
"Dasar, wanita ini benar-benar membuat aku marah. kenapa dia sampai menjadi istri dari tuan Arthur, seharusnya tempat itu adalah tempatku. wanita ini hanyalah wanita pembohong yang menjebak Tuan Arthur." ucap Rihanna yang terlihat begitu marah karena dia tidak lagi dipercaya oleh Arthur untuk menjadi orang kepercayaannya.
Sekarang Kalau kemana-mana pria itu akan bersama istrinya itu, artinya Rihanna tidak akan bisa mendekati pria itu. dengan sengaja Rihanna sempat membuat sebuah gosip mengenai Arthur yang sempat berkencan dengannya, wanita itu menggunakan seribu cara untuk mendekati Arthur namun tak ada satu cara yang bisa membuat Arthur menyukai dirinya.
Mungkin Arthur lebih memilih untuk hidup bersama dengan dirinya sendiri daripada dia harus merasakan pahitnya kehidupan, setelah banyak orang mengetahui kalau dia tidak akan bisa memberikan kebahagiaan kepada wanita lain.
Tatapan mata Rihanna nampak menatap Margaretha yang tersenyum begitu menawan, di depan suaminya seribu cibiran dikeluarkan oleh Rihanna ketika melihat senyum bahagia yang ditunjukkan oleh wanita itu.
"Lihat saja, aku tidak akan membiarkan wanita ini bahagia dengan semua mimpi yang sudah ada di otaknya. aku akan membuat Tuan Arthur bersamaku, aku sudah menemaninya selama 5 tahun sedangkan wanita Ini apanya? dia bilang kalau dia ini adalah kekasih Tuan Arthur beberapa tahun yang lalu. sekarang dia kembali bersama dengan anaknya, aku yakin kalau anak yang dia kandung itu bukan anak Tuan Arthur. Aku tidak percaya kalau dia mengandung anak dari pria ini," begitu banyak umpatan begitu banyak perkataan dan cemoohan dikeluarkan oleh Rihanna dalam hati.
Wanita itu tidak pernah mendapatkan apa yang dia inginkan, namun dalam waktu sekejap saja seorang wanita tiba-tiba datang dan mengatakan kalau dia adalah istri dari Arthur. kekasih yang ditinggal oleh Arthur beberapa tahun yang lalu.
"Oh ya Rihanna, Bisakah kamu keluar dan minta salah satu pekerja untuk membawakan aku makanan dan minuman." minta Arthur.
"Baik Tuan." jawab Rihanna sembari tersenyum. padahal dalam hati senyum itu adalah senyum yang begitu menyakitkan, setelah Rihana keluar dari ruangan itu terlihat Margaretha menatap senyum yang begitu tidak menyukai keberadaannya.
"Kelihatannya wanita itu tidak menyukai keberadaanku, sayang." ucap Margaretha.
"Tenang saja Sayang, aku tidak peduli." jawab Arthur.
"Nanti kamu tidak ada yang membantu." canda Margaretha.
"Walaupun aku tidak dibantu olehnya atau siapapun, aku mampu mendirikan perusahaan ini aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk melukaimu ataupun berusaha untuk mendekatimu. kamu mengerti." jawab Arthur yang kemudian memberikan ciuman di pipi sang istri.
Pria itu mulai menunjukkan beberapa laporan dan mengajari istrinya mengenai Apa yang dia lakukan.
"Perlahan-lahan saja, tidak usah terlalu memaksakan diri." ucap Arthur.
"Apa kamu mau mengajariku lama? nanti kamu bosan." jawab Margaretha yang membuat Arthur memberikan kecupan di kening sang istri.
"Belajar itu tidak boleh memaksakan diri, kalau memaksakan diri hasilnya tidak baik. santai saja Mulai sekarang kamu akan ke perusahaan bersama denganku. jadi perlahan-lahan Aku akan mengajarimu mengenai Seperti apa perusahaan, mengenai bagaimana perusahaan itu berjalan. bisa kan?" tanya Arthur yang membuat Margaretha menganggukkan kepalanya.
Di sebuah perusahaan terlihat William terus mencari informasi mengenai Margaretha. "Bagaimana Lukas?" tanya William kepada anak buahnya.
"Yang saya dapat dari beberapa informasi kalau sekarang Nyonya Margaretha pergi bersama Tuan Arthur ke perusahaannya. pria itu selalu membawa istrinya kemana-mana." jawab Lukas.
"Dengarkan aku, Lukas. camkan ini baik-baik, jangan pernah memanggil wanita itu sebagai istri dari Arthur. sampai kapanpun dia akan menjadi milikku, Jadi jika sampai kamu mengatakan dia adalah istri dari Arthur maka jangan salahkan aku jika lidahmu itu aku potong." ucap William sembari berdiri menatap dinding kaca yang ada di perusahaannya. pria itu menatap bangunan pencakar langit yang ada di sekeliling perusahaannya.
"Aku tidak akan pernah melepaskan wanita itu sampai kapanpun." ucap William yang terlihat mengambil beberapa foto yang sudah diberikan oleh Lukas.
"Oh ya Lukas, selidiki mengenai bocah kecil itu." ucap Arthur.
"Memangnya ada apa, Tuan?" tanya Lukas.
"Pria itu bilang kalau bocah kecil itu adalah anaknya, pria itu bilang kalau dia berhubungan dengan Margaretha 5 tahun yang lalu. Cari tahu mengenai semua itu dan Cari tahu mengenai informasi yang aku minta." perintah William yang membuat Lukas sedikit kebingungan.
"Baiklah Tuan, saya akan melakukan apa yang Anda perintahkan." jawab Lukas yang kemudian pergi.
William sedikit mencurigai mengenai bocah kecil yang diakui oleh Arthur sebagai putranya, jika dihitung dari segi usia bocah itu dan kepergian William kenapa semuanya itu sangat cocok.
"Jika pemikiranku benar mengenai bocah itu berarti bocah itu adalah Putraku. Aku tidak akan membiarkan anak dan ibunya jatuh ke tangan orang lain. Aku tidak akan membiarkan Margaretha jatuh ke pelukan pria itu selamanya." ucap William yang kemudian menatap foto dirinya Margaretha dan Leon sedikit demi sedikit. William mulai mengingat kata-kata yang diucapkan oleh Lukas ketika pria itu bersama dengan Leon. Jika dilihat dari wajah mata ada perbandingan antara William dan Margaretha.
"Jika benar apa yang aku pikirkan maka akan kurebut Margaretha dan putranya, tidak akan kubiarkan mereka bersama pria itu. apapun akan kulakukan dan apapun akan ku berbuat untuk merebut mereka." ucap William yang kemudian meninggalkan kantornya. entah ke mana pria itu akan pergi namun yang jelas William sudah merencanakan sesuatu untuk mengambil kembali Margaretha dari tangan Arthur.
Di tempat Arthur sendiri ternyata pria itu sudah mengetahui kalau William mencoba mencari tahu mengenai Leon dan istrinya.
"Bagaimana Tuan?" tanya Frans kepada Arthur.
"Dengarkan Aku baik-baik, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan. jadi segeralah kamu lakukan hilangkan seluruh bukti-bukti itu dan jangan sampai pria itu mendapatkan apa yang dia inginkan." jawab Arthur.
"Baik Tuan, Akan segera saya laksanakan." jawab Lukas.
Terlihat Lukas memandang Margaretha yang sedang belajar mengenai perusahaan, wanita itu nampak begitu bersemangat bahkan dia sangat antusias untuk melakukan apa yang dilakukan oleh suaminya.
"Sayang." Panggil Margaretha.
"Ada apa, Sayang." jawab Arthur.
"Kenapa kok sulit banget?" tanya Margaretha yang berbicara dengan nada suara yang begitu manja.
"Sebentar Sayang, aku akan membantumu. Tenang saja suamimu ini akan selalu bersamamu." jawab Arthur yang kemudian duduk bersama Margaretha di kursi itu.
"Aku kan sudah bilang ini terlalu sulit untukku." ucap Margaretha.
"Apakah kamu sudah patah semangat?" tanya Arthur yang membuat Margaretha menggelengkan kepalanya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat