ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.53



"Selamat sore, mami!" seru Leon.


"Selamat sore, Sayang. Apakah kalian sudah mempersiapkan yang tadi kamu katakan?" tanya Margaretha kepada Leon.


"Mama, hari ini kan hari ulang tahun Mama, Ayo kita rayakan dengan kemeriahan." Leon yang meminta mamanya untuk melakukan seperti apa yang dia inginkan. Leon sangat tahu bagaimana Mamanya, dia sudah melihat wanita itu berjuang dengan begitu keras.


Leon tidak akan membiarkan kehidupan itu berjalan dengan semua keterlukaan yang sangat luar biasa.


"Selamat ulang tahun, Nyonya!!" seru beberapa pembantu yang ada di rumah tersebut.


"Selamat ulang tahun, Margaretha." Frans dan Fiona yang juga datang ke tempat itu bersama putri mereka yang berusia 5 tahun.


"Terima kasih ya karena kalian mengingat hari ulang tahunku." jawab Margaretha.


"Tentu saja kami selalu mengingat hari ulang tahun mu, tapi kamu sendiri tidak pernah mengingat hari ulang tahunmu." sindir Fiona yang membuat Margaretha malah tersenyum.


"Sudah-sudah, kalian cepatlah makan. aku akan mandi sebentar setelah itu aku akan bergabung dengan kalian." ucap Margaretha yang kemudian memberikan ciuman di pipi putranya. nampak wanita itu menatap pesta sederhana yang diadakan oleh putranya. tatapan matanya menatap kebahagiaan yang terasa sudah kosong tersebut.


"Entahlah kapan aku bisa bahagia, rasanya kebahagiaan itu tidak akan pernah sampai di tanganku." Margaretha yang kemudian masuk ke dalam kamarnya. sebuah kamar yang dipenuhi dengan foto pernikahan dirinya dan Arthur. sebuah kabar yang benar-benar begitu membuat Margaretha terkubur, sekitar beberapa menit kemudian akhirnya Margaretha sudah keluar dari kamarnya wanita itu memakai pakaian santai dengan motif gelap seperti biasanya.


"Mama, ini tuh hari ulang tahun Mama. kenapa mama tidak memakai pakaian berwarna? Kenapa hanya memakai pakaian hitam saja, Mama ini tidak menyenangkan." Leon yang terlihat marah kepada mamanya.


"Pokoknya mama akan melakukan yang terbaik untukmu, kamu tidak boleh seperti itu agar mama tidak sedih." ucap Margaretha yang membuat Leon malah menundukkan kepalanya.


"Ayo Leon, kita bersenang-senang. Lihatlah Putri Tante Ini sudah mau makan kue ulang tahunnya." Fiona yang mengajak Leon untuk segera kembali ke tempat pesta.


"Kenapa sikapmu seperti ini, Margaret. Jika kamu seperti ini terus Leon akan terluka, cobalah sekali-kali membahagiakan putramu itu. Apakah kamu sudah siap jika suatu saat Leon sudah tidak bisa menerima semua sikapmu ini?" tanya Frans yang membuat Margaretha nampak terdiam.


Aku sudah bilang kan Frans aku pasti akan hidup jika aku sudah menemukan orang-orang itu, pembalasanku tidak akan pernah selesai jika mereka semuanya belum menghilang dari dunia ini." jawab Margaretha.


"Lalu, kata Hero kamu sudah menghancurkan gudang itu apa benar?" tanya Frans.


Margaretha menganggukkan kepalanya, pria itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Ini Semuanya terlalu berbahaya, Margaret. Kamu jangan terlalu terjerumus dengan semua kegelapan dunia ini, jika kamu mengikuti jalan yang pernah dilalui oleh Tuan Rayen Apakah kamu sudah siap jika suatu saat kamu akan kehilangan keluargamu?" tanya Frans yang membuat Margaretha tersenyum.


"Aku tidak akan pernah kehilangan keluargaku lagi, akan kupastikan mereka baik-baik saja. jika sampai orang-orang itu berani mengusik keluargaku Maka jangan salahkan aku jika aku memberikan mereka kematian yang sangat mengenaskan." jawab Margaretha.


Polisi sudah mendapatkan kabar mengenai beberapa tempat yang tiba-tiba meledak, mereka berusaha untuk mencari bukti Bahkan mereka berusaha untuk menemukan sesuatu di tempat itu.


"Bagaimana, Apakah kalian sudah menemukan sesuatu?" tanya kepala polisi.


"Kemungkinan besar mereka memiliki musuh yang ingin menghancurkan mereka, jika tidak pasti mereka bersih tegang mengenai bisnis ini." jawab para polisi.


"Kita harus menemukan bukti untuk menangkap sisa dari orang-orang yang ada di sini. tapi Siapa orang yang sudah menghancurkan gudang ini?" tanya kepala polisi.


"Kami tidak tahu, tapi kelihatannya dia memiliki dendam dengan kelompok ini." jawab para polisi.


"Kelihatannya beberapa musuh-musuh ini memiliki sesuatu, mereka memiliki musuh-musuh yang tidak kita ketahui." jawab para polisi.


"Tuan, di tempat ini ada senjata dan juga bom rakitan. kemungkinan besar tempat ini tidak diserang, kemungkinan besar ini tempat ini meledak karena kesalahan salah satu orang." seorang polisi nampak menemukan beberapa bukti mengenai tempat tersebut.


"Apa kamu yakin?" tanya kepala polisi.


"Benar Pak, saya sudah menemukan beberapa bukti kalau tempat ini juga membuat beberapa bom. bahkan bom yang dirakit di tempat ini sangat berbahaya." jawab beberapa polisi yang sudah mencari barang bukti di tempat itu.


"Apa yang harus kita lakukan? tapi yang jelas Kita harus mencari sesuatu untuk dijadikan bukti, jika tidak kita tidak akan tahu bagaimana caranya kita untuk membuat laporan kepala polisi yang sedikit kebingungan, jika di tempat itu juga melakukan perakitan bom itu artinya kemungkinan besar salah satu anak buah yang bekerja di sana melakukan kesalahan hingga membuat bom rakitan itu langsung meledak. kalian foto dan kumpulkan beberapa bukti itu, Setelah itu kita kembali. kemungkinan besar apa yang kalian katakan itu benar kalau ini bukanlah serangan tapi tempat ini hancur karena kesalahan salah satu orang. apalagi ini adalah gudang senjata ilegal, kalau kita bisa merampasnya bersama orang-orang itu kita bisa naik pangkat, sayangnya mereka sudah menjadi mayat." kepala polisi yang kemudian pergi meninggalkan lokasi sedangkan beberapa ahli forensik mereka mencari bukti-bukti untuk dikumpulkan.


Margaretha sudah mempersiapkan bukti-bukti palsu di tempat itu agar para polisi tidak mencurigai adanya penyerangan. jika di tempat itu juga membuat bom rakitan itu artinya jika tempat itu meledak, tidak akan ada orang yang curiga kepada kelompok manapun.


Seorang pria begitu kebingungan, dia baru tahu kalau gudang persenjataan miliknya sudah hancur.


"Bagaimana mungkin gudang itu meledak? tidak seharusnya gudang itu meledak, bukan?" tanya seorang pria bernama king.


Entah siapa namanya tapi orang-orang selalu menyebutnya dengan panggilan King.


BRAKKK..


"Bagaimana gudang itu bisa meledak? seharusnya kalian tidak melakukan hal itu, gudang itu adalah gudang persenjataan yang harus segera dikirimkan. bagaimana senjata-senjata itu tiba-tiba meledak?" tanya King kepada anak buahnya.


"Saya tidak tahu Tuan, tapi saya sudah ke sana dan melihat dengan kedua bola mata saya kalau tempat itu meledak." jawab anak buah King.


"Bagaimana di sana bisa meledak jika di tempat itu tidak ada bom, jika di sana ada bom dan meledak itu mungkin bisa membuatku yakin. tapi bagaimana mungkin tempat itu meledak jika tidak ada senjata peledak?" tanya King yang begitu marah kepada anak buahnya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat