
BRAKKK..
BRAKKK...
William menghancurkan seluruh barang yang ada di rumahnya, kabar mengenai pernikahan Margaretha dan Arthur membuat pria itu hancur.
"Tuan, hentikan Tuan." pinta Lukas.
"Aku tidak akan bisa menghentikannya, Lukas. kamu tahu sendiri kan Bagaimana kenyataan yang harus aku terima sekarang?" tanya William yang kemudian menatap beberapa barang yang ingin dihancurkan.
"Tuan, Tenanglah. anda tidak boleh seperti ini." pinta Lukas.
"Aku tidak bisa menerima Ini, Lukas. aku tidak bisa menerima ini, aku tidak akan membiarkan wanita yang aku cintai menikah dengan pria lain!!" seru William.
"Kalau tuan seperti ini terus Tuan akan menghancurkan segalanya." Lukas yang berusaha untuk menenangkan atasannya tersebut.
"Bagaimana aku bisa tenang, Lukas. Kamu lihat sendiri kan Wanita itu sudah menikah, Dia sudah menjadi milik orang lain." jawab William yang seolah dia tidak mau percaya dengan kenyataan yang sekarang ada di depan matanya.
Margaretha benar-benar sudah melupakannya, ingatan Itu seketika hilang. pertemuan yang baru terjadi beberapa bulan itu sekarang sudah musnah seperti angin yang menghempaskan dengan begitu kencang.
"Aku tidak akan membiarkan pria itu memiliki Margaretha." ucap William yang sedikit frustasi.
Jika dihitung dari segi kekayaan mungkin Arthur lebih kaya dari William, jika diukur dari segi ketampanan mungkin mereka sama, jika diukur dari segi Playboy William pemenangnya, jika diukur dari segi mencintai mungkin mereka sama saja namun jika diukur dari segi menjadi pria yang akan membahagiakan Margaretha, mungkin Arthur ada pria yang bisa dibilang orang yang mampu Untuk dipercaya.
"Tidak Tuan, jika anda seperti ini anda akan hancur sendiri." ucap Lukas.
"Bagaimana aku tidak hancur, Lukas. kamu tahu sendiri kan tiba-tiba saja aku harus mengalami hal ini, tiba-tiba saja aku harus mendapatkan kenyataan ini. jika aku benar-benar kehilangan wanita itu maka apa yang harus aku lakukan?" tanya William.
"Otak pria itu sudah dipenuhi kehancuran, salahkan saja dirinya sendiri yang terlalu bodoh untuk bersenang-senang tanpa memikirkan wanita yang dia cintai. salahkan dirinya sendiri yang mudah tergoda dengan pucuk rayu wanita. semuanya tidak bisa kembali semuanya tidak bisa seperti dahulu.
Upacara pernikahan antara Margaretha dan Arthur sudah mulai dilaksanakan di rumah megah yang sangat kaya raya itu. acara pesta itu sudah dilaksanakan. Arthur benar-benar bahagia dengan semua kebahagiaan yang dia terima hari ini, pria itu tidak akan membiarkan Margaretha jatuh ke tangan siapapun. secara sah Margaretha sudah menjadi istrinya wanita itu akan menemaninya dalam suka dan duka.
"Apa kamu bahagia, sayang?" tanya Arthur kepada Margaretha.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh wanita itu ketika Arthur memegang tangannya sembari memberikan kecupan di tangan wanita itu. disela kebahagiaan itu ada ruang kosong yang terasa benar-benar membuat Margaretha sangat kebingungan. Entahlah apa yang membuat Margaretha begitu kebingungan dengan semua yang dia rasakan. Rasa cinta itu terasa hampa dan terasa tidak bernyawa karena sesuatu.
"Mama, papa." Panggil Leon yang kemudian mendekati Arthur dan Margaretha. kabar mengenai anak Arthur yang tidak dia temukan dulu membuat para wartawan yang ada di tempat itu mulai mengatakan mengenai kekasih Arthur yang telah lama menghilang dan ditemukan bersama dengan putranya. kabar itu benar-benar membuat para pengusaha begitu heboh.
"Dengarkan aku baik-baik, sayang. mulai sekarang Kamu adalah istriku, kita akan hidup bahagia di sini kita akan menjalani hidup baru di tempat ini." ucap Arthur.
Margaretha menganggukkan kepalanya, wanita itu memeluk Arthur dengan begitu erat. Entahlah terasa adakah hampaan namun Margaretha tidak ingin memikirkan hal itu karena Arthur selalu bilang ingatannya belum kembali. karena itu kenangan masa lalu mereka juga tidak dia ingat.
Malam penuh cinta setelah pernikahan, Arthur membawa Margaretha masuk ke dalam kamarnya. Bibi Ana yang hadir di acara pesta itu nampak wanita itu berdoa semoga saja Margaretha tidak mendapatkan ingatannya kembali seumur hidup. wanita tua itu ingin keponakannya mendapatkan kebahagiaan bukan mendapatkan kekosongan yang akan membuatnya merasakan kehancuran.
Langkah kaki Arthur menggendong Margaretha menaiki anak tangga, pesta keluarga itu masih berjalan sedangkan sepasang suami istri itu sudah menaiki anak tangga menuju kamar pengantin mereka.
"Aku mencintaimu, sayang." bisik Arthur sembari menggendong Margaretha.
"I love you too." jawab Margaretha yang kemudian menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.
Setiap langkah yang diambil oleh Arthur pria itu selalu berdoa agar istrinya tidak pernah mendapatkan ingatannya kembali. Arthur selalu mengharap wanita itu melupakan pria yang dia cintai dahulu, dia ingin membahagiakannya dia ingin memberikan Dia kesempatan kedua untuk berbahagia.
"Apakah kamu yakin kita harus melakukan ini, Sayang?" tanya Arthur kepada Margaretha.
"Kita ini adalah suami istri, sekarang kamu adalah milikku dan aku adalah milikmu." jawab Margaretha.
Arthur belum yakin, namun jika pria itu tidak mengambil malam pengantinnya dia takut Margaretha akan bersama dengan pria itu lagi.
"Apakah kamu mau minum, Sayang?" tanya Arthur yang kemudian mengambil segelas minuman yang sudah dipersiapkan di kamarnya.
Terlihat sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain, segelas minuman itu sudah mereka teguk tanpa tersisa. suara canda tawa itu membawa perasaan yang begitu aneh, tubuh yang terasa terbakar nafas yang mulai memburu. tatapan mata dua insan itu saling menatap satu sama lain.
Bibi Ana yang berada di tempat itu nampak dia sedikit tersenyum, sebelum pesta terlaksana bibi Ana memasuki kamar pengantin dan memberikan minuman penghangat cinta yang akan membuat mereka berperang di malam pengantin.
"Kamu tahu sayang, Aku jatuh cinta padamu pertama kali kita bertemu." ucap William yang kemudian memberikan ciuman di bibir Margaretha.
Wanita itu tidak menolak, salah satu tangannya terlihat memegang pipi suaminya percintaan itu mulai menunjukkan kehidupan.
"Tetaplah bersamaku." ucap Margaretha di sela ciuman panas mereka.
Tubuh yang mulai merasakan api membara, perlahan-lahan Arthur melepaskan pakaian sang istri setelah itu dia melepaskan pakaiannya sendiri dan mulai menyentuh tubuh indah istrinya.
"Sekarang kamu adalah milikku, sampai kapanpun kamu akan menjadi milikku." ucap Arthur yang kemudian mulai melakukan aksinya. pria itu memberikan tanda cintanya yang begitu membara.
Sentuhan yang begitu berhasrat, perlahan-lahan Arthur memberikan tanda di beberapa tubuh istrinya. suara ******* yang begitu saja lolos dari bibir Margaretha ketika suaminya terus memberikan dia tanda di tubuhnya.
Ciuman penuh hasrat itu menuntun Arthur untuk memulai peperangannya, perlahan-lahan namun pasti Arthur mulai menunjukkan kepuasannya. pria itu memang begitu romantis begitu lembut saat melakukan percintaan mereka berdua, Margaretha tidak bisa mengatakan apapun Hanya ******* dan kenikmatan yang dia rasakan dari pria yang sudah menikahinya itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat