
BRAKK..
DOR..
DOR..
suara tembakan seketika terdengar di ruangan tersebut, tanpa memberi ampun Margaretha langsung memberikan serangan di gudang tersebut. hati Margaretha sudah membeku, Tak akan ada lagi maaf bagi orang-orang yang sudah melukainy.
DOR...
DOR...
DOR...
suara tembakan terus menggema, satu persatu orang yang ada di gudang tersebut mati mengenaskan. Margaretha tidak memberikan kesempatan kepada orang-orang itu karena mereka juga tidak memberikan kesempatan kepada keluarganya untuk hidup. langkah kaki Margaretha memasuki tempat itu, tangan cantik yang selalu dipoles itu terlihat terangkat.
DOR.,
DOR..
DOR...
suara tembakan menggema dari pistol yang dibawa oleh Margaretha, seorang pria nampak tak berdaya dengan semua luka yang ada di tubuhnya. 3 tembakan di tubuhnya membuat pria itu tersungkur di lantai.
"Selamat siang, Tuan." Margaretha yang menyapa seorang pria yang menjadi target sasarannya.
"Apa yang tak ingin kamu lakukan, beraninya kamu melakukan hal ini kepada kami!!" teriak si pria.
"Kenapa aku tidak boleh melakukannya, memangnya apa yang salah?" tanya Margaretha begitu santai. wanita itu nampak menatap pria yang sudah membuatnya terluka tersebut, sorot matanya yang begitu tajam itu membuat Margaretha seperti wanita yang benar-benar tidak mempunyai hati sama sekali.
Tatapan mata pria itu menatap Margaretha, mulutnya sudah mengeluarkan darah.
"Ukh...," darah yang sudah keluar itu terlihat benar-benar membuat pria itu kebingungan.
"Bagaimana? apakah rasanya sakit?" tanya Margaretha yang membuat seorang pria yang sudah tersungkur itu nampak tidak berdaya.
"Ka-u.. K-au..," ucap si pria yang tidak bisa mengatakan sesuatu karena luka yang ada di tubuhnya terus mengeluarkan darah.
"Ada apa, Kenapa kamu seperti itu? Aku kemari karena aku harus membalas dendam kepada orang yang sudah membuat Ayah mertuaku kehilangannya." jawab Margaretha yang kemudian menodongkan pistol itu di kepala si pria.
"Aku ti-dak sen-diri a-ku ti-dak akan ma-ti sendiri." ucap si pria.
"Tentu saja kamu tidak akan mati sendiri, karena teman-temanmu akan segera menyusul dirimu." jawab Margaretha yang kemudian tersenyum sembari menodongkan pistol itu di dahi si pria.
DOR..
satu tembakan langsung bersarang di kepala si pria hingga membuat Margaretha menunjukkan senyumnya.
"Ledakan tempat ini!" perintah Margaretha yang membuat Hero meminta anak buahnya untuk meredakan tempat tersebut.
"Apakah bukti-bukti itu akan kita tinggalkan di sini, Nyonya?" tanya Hero.
"Tentu saja, Hero. tinggalkan bukti-bukti itu di sini, jika besok para polisi berada di sini biar mereka tidak curiga." jawab Margaretha yang kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
Entah apa yang terjadi dengan Margaretha yang sekarang, wanita itu begitu menakutkan dengan semua kegelapan hati yang tidak akan bisa hilang dalam sekejap mata.
Setelah melakukan hal itu, akhirnya Margaretha meminta seluruh anak buahnya pergi dari tempat itu. siapa yang tidak akan mengenal Margaretha di dunia bisnis gelap, wanita itu sekarang meramba bisnis yang digeluti oleh ayah mertuanya, seorang wanita yang memiliki kekejaman yang sangat luar biasa. seorang wanita yang memiliki ketetapan mata yang begitu tajam.
"Nyonya, apakah Nyonya Mau ke perusahaan atau kembali ke rumah?" tanya Hero.
"Kita pergi ke perusahaan saja, Hero. karena hari ini aku ingin pergi ke suatu tempat." jawab Margaretha.
"Mau ke mana?" tanya Hero.
"Bawa aku ke perkebunan yang beberapa hari lalu aku katakan." jawab Margaretha.
"Di mana Frans, Nyonya?" tanya Hero.
"Dia sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan." jawab Margaretha.
Sekitar satu atau satu setengah jam Margaretha sudah sampai di sebuah tempat yang tadi dikatakan oleh pria itu.
"Kamu lihat tempat ini dengan baik, Hero. selidiki tempat ini dengan baik." minta Margaretha.
"Memangnya ada apa, Nyonya?" tanya Hero kembali.
"Tempat ini memiliki sesuatu yang aku inginkan." jawab Margaretha.
"Apakah ada sesuatu yang penting, Nyonya?" tanya Hero kembali.
"Tempat ini adalah tempat mati, Hero. tidak akan menghasilkan apapun untuk orang-orang yang ada di sini, entah mengapa tempat ini dulunya mau di jual oleh para warga, tapi ketika salah satu anak buahku kemari mereka langsung menolak untuk menjual lahan ini dengan alasan Ini adalah tempat yang penuh dengan sejarah." jawab Margaretha.
"Apakah Anda memikirkan mengenai seseorang yang berdiri di belakang Ini semua?" tanya Hero.
"Tentu saja Hero, aku pasti memikirkan hal itu. tempat ini adalah tempat yang tidak bisa dihuni, tapi orang-orang ini bersikeras untuk mendiami tempat ini mereka akan mengalami kematian yang fatal. karena tempat ini bukanlah tempat yang baik untuk bertahan hidup." jawab Margaretha.
"Apakah anda mempunyai kecurigaan akan sesuatu?" tanya Hero kembali.
"Ayahku dulu pernah menulis di buku diary nya, Ayah mengatakan kalau salah satu tempat ini menjadi tempat sahabatnya melakukan sesuatu. Ayahku berusaha untuk mengungkap hal itu Tapi sayangnya nyawanya langsung hilang setelah menyelidiki tempat ini." jawab Margaretha.
"Baiklah kalau begitu, Nyonya. kami akan segera melakukan apa yang Anda perintahkan." ucap Hero yang kemudian menatap dengan intens tempat tersebut.
"Aku akan kembali ke perusahaan sebentar , Hero. untuk semua ini aku serahkan padamu, Kamu harus ingat jangan melukai orang-orang yang ada di tempat ini tapi bunuh orang-orang yang melukai orang-orang ada yang ada di sini." perintah Margaretha yang membuat anak buahnya langsung menganggukkan kepalanya.
Dua mobil itu akhirnya tetap berada di sana, sedangkan Margaretha kembali ke perusahaannya.
BRETTTT...
suara dering ponsel Margaretha.
Salah satu tangan Margaretha mengambil ponselnya, di sana tertera nama Leon yang sudah menelpon dirinya.
"Halo mama," Leon yang sudah menelpon mamanya.
"Ada apa, Leon. tumben sekali kamu menelpon mama, sayang?" tanya Margaretha.
"Mama, Will Mama come home early or come home late?(Mama, Apakah Mama nanti pulang cepat atau pulang terlambat)?" tanya Leon.
"What's wrong honey? is there something (Ada apa, sayang? apakah ada sesuatu)?" tanya Margaretha yang sedikit penasaran dengan kata-kata putranya tersebut.
"Come on Mama, today is Mama's birthday. why doesn't mom remember. (Ayolah Mama, hari ini ulang tahun Mama. kenapa Mama tidak ingat?" tanya Leon yang membuat Margaretha langsung memijat kepalanya.
"Oh ya sayang, mama lupa dengan semuanya itu. Nanti Mama pasti akan segera kembali Mama akan pulang sore." jawab Margaretha.
"Baiklah Mama, ingat jangan pulang malam-malam karena aku sudah mengadakan acara kejutan untuk mama." Leon yang terlihat marah karena sering sekali Margareta melupakan hari ulang tahunnya.
Dia tidak pernah melupakan hari ulang tahun putranya, tapi untuk hari ulang tahun dirinya sendiri. dia tidak lupa hari kematian kedua mertua serta suaminya, dia selalu ingat namun kebahagiaannya sudah dia lupakan dengan nama dendam yang tidak akan bisa terhapuskan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat