
GAIRAH
"Apa yang sedang kamu lakukan, sayang?" tanya Arthur saat melihat sang isteri membuka laptop.
"Aku sedang melihat beberapa model rumah dan dekorasi rumah." jawab Margaretha.
"Memangnya Apa yang ingin kamu lakukan? Kenapa harus melihat dekorasi rumah?" tanya Arthur kepada sang istri.
"Oh ya sayang, aku lupa mengatakan hal ini padamu." ucap Margaretha kepada sang suami.
"Memangnya ada apa, Sayang?" tanya Arthur.
"Aku mendapatkan pekerjaan sebagai interior Hotel, apartemen dan rumah-rumah mewah." jawab Margaretha.
"Apa sih yang ingin kamu lakukan, sayang? kamu mempunyai restoran, Kamu adalah istriku dan kamu bebas melakukan apapun Lalu kenapa kamu harus bekerja lagi?" tanya Arthur yang duduk di samping Margaretha.
"Dengarkan aku sayang, Aku tidak mau bergantung padamu. Bukannya aku tidak mau bergantung tapi aku ingin mandiri, Aku ingin menunjukkan pada orang-orang kalau aku ini bukanlah parasit, aku tidak menempel padamu seperti yang mereka katakan." jawab Margaretha.
"Kenapa kamu harus mendengarkan kata-kata mereka? Jangan dengarkan kata-kata mereka, biarkan saja mereka mengatakan hal itu." jawab Arthur.
"Bukannya aku mendengar kata-kata mereka, sayang. tapi aku ingin mereka tahu kalau istri dari Arthur bukanlah wanita pengangguran ataupun seorang wanita yang sukanya menggerogoti kekayaan suaminya." jawab Margaretha sembari tersenyum.
"Lalu, Siapa pemilik perusahaan dari tempat kamu bekerja Sayang?" tanya Arthur.
"Sebenarnya sih ini perusahaan Korea, tapi pemiliknya itu Kalau tidak salah orang Eropa atau orang mana gitu loh, Sayang." jawab Margaretha.
"Ya sudah kalau begitu, asalkan kamu senang aku akan melakukan apapun untukmu." jawab Arthur yang kemudian memberikan ciuman kepada sang isteri. "Oh ya Sayang, besok kemungkinan besar aku pulang agak malam. karena aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dan aku harus menemui seseorang." sambung Arthur.
"Memangnya kamu ingin menemui siapa?" tanya Margaretha.
"Seorang pria yang sudah membuat almarhum ayahmu mati bunuh diri." jawab Arthur.
"Apa?" tanya Margaretha.
Arthur tidak ingin menyembunyikan masalah apapun kepada istrinya. Dia tidak ingin tertangkap basah di belakang sang istri saat melakukan apapun.
"Lalu, apa yang kamu dapatkan?" tanya Margaretha.
"Kamu tenang saja aku akan melakukan sesuatu seperti yang aku katakan, akan ku buat pria itu mengakui semua kesalahannya. setelah itu aku akan mencoba untuk membawanya ke kantor polisi agar dia menyelesaikan dengan pihak kepolisian." jawab Arthur.
"Aku minta maaf ya sayang, karena aku harus merepotkanmu." ucap Margaretha yang terlihat sedih.
"Kita ini sudah suami istri, sakitmu adalah sakitku, bahagiamu adalah bahagiaku. jadi jangan pernah mengatakan hal itu." jawab Arthur.
Sebuah kecupan mesra diberikan oleh Arthur kepada sang istri, terlihat pria itu memandang istrinya dengan tatapan mata yang begitu terpesona. Aura yang begitu memikat terlihat, Margaretha menatap sang suami dengan Tatapan yang begitu terpesona. salah satu tangan Margaretha menutup laptopnya wanita itu menaruh laptop di meja yang ada di samping ranjang mereka.
Desiran angin yang menggoda membuat sepasang suami istri itu tergoda dengan rayuan malam. suara yang begitu membuat Margaretha dan Arthur nampak begitu tenggelam dalam pesona malam itu. hembusan nafas yang begitu hangat membuat Margaretha memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada sang suami.
Arthur yang merasakan sentuhan itu seketika debar jantungnya begitu kencang.
"Apakah kamu menggodaku, sayang?" tanya Arthur kepada sang istri.
"Apakah tidak boleh?" tanya Margaretha yang membuat Arthur mengunci pintu kamarnya secara otomatis.
"Lampu penerang kamar itu akhirnya sedikit demi sedikit mulai redup, rangkaian Cinta yang penuh makna itu tergambar malam itu.
"Aku mencintaimu, sayang." ucap Arthur yang kemudian memberikan ciuman yang begitu menggoda.
Pria itu nampak menanggalkan kancing pakaian sang istri satu persatu, senyum yang tidak terlalu terlihat itu nampak tergurat begitu indah. lampu yang sedikit redup itu membuat suasana malam itu benar-benar seperti suasana malam pengantin.
"Aku tidak akan bisa menahan godaanmu ini, Sayang." ucap Arthur yang kemudian menanggalkan seluruh pakaiannya.
Mereka berdua mulai melakukan percintaan itu, jari jemari yang mulai menyusuri tubuh Margaretha. tatapan mata yang begitu menggoda bahkan ciuman ciuman hangat yang menggairahkan.
"Cinta ini membuatku gila." ucap Arthur yang kemudian mulai melakukan petualangan cintanya.
Tubuh yang sudah bergejolak membuat atur memberikan sentuhan-sentuhan nakal di tubuh sang istri, suara ******* yang keluar dari mulut Margaretha membuat Arthur semakin tenggelam dalam cinta malam itu. tubuh yang begitu tenggelam dalam suasana yang begitu hangat ranjang yang sudah mulai mengeluarkan ******* cinta.
Margaretha menatap suaminya, bibirnya sedikit tergigit karena menahan serangan senjata suami.
"Aku tidak ingin menghentikan ini semua, sayang." ucap Arthur yang membuat Margaretha semakin mengeluarkan suara-suara nakal yang membuat suaminya semakin bergairah.
DEG..
jantung yang bergemuruh kencang, keringat yang mulai mengalir dari sepasang suami istri itu. mulut yang terus mengeluarkan *******-******* kenikmatan, raga yang benar-benar merasakan sengatan listrik dari kenikmatan tersebut.
"Aku mau lagi dan lagi." ucap Arthur.
"Apapun untukmu, Sayang." jawab Margaretha yang kemudian berganti posisi dengan sang suami.
Malam semakin larut, percintaan itu semakin menggairahkan. Arthur dan Margaretha tenggelam dalam cinta mereka, setelah beberapa menit lamanya akhirnya sepasang suami istri itu sudah mencapai titik kenikmatan mereka. hasrat itu sudah memuncak.
Cinta itu juga sudah tercapai, nafas terputus bahkan ******* kenikmatan yang panjang itu membuat sepasang suami istri itu terkapar tak berdaya di atas ranjang. selimut akhirnya menutupi tubuh yang sudah tak berpakaian tersebut, Arthur memeluk sang istri pelukan yang penuh cinta kecupan yang penuh dengan rayuan yang begitu mempesona.
Malam yang begitu dingin itu membuat sepasang suami istri itu akhirnya tidak berdaya, ranjang yang berwarna biru itu akhirnya menjadi saksi bisu percintaan sepasang suami istri tersebut. Pagi sudah menjelang, sinar mentari mulai memasuki celah jendela sepasang suami istri itu.
"Selamat pagi, sayang. Margaretha yang membangunkan sang suami, tatapan mata Arthur menatap sang istri yang sudah cantik dengan memakai dress berwarna agak coklat kesukaannya. Kamu sudah bangun sayang tanya Arthur kepada sang istri.
"Tentu saja, Sayang. aku sudah bangun, Masa seorang wanita kok belum bangun, ini sudah siang loh." jawab Margaretha yang membuat Arthur langsung terbangun.
Tatapan mata pria itu menatap jam dinding yang ternyata masih menunjukkan pukul 06.00 pagi.
"Kamu hampir membuat jantungku copot, sayang." ucap Arthur yang kemudian meminta sang istri untuk mengambilkan piyama.
"Segeralah mandi, sayang. karena aku sudah mempersiapkan makanan untukmu, katanya kamu hari ini mau berangkat pagi untuk menyelesaikan beberapa masalah?" tanya Margaretha yang membuat Arthur tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat