau pria itu ternyata sudah menikah dan memiliki anak. Entahlah apa yang terjadi namun Margaretha tidak akan melupakan penghianatan itu.


"Dengarkan aku baik-baik, dengarkan." pinta William.


BRAKKK...


"Pergilah dari sini, aku benar-benar tidak mau mendengarkan kata-katamu. Apakah tidak jelas semua yang aku katakan!" teriak Margaretha yang begitu keras hingga membuat orang-orang yang ada di restoran itu langsung menatap dirinya.


"Ada apa dengan Nyonya Margaretha? Kenapa dia marah-marah dengan pria itu?" tanya seorang pria.


"Entahlah, kelihatannya pria itu mengganggunya." jawab pembeli yang lain.


Tak berselang lama seorang pria terlihat berjalan ke restoran dan masuk ke sana, tatapan mata pria itu menatap Margaretha yang sedang berdebat dengan seseorang. dengan segera Arthur berjalan mendekati Margaretha takutnya terjadi sesuatu kepada wanita itu.


"Ada apa, Margaretha?" tanya Arthur yang membuat Margaretha dan William saling menatap satu sama lain.


"Tuan William." ucap Margaretha.


"Apa yang dilakukan oleh pria ini?" tanya Arthur yang melihat Margaretha begitu marah kepada pria itu.


"Tidak apa-apa, dia hanyalah pembeli yang hendak berbuat keonaran." jawab Margaretha.


"Apa maksudmu? kita harus bicara dengan baik." pinta William.


"Aku tidak ingin berbicara apapun, aku sudah bilang Kan aku tidak mau berbicara denganmu. Pergilah!!" teriak Margaretha.


Setelah mencoba untuk mengusir William namun tidak bisa tentu saja Margaretha lebih memilih untuk keluar dari restoran.


"Kamu mau ke mana?!" teriak William.


"Jangan mencoba untuk mengikuti." jawab Margaretha.


Arthur yang melihat Margaretha pergi dengan emosi yang begitu besar, pria itu tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang tidak enak di hatinya. ketika Margaretha hendak menyebrang ke jalan seberang.


BRAKKK..


tiba-tiba saja sebuah mobil langsung menabrak dirinya dengan kecepatan yang lumayan. seketika tubuh Margaretha terpental, wanita itu berlumuran darah dengan kondisi tubuhnya terpental ke mobil yang terparkir di jalanan.


"Sayang!!" seru William yang langsung berlari ke tempat Margaretha tertabrak sedangkan Arthur pria itu juga berlari mencari ke tempat Margaretha dua pria itu menatap seorang wanita yang sudah tidak sadarkan diri tatapan matanya.


"Aku harus membawanya ke ke rumah sakit." ucap William yang seketika mengambil mobil dan membawa Margaretha ke rumah sakit. pria itu benar-benar ketakutan dan kebingungan.


Sama halnya dengan Arthur, di depan matanya dia menatap Margaretha yang sudah bersimbah darah. pria itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Dia segera meminta Frans untuk mengantarkannya ke rumah sakit. kedua pria itu menggunakan mobil masing-masing. sekitar beberapa menit atau sekitar 1 jam mereka sudah sampai di rumah sakit.


"Dokter, dokter tolong!" teriak William yang meminta dokter untuk segera memberikan perawatan kepada Margaretha.


Bibi Ana yang mendengar Margaretha mengalami kecelakaan seketika wanita itu meminta Yul Shin hwa untuk menjaga Leon terlebih dahulu. dengan segera wanita tua itu pergi ke rumah sakit untuk melihat Bagaimana kondisi Margaretha. sekitar 2 atau 3 jam kemudian sang dokter sudah keluar dari sebuah ruangan. tatapan mata dokter itu mencari keberadaan keluarga dari korban.


"Siapa keluarga wanita ini?" tanya dokter yang membuat bibi Ana langsung mendekati dokter paruh baya itu.


"Saya, saya Bibi wanita itu." jawab bibi anak.


"Maafkan saya, tapi saya harus mengalami mengatakan hal ini." ucap dokter.


"Maksud dokter?" tanya William.


"Kelihatannya wanita itu mengalami gegar otak parah, kepalanya mengalami benturan hebat." jawab dokter.


"Maksud dokter?" tanya Bibi Ana.


"Kita harus melihat saat dia sudah terbangun." jawab Dokter.


"Katakan apa yang terjadi dengan kekasihku?!" seru William yang begitu marah.


"Lepaskan aku, Tuan. dengarkan aku baik-baik, kita tidak bisa mengetahui Bagaimana kondisinya Jika dia belum sadarkan diri." jawab dokter yang kemudian pergi meninggalkan tiga orang itu.


"Seharusnya aku tidak mengejarnya." ucap William.


Arthur menatap William, sesaat kemudian pria itu memberikan pukulan kepada William.


"Dasar pria brengsek, apa yang sudah kamu lakukan kepada Nona Margaretha?!" teriak Arthur yang terlihat sangat merah.


"Sudah, sudah kalian jangan bertengkar di sini. ini Rumah Sakit!!" bentak bibi Ana.


Waktu terus berjalan, kondisi Margaretha pun masih tetap sama. sekitar satu minggu kemudian akhirnya Margaretha sudah terbangun dari tidurnya. wanita itu nampak menatap tempat keberadaannya, tatapan matanya menatap seorang wanita yang ada di tempat itu.


"Bagaimana kondisimu?" tanya bibi Ana.


"Tidak ada." jawaban dari mulut Margaretha wanita itu hanya menatap bibi Ana dengan tatapan mata yang begitu penuh pertanyaan.


"Bagaimana kondisimu, Sayang?" tanya William.


Margaretha menatap William dengan tatapan mata yang begitu kosong, tidak ada perkataan yang keluar dari mulut wanita itu. sesaat kemudian Arthur mendekati Margaretha, pria itu menatap Margaretha sembari tersenyum.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Arthur.


Margaretha menunjukkan senyumnya, wanita itu tersenyum begitu manis kepada pria yang ada di depannya itu. sesaat kemudian nampak dokter mendekati Margaretha.


"Bagaimana kondisimu Nona?" tanya Pak Dokter.


Margaretha menggelengkan kepalanya, dia masih nampak tersenyum. "Apakah kepalamu masih sakit?" tanya Dokter.


Margaretha menganggukkan kepalanya, dokter mulai memeriksa Margaretha dia melihat pergerakan mata Margaretha bahkan pria itu juga menggunakan gerakan untuk melihat reaksi wanita itu.


"Apakah kamu kenal wanita ini?" tanya dokter kepada Margaretha sembari menunjuk bibi Ana.


Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Margaretha. sesaat kemudian wanita itu tersenyum sembari mengatakan kata ibu. bibi Ana mulai terkejut, apa yang dikatakan oleh keponakannya tersebut.


"Lalu, Apakah kamu mengenal pria ini?" tunjuk dokter kepada William.


Margaretha menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian dokter menunjuk Arthur yang berada di dekat bibi Ana.


"Apakah kamu mengenal pria ini?" tanya dokter kembali.


Margaretha menganggukkan kepalanya, wanita itu nampak tersenyum kemudian mengulurkan tangannya kepada Arthur.


"Siapa pria ini?" tanya Dokter.


Margaretha menunjukkan senyumnya kembali kemudian menatap Arthur.


"Dia calon suami saya." jawab Margaretha yang membuat William dan yang lain terkejut bukan kepalang.


DEG..


"Apa yang terjadi, dokter?" tanya William sembari mencengkram kedua tangan dokter.


"Kelihatannya wanita ini mengalami hilang ingatan." jawab dokter yang membuat Bibi Ana langsung menutup mulutnya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat