
"Memangnya kamu ingin membunuh siapa, Celine?" tanya Arthur yang membuat Celine seketika raut wajahnya pucat pasih.
DEG..
DEG..
jantungnya berdebar begitu kencang ketika pertanyaan itu terlontar dari mulut Arthur, Celine tidak mungkin membuka mulutnya. dia tidak akan mungkin mengatakan kalau dia minta orang-orang itu untuk mencelakai istri dari Arthur.
"Aku tanya sekali lagi padamu, Celine. kamu berniat untuk membunuh siapa?" tanya Arthur kepada Celine.
Wanita itu belum mengatakan apapun, dia dalam kebingungan untuk menjawab pertanyaan itu.
"Aku tanya sekali lagi padamu, Apa yang ingin kamu lakukan?" Kenapa kamu dari tadi tidak mengeluarkan sepatah kata pun, jangan-jangan kamu ingin membunuh seseorang yang aku kenal?" tanya Arthur yang membuat Celine seketika terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.
Wanita itu kebingungan harus mengatakan apa, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan dan apa yang harus dia lakukan.
BRAKKK!!!
Arthur memang terlalu sabar namun kesabaran itu ada batasnya, pria itu langsung menggebrak meja yang ada di depannya.
"Kamu disuruh untuk membunuh siapa?" tanya Arthur kepada pemilik diskotik.
"Dia belum mengatakan Siapa yang harus saya bunuh, Tuan. karena saya bukanlah pembunuh, jadi saya menolak sebelum dia mengatakan siapa target saya." jawab pemilik diskotik.
Arthur sangat tahu betul Bagaimana watak dari Celine, pria itu menatap Celine dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Haruskah aku melakukan sesuatu kepadamu, ataukah aku harus membuatmu merasakan kesakitan karena kamu mencoba untuk melakukan sesuatu?" tanya Arthur yang membuat Celine kembali terdiam.
Sesaat kemudian wanita itu menatap Arthur, Memangnya apa yang sudah aku lakukan? kenapa aku harus takut?" tanya Celine yang seolah wanita itu ingin menantang Arthur.
Sesaat kemudian Arthur memegang ponselnya, pria itu mulai menelpon orang tua Celine.
"Iya Tuan Arthur." jawab ayah Celine.
"Halo tuan Yun ho, Nyonya Yun ho." sapa Arthur kepada dua orang tua Celine.
"Ada apa Tuan Arthur?" tanya Tuan Yun kepada Arthur.
"Lihatlah putrimu berada di salah satu diskotik yang ada di kawasan Gangnam." jawab Arthur yang membuat Tuan Yun sangat terkejut ketika dia mendengar kalau putrinya itu berada di kawasan diskotik.
"Memangnya Apa yang dia lakukan, Tuan?" tanya Tuan Jun kepada Arthur.
"Aku dengar dari pria yang sudah mengikat putrimu kalau wanita ini meminta dia untuk mencelakai seseorang." jawab Arthur.
"Mencelakai seseorang?" tanya Tuan Yun yang terkejut ketika mendengar kalau putrinya itu meminta seseorang untuk melakukan sesuatu kepada orang lain.
"Iya." jawab Arthur.
"Putri Saya ingin mencelakai seseorang, Tuan?" tanya Tuan Yun.
"Benar sekali, putrimu ternyata mempunyai otak yang licik. Dia mempunyai pemikiran untuk melenyapkan seseorang, apakah boleh aku memberikan dia pelajaran?" tanya Arthur yang membuat Tuan Yun langsung terdiam.
Setelah mengatakan hal itu Arthur langsung mematikan ponselnya, dia menatap Celine dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Aku tidak suka siapapun berusaha menyentuh istriku, aku tidak suka siapapun berusaha untuk melakukan sesuatu yang bodoh kepadanya." ucap ucap Arthur yang membuat Celine benar-benar tidak akan memikirkan mengenai hal itu.
Ternyata Arthur sudah mengetahui jalan pikiran dari Celine, semudah itu Arthur mengetahuinya, karena pria itu selalu memantau pergerakan Celine dari titik terkecil.
"Apa maksudmu, Arthur? Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Celine.
"Kamu kira aku bodoh, kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan?" tanya Arthur yang membuat Celine terdiam seribu bahasa tanpa bisa mengatakan apapun.
"Aku sudah memantau dirimu semenjak beberapa hari yang lalu, aku selalu tahu apa yang kamu lakukan. Kamu kira kamu Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan? di mana keberadaanmu dan siapa anak buahmu?" Arthur yang membuat Celine wajahnya langsung pucat.
"Arthur, dengarkan aku baik-baik. Aku tidak mempunyai rencana jahat, jangan-jangan istrimu yang menjebakku dia ingin mengambil hatimu, dia ingin menjebakku agar aku terlihat jahat di matamu!" seru Celine yang membuat Arthur nampak tersenyum kembali.
"Kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan? dengarkan aku baik-baik, Aku tidak akan membiarkanmu berusaha untuk melukai istriku. Dia adalah wanita yang aku cinta dia adalah hidupku, Jika kamu berani berusaha untuk mencelakainya maka kamu harus bersiap-siap untuk menggali kuburanmu sendiri." jawab Arthur yang kemudian mengajak istrinya untuk segera pergi dari tempat itu.
Dari tadi Margaretha tidak mengatakan sepatah kata pun, dia hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya. Margaretha tidak akan pernah mengira Arthur akan memperlakukan dia begitu spesial, sangat berbeda dengan William pria itu memperlakukan Margaretha sebatas sebagai penghangat saja. walaupun pria itu mencintai Margaretha namun dia selalu saja kehilangan semua kontrol dirinya karena ketidakmampuannya untuk menahan hasrat duniawinya.
"Buat apa kita mengantarkannya kalau dia bisa pulang sendiri, dia kemari sendiri dia harus pulang sendiri." jawab Arthur.
Setelah dari Gangnam Arthur membawa istrinya untuk segera pulang, ketika mereka berada di sekitar Jalan besar tiba-tiba saja mobil yang dikendarai Arthur dipepet oleh dua mobil hitam secara bersamaan.
SREKKK..
"Siapa Mereka, sayang?" tanya Margaretha yang sedikit terkejut namun ketakutan.
"Tenanglah, Sayang. kamu jangan khawatir." jawab Arthur tenang.
"Apanya, Lihatlah mereka memepet mobil kita. Apakah mereka membawa senjata?" tanya Margaretha.
"Tenang saja sayang, mobil ini adalah mobil spesial. mobil ini tahan peluru jadi kamu tidak usah khawatir." jawab Arthur begitu santai.
Walaupun Margaretha mendengar perkataan seperti itu tentu saja wanita itu masih tetap ketakutan, dia nampak memeluk dirinya dengan begitu kencang tak berselang lama beberapa anak buah Arthur sudah mulai mengejar bosnya. satu mobil besar itu melaju begitu kencang kemudian menabrak satu mobil yang memepet mobil Arthur.
BRAKKK...
Satu mobil itu sudah tertabrak hingga berputar kemudian menabrak Jalan.
"Aku sudah bilang Kan kamu tenang saja." ucap Arthur.
"Tenang apanya, mana bisa aku tenang." jawab Margaretha yang mulai marah.
"Mendengar istrinya marah, itu artinya Arthur masih bisa santai.
"Apa kamu bisa menyetir, sayang?" tanya Arthur.
"Bisa." jawab Margaretha.
"Bisakah kamu menyetirnya sebentar, Sayang? aku mau memberi mereka sambutan sebentar." ucap Arthur.
"Sambutan apa?" tanya Margaretha.
"Sudah, jangan banyak tanya, Sayang. tolong pindahlah kemari." minta Arthur yang membuat Margaretha langsung duduk di pangkuan Arthur.
Pria itu menggeser tubuhnya, sebelum itu dia mencium pipi Margaretha terlebih dahulu.
"Sebentar ya sayang." ucap Arthur.
Pria itu membuka Salah satu bagian yang ada di dalam mobil, terlihat di sana ada pistol yang tersembunyi.
"Kamu mau apa?" tanya Margaretha.
"Tidak mau apa-apa, cuma memberikan salam perkenalan saja." jawab Arthur yang begitu santai seolah senjata yang dia pegang itu cuma mainan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat