
PERUSAHAAN ART COMPANY
"Selamat pagi, Nyonya." para pekerja memberikan salam.
"Selamat pagi." jawab Margaretha.
"Oh ya Margaretha, katanya hari ini kamu akan bertemu dengan salah satu klien yang kemarin menelpon kamu?" tanya Viona.
"Iya, Hari ini aku akan bertemu dengannya. tapi kamu tahu sendiri kan aku belum mau menandatangani kontrak kerjasama dengan siapapun jika aku belum menghadapi orang itu langsung. Aku ingin tahu apa yang dimiliki oleh perusahaan itu, karena yang aku tahu kalau perusahaan black diamond adalah perusahaan perhiasan yang sangat spesial Bahkan mereka selalu pilih-pilih rekan bisnis." jawab Margaretha.
"Lalu Kenapa mereka tiba-tiba mau bekerja sama dengan kita?" tanya Viona.
"Aku kurang tahu, tapi kita akan tahu jika orang-orang itu sudah berada di sini. Oh ya Bisakah aku minta tolong sesuatu, Fiona?" tanya Margaretha.
"Memangnya ada apa." jawab Fiona.
"Tolong kamu hubungi suamimu dan minta dia untuk melihat beberapa perusahaan yang mungkin sekarang dipegang oleh Frans. karena beberapa perusahaan itu katanya mengalami sedikit ketidakstabilan karena mereka tidak bisa merelokasi beberapa pemilik dari perkebunan." ucap Margaretha.
"Suamiku bilang kalau berapa perkebunan itu menolak untuk direlokasi dengan alasan mereka lebih suka di sana daripada pindah ke tempat lain." jawab Viona.
"Aku akan mencoba untuk mencari cara mendekati para pemilik perkebunan itu, lagi pula itu adalah perkebunan yang tidak bisa menghasilkan apapun. jika mereka tetap seperti itu mereka juga akan kehilangan banyak hal." jawab Margaretha.
"Lalu apa yang akan terjadi?" tanya Viona.
"Entahlah nanti akan aku survei kembali tempat itu, lagi pula aku akan mencari tahu mengenai beberapa tempat yang mungkin akan kujadikan tempat pengganti. beberapa tempat itu sudah tidak layak, mereka selalu menganggap itu adalah tempat yang bersejarah. jika mereka terus melakukan hal itu mereka akan mati mengenaskan di sana, tempat itu tidak bisa menjadi tempat tumpuan untuk menghasilkan sesuatu. mereka hanya akan semakin menderita di sana." ucap Margaretha.
"Jadi Kamu sengaja membeli tempat itu sekaligus untuk menolong mereka?" tanya Fiona kepada Margaretha.
"Anggap saja begitu, dulu aku benar-benar merasa tersiksa aku tidak pernah merasakan kenikmatan sama sekali. sekarang ketika aku sudah mendapatkan semua yang aku miliki terasa semuanya hampa." jawab Margareta.
"Kamu tidak boleh terlalu seperti ini, Margaretha. Kamu tahu kan kalau kamu adalah wanita kuat, Kamu tidak boleh terpuruk masih ada Leon yang membutuhkanmu." Viona yang terus berusaha untuk membuat Margaretha menjadi wanita tegar.
"Hal itu yang membuat aku benar-benar bertahan sampai saat ini, Viona. apalagi yang harus aku pertahankan selain dua hal, Leon dan pembalasan dendam ku. aku pasti akan membuat mereka semuanya merasakan pembalasanku." Margaretha yang kemudian menatap nyalang ruangan tempatnya.
Sesaat kemudian langkah kaki dua pria memasuki tempat tersebut, pintu kantor Margaretha diketuk. Viona langsung bergegas untuk membukakan pintu kantor itu, seorang pria memasuki ruangan itu, seorang pria lagi nampak masih berdiri dengan jantung yang berdebar begitu kencang. dia begitu takut ketika bertemu dengan Margaretha, apa yang akan dipikirkan oleh wanita itu? Apakah dia sudah mengingat di dirinya atau dia sudah melupakannya.
"Nyonya." panggil Lukas kepada Margaretha.
"Apakah anda yang kemarin menelpon saya?" tanya Margaretha.
"Iya nyonya, saya yang kemarin menelpon Anda. saya di minta oleh Bos saya untuk membicarakan mengenai kerjasama ini." jawab Lukas.
"Apakah kamu datang ke sini sendiri atau bersama dengan bosmu?" tanya Margaretha yang membuat Lukas menunjuk pintu depan kantor.
"Kalau begitu mintalah bosmu untuk masuk, kita akan lihat bagaimana kerjasama ini." jawab Margaretha.
William yang mendengar suara yang begitu berbeda dari Margaretha nampak jantungnya semakin berdebar. Bagaimana jika tiba-tiba dia diusir?
"Tuan." panggil Lukas kepada Margaretha.
"Aku akan masuk sebentar lagi, Lukas." jawab William yang kemudian menata lebaran jantungnya yang terlalu cepat.
Sesaat kemudian pria itu memasuki kantor seorang wanita yang begitu dia rindukan. Langkah kaki William memasuki kantor tersebut tatapan mata William menatap sosok Margaretha yang benar-benar begitu berbeda dari 5 tahun yang lalu. sosok yang sekarang memakai make up yang begitu mencolok tatapan matanya begitu tajam, tidak ada senyum di bibirnya bahkan sorot matanya begitu menakutkan.
"Iya Nyonya, Saya sudah membawa proposal yang anda minta." jawab Lukas.
"William tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya menatap Margaretha dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Baiklah, kita langsung membicarakan mengenai titik pokok dari permasalahan, ini ART company adalah perusahaan yang berkecimpung dalam fashion wanita, perhiasan permata berlian semua barang yang cantik bagi wanita." ucap Margaretha.
"Margaret, Apakah kita harus membicarakan mengenai beberapa perjanjian ini terlebih dahulu?" tanya Viona.
"Tidak Viona, kita tidak usah membicarakan hal itu. kita harus melihat bagaimana barang-barang yang ditunjukkan oleh mereka jika barang-barang itu memasuki kriteria yang aku inginkan maka semuanya akan berjalan dengan baik. jika tidak kemungkinan besar saya akan menolak kerjasama ini dengan semua yang seperti saya katakan kemarin." ucap Margaretha.
"Baiklah kalau begitu, Nyonya Margaret. Saya bersedia dengan syarat-syarat yang anda minta kemarin." jawab Lukas yang kemudian memperlihatkan beberapa contoh batu mulia dari perusahaan milik William.
"Oh ya Tuan, Bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Margaretha.
"Iya Nyonya, Ada apa." jawab Lukas.
"Anda adalah tangan kanan yang bekerja dengan bos Anda, Kenapa pemilik perusahaan ini hanya diam saja? Apakah dia sakit atau dia memang tidak bisa berbicara?" tanya Margaretha yang membuat William seketika menoleh kepada wanita itu. kacamata hitam yang dipakai oleh William menunjukkan pria itu masih belum siap untuk bertemu wanita tersebut Namun keinginannya untuk bertemu membuat Dia sangat kebingungan.
"Maafkan aku Nyonya, aku tidak suka berbicara panjang lebar aku mempercayakan semuanya kepada orang kepercayaanku. aku tidak perlu berbasa-basi untuk mengatakan hal itu." jawab William.
"Maaf jika aku menyinggungmu, Tuan. tapi ada baiknya anda yang mengeluarkan suara sendiri, Ini adalah kontrak kerjasama bernilai puluhan juta dollar. jika kontrak kerjasama ini ada kesalahan Lalu siapa yang akan mau menanggungnya!" tanya Margaretha dengan kata-kata yang bisa digaris bawahi.
"Saya berani menjamin kalau semua batu mulia yang Saya tunjukkan contohnya itu adalah kualitas nomor satu, bukan kualitas nomor 2 ataupun nomor 3." ucap William.
Seperti yang anda sudah katakan, Saya sudah melihatnya. memang kualitas dari batu mulia yang dimiliki oleh perusahaan black diamond sangat luar biasa." jawab Margaretha yang kemudian meminta Viona untuk membuat beberapa surat perjanjian dengan tulisan tangan terlebih dahulu
"Bolehkah saya mengajukan beberapa syarat, tuan?" tanya Margaretha yang membuat William langsung menganggukkan kepalanya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat