ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.55



"Kita masuk!" seru Margaretha.


"Nyonya, anda tidak boleh ke sana." pinta pak polisi.


"ini adalah tempatku, tidak akan kubiarkan mereka berusaha untuk memasuki tempatku." jawab Margaretha yang kemudian memerintahkan anak buahnya untuk segera masuk bersamanya.


Beberapa polisi benar-benar tidak akan mengira kalau wanita yang begitu cantik itu memiliki sesuatu yang sangat menakutkan.


"Lakukan apa yang Aku perintahkan, jika kalian berani melawan perintahku maka kalian akan tahu akibatnya." Margaretha yang sudah masuk ke dalam perusahaan. Hero menuntun Margaretha melalui laptop yang dia pegang, seluruh saluran CCTV perusahaan sudah dalam kendali Hero.


"Hero." Panggil Margaretha melalui alat Panggil.


"Iya Nyonya." jawab Hero.


"Kamu harus bersiap siaga, jangan sampai kita terjebak pada rencana mereka." minta Margaretha.


"Baik nyonya." jawab Hero.


Di perusahaan tempat William pria itu mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau perusahaan milik mendiang Arthur dimasuki oleh beberapa musuh.


"Apa kalian yakin?" tanya William.


"Tentu saja, Tuan. kami sangat yakin." jawab anak buah William.


"Perintahkan seluruh anak buah kita untuk segera bersiap-siap, kita akan langsung menuju perusahaan itu." jawab William yang kemudian segera bergegas.


"Tuan." Panggil Lukas.


"Ada apa Lukas." jawab William.


"Apakah kita akan memasuki area itu?" tanya Lukas.


"Tentu saja Lukas, Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada wanita itu. sudah cukup aku menunggu lama, aku pasti akan membawanya kembali padaku." jawab William.


Seluruh anak buah William sudah berkumpul, pria itu akan meminta anak bawahnya ke perusahaan milik Arthur. dia tidak akan membiarkan Margaretha menghadapi masa krisis itu sendiri.


"Apakah semuanya sudah siap, Lukas?" tanya William.


"Sudah, tua." jawab Lukas.


"Baiklah kalau begitu, kita harus segera pergi dari tempat ini. aku tidak ingin kita terlambat ke tempat itu." perintah William.


Dengan segera anak buah William bergegas untuk segera sampai di tempat Margaretha, sekitar satu jam kemudian William sudah sampai ke perusahaan Margaretha, pria itu harus segera membantu wanita yang begitu dia cintai.


"Di mana Nyonya Margaretha?" tanya William yang sudah ada di perusahaan.


"Nyonya berada di dalam perusahaan, dia ingin menangkap orang-orang itu sendiri." jawab Hero.


Tanpa menunggu lagi William meminta seluruh anak buahnya untuk segera memblokade perusahaan tersebut, pria itu juga meminta siapapun yang ada di tempat itu untuk segera pergi. William tidak ingin orang-orang itu berada di sekitar perusahaan, jika sampai orang-orang jahat itu keluar maka mereka akan segera menjadikan orang-orang yang tidak bersalah itu sebagai tameng. dengan segera William memasuki perusahaan tersebut Sedangkan Margaretha dia dan anak buahnya juga sudah berada di tempat itu.


Tanpa menunggu waktu William memasuki tempat itu sembari melacak posisi Margaretha.


"Lakukan seperti yang sudah kita bahas tadi." minta William.


"Baik Tuan." jawab Lukas yang kemudian memerintahkan anak buahnya untuk segera mencari keberadaan orang-orang itu.


"Kami mohon lepaskan kami, tuan." ucap beberapa karyawan.


"Kalian tidak akan aku lepaskan, kalian akan kubunuh satu persatu." jawab seorang pria.


"Apa tidak sebaiknya kita membunuh mereka sekarang, Bos?" tanya anak buah King.


"Jangan aku tidak ingin mereka cepat mati, aku ingin wanita itu ke tempat ini terlebih dahulu. Aku ingin wanita itu segera mendapatkan balasan." jawab King.


DOR..


DOR..


DOR.


suara tembakan yang langsung diarahkan oleh Margaretha kepada beberapa anak buah kung. tanpa bisa mengatakan apapun orang-orang itu langsung tersungkur di lantai dan bersimbah darah, King yang mendengar suara tembakan ketika pria itu menyembunyikan dirinya.


"Bagaimana dia langsung masuk kemari?!" teriak King.


"Kami tidak tahu Tuan." jawab anak buah King.


"Wanita ini benar-benar wanita gila, aku kira dia ini cuma setengah gila. ternyata dia benar-benar wanita gila." ucap King yang terus-menerus mengatakan kalau Margaretha adalah wanita gila.


"Apa yang harus kita lakukan Tuan?" tanya anak buah King.


"Tentu saja kita harus menangkap wanita itu, jangan sampai wanita itu bebas." perintah King yang membuat anak buahnya mencoba untuk menangkap Margaretha.


"Entahlah mereka bisa menangkap wanita itu atau tidak, Tapi wanita seperti Margaretha tidak akan mudah untuk ditangkap dengan cara apapun.


"Kamu kira kami bisa diancam!" seru King.


"Tuan, kelihatannya suara tembakan itu dari ruangan itu." anak buah William langsung mengarahkan bosnya ke sebuah ruangan.


"Kepung tempat itu, jangan sampai mereka bisa keluar." perintah William.


Hari itu akan menjadi hari yang penuh dengan begitu banyak persoalan, William memerintahkan anak buahnya untuk segera memblokade tempat tersebut. suara tembakan menggema, suara tembakan itu berulang kali terdengar hingga membuat beberapa karyawan langsung berhamburan.


"Mereka mungkin sekitar 10 orang, Nyonya." ucap salah satu anak buah Margaretha.


"Aku ingin mereka segera keluar dari sini, aku akan membunuh mereka." ucap Margaretha.


King adalah seluruh otak rencana dari pembunuhan Ayah Margaretha dan mertuanya, entah takdir Apa yang membuat wanita itu bertemu dengan orang yang sudah membunuh ayahnya. Margaretha sudah mengetahui hal itu karena itu dia menggebu-gebu untuk mendapatkan pembunuh ayah dan ayah mertuanya.


"Kalian jangan kemana-mana, Aku ingin pria itu mati di tanganku." ucap Margaretha yang kemudian berlari secepat mungkin untuk sampai di tempat King.


DOR...


DOR...


DOR...


King terus menembak ke arah Margaretha berlari, sesaat kemudian Margaretha sedikit mengatur nafasnya. pistol sudah diarahkan oleh Margaretha ke arah pria yang menjadi target sasaran.


"Selamat tinggal." ucap Margaretha yang kemudian menembak King tepat di dahinya sebanyak dua kali.


DOR..


DOR..


ZLEPP..


ZLEPP.


2 tembakan itu seketika bersarang di kepala King.


BRUKK..


Seketika pria itu tersungkur tak berdaya, darah keluar dari kepalanya begitu banyak. Langkah kaki Margaretha mendekati tempat tersebut, Sedangkan William terus menyerang beberapa anak buah King. Margaretha berdiri di samping King yang sudah bersimbah darah.


Wanita itu nampak tersenyum.


"Selamat tinggal." ucap Margaretha yang kemudian menembak King tepat di jantungnya.


Dor..


beberapa menit kemudian para polisi sudah datang, mereka langsung mengamankan tempat itu.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya William.


"It's OK, I'm fine." jawab Margaretha yang kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


William nampak berlari mengejar Margaretha, pria itu langsung menarik tangan Margaretha kemudian memeluknya dengan begitu erat.


"Kamu benar-benar tidak terluka, bukan?" tanya William.


"Aku sudah bilang Kan kalau aku baik-baik saja." jawab Margaretha.


"Haruskah seperti ini? haruskah aku berhenti di tempat yang tidak seharusnya? kenapa kamu harus selalu menolakku." ucap William yang memeluk Margaretha begitu erat, wanita itu berusaha untuk mendorong William namun pria itu memeluk Margaretha dengan pelukan yang benar-benar sangat erat.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat