ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.38



"Kamu mau apa, Sayang?" tanya Margaretha kembali.


"Tenanglah Sayang, aku tidak akan melakukan apa-apa. aku hanya memberikan mereka Salam perkenalan. Kenapa kamu takut seperti itu." jawab Arthur yang membuat Margaretha terus menyetir sembari melirik ke kursi yang ada di sampingnya.


Terlihat di sana Arthur membuka kaca mobilnya kemudian menembak ban mobil yang menyerempet mobilnya.


DOR...


DOR..


dua tembakan sudah dilepaskan oleh Arthur, Hal itu membuat mobil yang mengejar Arthur langsung terhenti.


BRAKKK..


mobil itu langsung menghantam sebuah tiang besar yang ada di pinggir jalan, Arthur yang melihat hal itu seketika dia langsung meminta sang istri untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan yang agak tinggi.


"Sayang, lajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. aku yakin mereka bukan hanya membawa dua mobil." ucap Arthur.


"Memangnya siapa mereka, sayang?" tanya Margaretha kepada sang suami.


"Entahlah, mungkin saja mereka adalah musuh-musuh ku, sayang." jawab Arthur.


"Musuh-musuhmu nemangnya ada berapa?" tanya Margaretha sembari menyetir.


"Aku adalah seorang pengusaha, sayang. musuhku sangat banyak jadi aku tidak tahu siapa yang menyuruh mereka." jawab Arthur yang begitu santai.


Arthur begitu santai saat berbicara, sedangkan Margaretha yang mendengarnya seketika kedua kakinya langsung gemetar. jantungnya berdebar begitu kencang bahkan raut wajahnya langsung pucat ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh suaminya tersebut.


"Kamu tidak sedang bercanda kan, sayang?" tanya Margaretha.


"Kenapa aku harus bercanda, Sayang? memangnya apa yang harus aku buat bercanda?" tanya William yang membuat Arthur benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Pria itu membuat Margaretha pusing tujuh keliling. "Jika yang dikatakan oleh Suamiku itu benar jadi musuhnya banyak dong." guman Margaretha dalam hati.


"Ada apa Sayang? apakah kamu takut?" tanya Arthur sembari menatap wajah istrinya.


"Siapa yang tidak akan takut, kata-katamu itu saja membuat aku takut. apalagi tadi kita langsung dipepet dua mobil, kamu kira nyawaku ini nyawa cadangan. nyawaku ini cuma satu kalau melayang bisa-bisa aku tamat!" bentak Margaretha yang benar-benar begitu ketakutan.


"Jangan berbicara yang asal-asalan, sayang. aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mengganggumu atau menyentuhmu. kamu adalah istri Max Arthur jadi tidak ada yang boleh mengganggu dirimu." jawab Arthur yang kemudian mencoba untuk menenangkan sang istri.


"Cepat kemudikan mobilnya, tanganku sudah gemetar." ucap Margaretha yang meminta sang suami untuk mengganti dirinya. dengan cepat Arthur meminta sang istri untuk berpindah tempat, pria itu menatap kondisi jalan yang sudah agak aman terkendali karena itu Arthur menginjak rem dan menghentikan mobilnya.


"Kamu jangan khawatir seperti itu, Sayang." minta Arthur.


"Sudah jangan katakan apapun, kalau orang ketakutan enggak usah diajak bicara." jawab Margaretha yang kepalanya sudah pusing tujuh keliling.


Sekitar beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah keluarga Maxwell, langkah kaki Margaretha sedikit sempoyongan karena dia terus mengingat kejadian tadi.


Arthur yang melihat sang istri dalam kondisi seperti itu seketika pria itu langsung menggendong sang istri dan membawanya ke kamarnya.


"Kamu masih takut, sayang?" tanya Arthur.


"Tentu saja aku takut, kamu kira aku tidak akan takut dengan kejadian seperti itu." jawab Margaretha yang kemudian menggenggam tangan sang suami.


"Kamu tidak usah takut seperti itu, sayang. semuanya akan baik-baik saja kok." ucap Arthur yang masih tidak bisa membuat Margaretha tenang.


"Ada apa Arthur?" tanya Tuan Rayen saat melihat putranya menggendong menantunya.


"Tidak apa-apa, Ayah. Hanya ada sedikit kejadian saja." jawab Arthur.


"Sedikit kejadian apanya, nyawaku hampir melayang tadi." ucap Margaretha yang masih bisa didengar oleh ayah mertuanya tersebut


"Tadi ada insiden anak buah dari musuh-musuh kita tiba-tiba menghadang jalanku, Ayah." jawab Arthur yang membuat pria tua itu langsung menatap putranya.


"Kamu jangan main-main, Apakah kamu lihat orang-orang itu?" tanya Tuan Rayen yang membuat Arthur menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu, bawalah istrimu masuk ke dalam dulu. nanti kita bicarakan sesuatu." ucap Tuan Rayen yang kemudian pergi ke kantor pribadi yang ada di rumah.


"Apakah semuanya baik-baik saja, sayang?" tanya Arthur kepada sang istri.


"Tenang saja, sayang. semuanya akan baik-baik saja." jawab Arthur.


"Jangan Bilang baik-baik saja, aku benar-benar ketakutan." Margaretha yang terus mengingat kejadian tadi.


Siapa yang tidak akan takut dengan kejadian seperti itu, tiba-tiba dipepet oleh dua mobil diminta berhenti bahkan diancam juga. .


"Kamu istirahat dulu, Aku akan memberikanmu minuman dan jangan terlalu ketakutan. kalau Leon melihat hal ini dia bisa-bisa ikut khawatir juga." Arthur yang mencoba untuk menenangkan istrinya.


Margaretha menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu meminum air yang diambilkan oleh suaminya. Margaretha berusaha untuk menenangkan dirinya, namun bagaimanapun caranya wanita itu masih belum bisa menenangkan hatinya yang begitu kacau.


Margaretha menenangkan dirinya di kamar, Arthur pergi ke kantor pribadi milik ayahnya yang ada di rumah.


"Apa yang terjadi, Arthur?" tanya tuan Rayen kepada putranya.


"Tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja, Papa. jangan khawatir dengan semua ini, aku bisa menyelesaikan masalah ini." ucap Arthur yang kemudian memberikan beberapa tulisan angka yang bisa dibilang plat mobil seseorang.


"Pastikan kalau kondisi istrimu baik-baik saja, aku tidak suka jika ada seseorang yang berusaha untuk mengganggu keluargaku." pinta Tuan Rayen yang membuat Arthur menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja papa, aku pasti akan melakukan apa yang Papa inginkan." jawab Arthur.


"Aku minta padamu untuk menyelidiki mengenai masalah ini, jangan sampai siapapun mencoba untuk menghancurkan rumah tanggamu." pinta Tuan Rayen.


"Tentu saja, Papa Tenang saja aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mengganggu keluargaku. lagi pula aku sudah membawa beberapa pengawal dan kendaraan yang aku pakai adalah kendaraan tahan peluru." ucap Arthur yang membuat ayahnya sedikit menghela nafas kasar.


"Mobil tahan peluru? Jika kamu ada di dalam mobil, Jika kamu tidak ada di dalam mobil kamu jalan-jalan di luar ruangan. Apakah pakaian yang kamu pakai itu tahan tembakan? tahan senjata? tidak, bukan? cobalah kamu berpikir realistis, Arthur. cobalah kamu berpikir untuk tidak bermain-main, cepat temukan orang yang berusaha untuk membunuhmu dan istrimu. jika tidak papa yang akan melakukannya." ancam Tuan Rayen yang membuat Arthur hanya bisa tersenyum.


"It's oke papa, aku akan menemukan pria itu. lagi pula aku ingin bermain-main dengannya." ucap Arthur tidak bisa memikirkan kalau orang-orang yang berusaha untuk menyerangnya adalah William. karena tidak mungkin William melakukan kesalahan untuk mencelakai Margaretha, karena itu pastilah orang yang ingin mencelakai dia dan istrinya adalah orang yang sudah di selidiki oleh Arthur, orang-orang yang sudah membuat orang tua istrinya itu bunuh diri.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat