
"Lebih baik aku masuk penjara daripada aku harus mati mengenaskan di tangan pria itu dan keluarganya." ucap Tuan Lim yang kemudian berusaha untuk menenangkan dirimu.
"Saya akan mengakui semua yang saya lakukan, Tuan. lepaskan saya saya tidak akan menghianati apa yang anda inginkan." ucap tuan Lim yang membuat Arthur nampak tersenyum.
"Berani kamu membohongiku maka nyawamu akan melayang." ancam Arthur.
Siapa yang akan berani melawan keluarga dari tuan Rayen. pria itu adalah pria yang sangat menakutkan, tidak akan ada yang tahu siapa pria itu kecuali Arthur sendiri.
"Lepaskan mereka, buat pengakuan semua yang kamu lakukan dan siapa saja teman-temanmu. jika kamu tidak mau melakukannya aku akan membuat seluruh keluargamu membusuk." ancam Arthur yang membuat Tuan Lim langsung mengangkat tangannya.
"Jangan menyentuh keluargaku, akan kulakukan apapun akan ku akui semua kesalahanku." jawab Tuan Lim yang kemudian membuat sebuah pengakuan.
Setelah hari itu tuan Lim langsung menyerahkan diri kepada polisi, pria itu lebih memilih untuk di tangkap polisi dari pada di bunuh Arthur.
SATU BULAN KEMUDIAN
satu bulan setelah Tuan Lim masuk ke penjara, William yang mendengar kabar mengenai hal itu pria itu benar-benar marah. dia tidak akan mengira kalau Arthur melakukan sesuatu Lebih cepat dari dirinya.
"Bagaimana pria itu bisa menangkap mereka? aku tidak akan pernah memaafkan pria itu," William yang mulai frustasi dengan semua yang terjadi.
Hari ini William harus menenangkan dirinya, pria itu pergi ke sebuah tempat yang mungkin akan menenangkan hatinya. William pergi ke restoran milik Margaretha, nampak pria itu menatap tempat yang selalu didatangi oleh wanita itu.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya bibi Ana kepada William.
"Aku lapar, tentu saja membeli makanan." jawab William.
"Kamu mau memesan apa?" tanya bibi Ana.
"Seperti biasanya aku ingin makan makanan itu." jawab William.
"Ya sudah kalau begitu, Tunggu sebentar." jawab bibi Ana yang kemudian pergi ke dapur untuk memasak pesanan milik William.
Sesaat kemudian seorang wanita masuk ke dalam restoran tersebut, tatapan matanya menata restoran yang selalu ramai pengunjung.
"Di mana ibuku?" tanya Margaretha.
"Nyonya Ana berada di dalam, Nyonya." jawab Salah satu pekerja.
Langkah kaki Margaretha memasuki restoran itu, Sedangkan William yang berada di sana nampak pria itu menatap Margaretha dengan tatapan mata yang begitu merindukan.
"Margaretha." ucap William sembari menatap Margaretha yang sudah berada di tempat itu.
Tatapan matanya terkunci pada sosok wanita itu, jantung yang berdebar begitu kencang ketika melihat wanita yang sudah terlepas dari tangannya.
Langkah kaki William nampak mendekati Margaretha, pria itu benar-benar merindukan wanita yang sudah mencuri hatinya tersebut. Namun sayangnya William adalah pria bodoh yang harus terbuai dengan rayuan para wanita.
"Kamu mau makan, Retha?" tanya bibi Ana.
"Iya Bu, aku mau makan. aku mau makan di meja yang ada di samping taman saja." jawab Margaretha.
"Ya sudah kalau begitu, makanlah. beberapa hari yang lalu mertuamu dan Leon juga ke sini, Mereka makan dengan lahapnya bahkan Leon meminta dibungkuskan makanan kesukaannya." ucap bibi Ana.
"Apa Ibu tahu, bahkan Putraku itu tidak mempunyai waktu untuk menjengukku. dia terlalu bahagia dengan kakek dan neneknya itu." ucap Margaretha.
DEG..
William yang Mendengar hal itu dia sedikit tersentak, dia terus mencari tahu mengenai Leon. Apakah anak kecil itu adalah anaknya atau bukan, tes DNA yang dilakukan oleh William dan Leon nampak Belum menunjukkan hasilnya. William benar-benar sangat frustasi dengan semua ketidakjelasan tersebut.
Tatapan mata William menatap Margaretha yang sudah berjalan menuju taman belakang, pria itu terlihat mengikuti Margaretha.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Margaretha." sapa William yang membuat Margaretha menatap pria yang barusan datang tersebut.
"Ya?" tanya Margaretha sembari menatap wajah William
"Sudah lama Aku tidak melihatmu, Aku begitu merindukanmu." jawab William.
"Maaf ya tuan, Kenapa Anda harus melakukan hal itu. saya sudah mempunyai seorang suami saya mempunyai seorang anak, jadi tidak pantas bagi anda untuk mengatakan hal itu." ucap Margaretha yang membuat William benar-benar tersentak dengan kata-kata wanita itu.
"Aku tidak akan pernah mengingatmu." jawab Margaretha.
"Apakah kamu tidak mengingat cintamu padaku?" tanya William kembali.
"Maaf ya Tuan, lebih baik anda pergi dari sini. aku tidak ingin kamu mengganggu aku." jawab Margaretha yang kemudian makan makanan yang sudah dia minta.
William benar-benar sangat terkejut sekaligus merasakan sakit ketika Margaretha terus-menerus tidak mengakui kehadirannya.
"Margaretha, cobalah kamu mengingat aku. cobalah kamu menatapku, Apakah jantungmu tidak berdebar ketika kamu bersamaku?" William yang terus mencoba untuk membuat Margaretha mengingat mengenai dirinya.
"Tentu saja jantungku tidak berdebar seperti yang kamu katakan, aku sudah mempunyai seorang suami Kenapa juga aku harus memikirkan pria lain." jawab Margaretha santai sembari memakan makanannya.
William yang benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Wanita itu sudah melupakannya.
"Apakah kamu yakin kalau kamu tidak mengingatku sama sekali?" tanya William.
"Tidak, aku tidak akan pernah mengingatmu dan aku tidak akan mau mengingatmu untuk selamanya." jawab Margaretha yang kemudian memutar tubuhnya agar tidak melihat wajah William. tak berselang lama terlihat Frans mendatangi Margaretha.
"Nyonya." Panggil Frans.
"Iya." jawab Margaretha.
"Nyonya, Tuan sudah menunggu Anda di perusahaan." yang menjemput Margaretha hingga membuat Margaretha langsung berdiri dan meninggalkan William.
"Oh ya, Frans. Apa kamu mau makan sesuatu? kalau kamu mau makan sesuatu akan aku bungkuskan sekalian." ucap Margaretha.
"Tidak perlu Nyonya, tidak perlu merepotkan Anda." jawab Frans.
Setelah mendengar jawaban dari Frans seketika Margaretha menarik tangan pria itu.
"Kamu ini terlalu banyak pekerjaan, isi perutmu dengan makanan jika tidak kamu akan oleng dan melupakan pekerjaan yang diberikan oleh tuanmu itu." Margaretha yang marah ketika Frans menolak pemberiannya.
Seketika Frans meminta beberapa makanan yang ada di restoran tersebut, William merasakan kesakitan yang luar biasa ketika Margaretha menolaknya. tatapan mata William menatap Margaretha yang sudah pergi bersama dengan Frans.
"Kenapa pria itu selalu mengganggu? Kenapa dia tidak membiarkan aku bersama wanita yang aku cintai." William yang benar-benar marah ketika melihat Margaretha sudah pergi darinya.
"Oh ya, Frans. Apakah beberapa hari yang lalu kamu sudah mencari tahu mengenai orang yang aku minta?" tanya Margaretha.
"Sudah Nyonya." jawab Frans.
"Ya sudah kalau begitu, nanti kamu kirimkan beberapa berkasnya ya. karena aku butuh banget." minta Margaretha.
"Baik nyonya." jawab Frans yang kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan Arthur.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat